Tag Archives: Paris Saint-Germain

Neymar dan Edinson Cavani Kembali Berselisih di Lapangan

Edinson Cavani dan Neymar berselisih

Edinson Cavani sepertinya harus berispa untuk menyudahi karirnya lebih cepat di Paris Saint-Germain setelah terlibat insiden dengan rekannya, Neymar di laga ujicoba Uruguay vs Brasil, pada Sabtu yang lalu.

Dalam perebutan bola yang terjadi pada menit ke-84, Neymar terlihat bersikeras mendapatkannya  namun segera dihentikan Edinson Cavani yang sukses mendominasi bola. Akan tetapi, wasit meniup peluit dan menghadiahkan kartu kuning pada pemain Uruguay itu. Insiden ini membuat Ney terjatuh dan saat Cavani berupaya membantunya, pemain Brasil ini menepis tangan mantan pemain Napoli tersebut.

Laga Uruguay vs Brasil tersebut akhirnya selesai dengan skor akhir 0-1 bersama Ney sebagai pemain satu-satunya yang menciptakan gol di menit 76. Persaingan kedua pemain tersebut memang sudah tampak sejak debut Ney di Parc de Princes. Tahun lalu, keduanya terlibat perselisihan besar ketika memperebutkan penalti. Bisa saja karir Cavani kian sulit setelah adanya masalah ini karena Ney memiliki peranan besar di PSG saat ini.

Setelah itu, kedua pemain ini terlihat menjaga jarak dan sempat tidak saling menegur saat memperkuat PSG. Mungkin itu alasannya kenapa reaksi Neymar sangat tidak suka dengan uluran tangan yang diberikan Edinson Cavani.

Komentar Kylian Mbappe

Edinson Cavani dan Neymar berselisih

Kylian Mbappe sendiri mengaku tidak terkejut dengan perselisihan kedua bintang andalan dalam laga Brasil vs Uruguay tersebut. Tidak hanya di klub saja, ternyata persaingan mereka berlanjut saat sama-sama memperkuat timnas masing-masing.

Kylian Mbappe sendiri sudah membayangkan hal tersebut akan terