Tag Archives: Zinedine Zidane

Demi Kylian Mbappe, Karim Benzema Akan Didepak dari Real Madrid

Karim Benzema menjadi satu dari beberapa pemain yang sepertinya akan dilepas dari tim utama Real Madrid di bursa transfer nanti. Benzema disebutkan akan menjadi pemain yang dikorbankan untuk menghadirkan pemain anyar mereka, Kylian Mbappe.

Media mengabarkan jika Real Madrid masih kerap melakukan pembicaraan bersama pihak AS Monaco demi mendapatkan Kylian Mbappe. Penawaran yang tinggi juga sudah mereka berikan pada klub Ligue 1 tersebut.

Demi memberikan tempat pada Mbappe jika nanti bergabung di tim utama, Los Blancos harus menjual salah satu trio BBC mereka, Gareth Bale, Karim Benzema, atau Cristiano Ronaldo. Sementara itu, Mbappe disebutkan tidak akan pindah ke Santiago Bernabeu jika tidak memiliki jaminan untuk bersama berlaga secara reguler.

Petinggi dari Madrid, yakni Florentino Perez, merasa mustahil untuk menjual bintang mereka, Cristiano Ronaldo atau juga Gareth Bale yang menjadi andalan sebagai penyerang. Salah satu pemain yang paling berpotensi untuk dilepas yakni Benzema.

Sementara itu, Kylian Mbappe merupakan pesepakbola muda yang baru berusia 18 tahun, sementara Karim Benzema sudah berusia 29 tahun di tahun ini. Hal ini juga yang menjadi pertimbangan jika Mbappe akan menjadi pemain menjanjikan untuk mereka.

Sang pelatih Zinedine Zidane memang sudah menyukai pesepakbola muda ini jauh sebelum memutuskan Benzema akan dilepas. Tapi, saat itu usianya masih di bawah 18 tahun, yang berarti belum dapat dibeli. Zidane menilai jika Mbappe akan menjadi pemain menjanjikan dan pengganti Benzema kelak.

Karim Benzema sendiri sejatinya banyak peminat jika nanti akan dijual pihak Real Madrid. Beberapa klub menginginkannya, yakni Arsenal dan klub Liga Super Tiongkok, Tianjin Quanjian. Mereka memang sudah lama mengincar pemain dunia mantan pemain Olympique Lyon itu.

Gabung Klub Ini, Cristiano Ronaldo Jadi Pemain Termahal Sepanjang Masa

Karir Cristiano Ronaldo dengan Real Madrid saat ini dipertanyakan. Beberapa media di Portugal mengabarkan jika banyak klub yang ingin mendapatkan bintang sepakbola dunia ini, diantaranya Liga Super Tiongkok dan Manchester United yang ingin memberikan penawaran demi memperoleh pemain dengan julukan CR 7 tersebut.

Beberapa media pada Jumat (9/6/2017) waktu setempat melaporkan jika klub Liga Super Tiongkok merupakan klub yang pertama kali memberikan penawaran ke Real Madrid di minggu yang akan datang. Mereka bahkan rela memberikan harga yang tinggi yakni 175 juta pound atau sekitar Rp 2,9 triliun.

Penawaran tersebut sepertinya akan membuka peluang bagi bintang sepakbola dunia ini memperoleh gaji senilai 120 juta pound atau Rp 1,7 triliun tiap tahunnya. Jika dihitung untuk tiap minggunya, pemain dari Timnas Portugal itu akan diberi 2 juta pound atau sekitar Rp 29,7 miliar per pekan.

Jumlah itu pastinya menjadikan Cristiano Ronaldo sebagia pesepakbola termahal sepanjang masa. Ronaldo baru saja melakukan tanda tanga kontrak yang baru bersama Real Madrid di bulan November 2016 yang lalu yang menjadikannya tetap berada di Santiago Bernabeu sampai tahun 2021 mendatang.

Kesepakatan tersebut menjadikan Ronaldo mendapatkan gaji sekitar 540 ribu pound tiap minggunya, dengan klausul sebesar 880 juta pound.

Bintang Real Madrid ini sendiri memberikan peranan yang sangat berpengaruh dengan prestasi yang didapatkan oleh Madrid selama musim 2016-2017 yang akan datang. Dia memperkuat Los Blancos dan mereka meraih piala juara Liga Spanyol di musim ini.

Selain itu, dia juga menolong timnya bersama Zinedine Zidane meraih gelar Liga Champions musim ini. Tentunya raihan tersebut menjadikan Madrid terpilih sebagai satu-satunya klub yang berhasil meraih gelar bergengsi tersebut dalam dua musim berturut-turut.

Cristiano Ronaldo juga mendapatkan prestasi sebagai mesin gol paling banyak untuk laga mereka di Liga Champions selama lima musim belakangan ini.

Zidane ingin Final Berlangsung Terbuka

Sang pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, ingin pertandingan final menghadapi Juventus berlangsung terbuka. Ia percaya Bianconeri tidak hanya andalkan catenaccio.

Madrid bakalĀ  melangsungkan laga melawan Juventus pada pertandingan final ajang Liga Champions yang akan berlangsung pada hari Minggu (4/6/2017) dinihari WIB di Stadion Millennium, Cardiff. Pada pertandingan ini, Madrid menghadapi tim dengan pertahanan paling oke di ajang Liga Champions dengan catatan baru 3 kali kemasukan angka.

Sang pelatih yang berasal dari Prancis tersebut menganggap kalau Juve bukanlah tim yang memegang filosofi catenaccio, yang sebagian besar tim Italia cenderung beratkan kekuatan di sisi defensif dan sesekali menyerang balik.

Anggapan Zidane tersebutpun ada iyanya. Sesuai data Whoscored, Juve mencatatkan rata-rata kontrol bola sampai dengan 54.8 persen, daripada dengan Madrid yang berada di jumlah 53,4 persen.

Kalau Juve bukan tipe tim yang bertahan pun dapat dilihat dari proses cetak angkanya. Dari 21 cetak angka Bianconeri di ajang Liga Champions, tidak ada satupun yang tercetak dari skema serangan balik, 14 cetak angka paling tidak lahir skema open play. Sisanya dari set piece dan penalti.

“Saya tak pikir Juve menjadi tim tradisional Italia dengan catenaccio. Mereka punya itu, namun tak cuma itu saja. Mereka tetap bertahan dengan baik dan melakukan serangan dengan baik juga,” imbuh Zidane.

“Saya ingin permainan berjalan terbuka, laga yang oke bagi semua pecinta sepakbola,” lanjut pria yang berasal dari Prancis tersebut.

Zidane adalah bekas pemain sepakbola yang sempat bermain untuk Juve pada tahun 1996 hingga 2001, sebelum tampil di Real Madrid. Bersama Bianconeri, Zidane 1 kali tampil pada babak final Liga Champions pada tahun 1998, yang pada waktu tersebut bertemu dengan Los Blancos.

Pada laga tersebut Juve tunduk dengan skor 0-1 lewat angka yang diciptakan oleh Predrag Mijatovic, yang belakangan dinilai Dani Alves adalah offside. Namun, Zidane memberi tanggapan dengan tenang sebab lebih tahu keadaannya waktu itu.

“Semua orang layak atas penilaian mereka masing-masing. Ia tak ada di tempat itu namun orang dapat pikirkan apa saja yang mereka sukai. Saya cuma pkirkan laga esok,” kata dia.

Luis Enrique Optimis Barca Dapat Kalahkan Madrid di La Liga

Luis Enrique, selaku pelatih Barcelona menyakini bahwa Real Madrid masih dapat mereka kalahkan di perebutan trofi La Liga di musim ini. Sang pelatih yang akan menyudahi kontraknya di musim ini masih optimis bahwa Barca dapat meraih kemenangan di liga reguler tersebut.

Kondisi ini memang membawa keberuntungan bagi Real Madrid, karena mereka masih menyisakan dua laga yang bersiap dimainkan. Blaugrana sendiri hanya memiliki tambahan poin dari satu laga di turnamen La Liga musim ini.

Laga tadi pagi, Los Blancos berhasil memetik kemenangan dengan skor akhir 4-1 atas Sevilla yang dilaksanakan di Santiago Bernabeu sebagai lanjutan liga ini. Di sisi lain, Barcelona berhasil menang atas tuan rumah Las Palmas dengan skor 4-1.

Para pemain dari Zinedine Zidane harus melaksanakan dua laga tandang di sisa turnamen ini selama musim ini berlangsung. Barca hanya akan bersiap melawan Eibar.

” Tim Real Madrid memang masih punya dua laga yang tidak mudah, mereka akan berhadapan dengan Celta dan Malaga, dan kami hanya memiliki satu laga yang tersisa di Liga Spanyol tersebut. Jika kami gagal dengan laga ini, namun bagaimana dengan mereka? Celta Vigo bukan lawan yang mudah, ” papar Luis Enrique.

Sekarang ini, Barcelona masih berada di atas klasemen sementara La Liga dengan mengumpulkan 87 poin dari 37 laga yang sudah mereka mainkan. Di sisi lain, Real Madrid dan Zinedine Zidane ada di peringkat yang kedua dengan jumlah nilai yang sama, namun jumlah laga yang baru mereka mainkan adalah 36 laga.

Persaingan kedua klub sepakbola Spanyol ini memang sudah diprediksikan sejak awal. Selama awal musim, posisi keduanya selalu berubah-ubah antara peringkat atas atau yang kedua. Kita lihat saja, siapa yang akan memenangkan Liga Spanyol musim ini.

Sang Bintang Madrid Ini Menepi Di Laga Tandang Real Madrid

Kembali absen keempat kalinya dalam laga tandang Real Madrid, Cristiano Ronaldo disebut-sebut memiliki hal khusus. Senada dengan salah satu pesepakbola dunia ini, sang pelatih, yakni Zinedine Zidane juga menuturkan hal yang sama.

Real Madrid berhadapan dengan Granada, di hari Minggu (7/5/2017) dinihari WIB, Cristiano Ronaldo sepertinya tidak bermain bersama pemain Madrid yang lainnya. Zinedine Zidane mengantikan perannya dengan menurunkan Alvaro Morata, Lucas Vazquez, dan Marco Asensio di sisi depan.

Walau tidak bermain dengan trio BBC, Madrid masih begitu sulit untuk dikalahkan oleh Granada dengan nilai empat gol tanpa balasan sekaligus melindungi jaraknya bersama rival utamanya, Barcelona yang saat ini berada di posisi klasemen.

Dalam catatan laga kedua tim ini, laga jadi laga tandang keempat yang tidak diikuti oleh Ronaldo. Pesepakbola dunia ini terakhir kali bermain bersama timnya ketika berhadapan dengan Athletic Bilbao pada bulan yang lalu.

Setelah itu, Madrid melawan Leganes, Sporting Gijon, Deportivo La Coruna, hingga Granada, Ronaldo tetap tidak memperkuat skuatnya. Hal ini pastinya memberikan pengaruh pada performa Madrid, padahal mereka juga dalam laga ketat demi tiket di La Liga dan Liga Champions musim ini.

Akan tetapi, nampaknya keputusan sang pelatih, Zinedine Zidane menghasilkan hasil positif saat Ronaldo menciptakan hat-trick di laga Liga Champions, saat berhadapan dengan Bayern Munich dan Atletico Madrid. Walau ketika melawan Atletico dan Barca di liga, Ronaldo tidak bermain dengan apik.

Selama bulan ini, Real Madrid akan menjalani beberapa laga yang penting, maka Zidane kemungkinan akan menggunakan kebijaksaan ini demi kebugaran sang bintang. Madrid sendiri akan berlaga tandang ke Celta Vigo dan Malaga dalam minggu terakhir La Liga.

Sementara itu, Cristiano Ronaldo selama musim ini sudah bermain sebanyak 41 kali dengan perolehan 35 gol dan 12 assist. Waktu berlaganya sekitar 90 menit untuk tiap laga mereka.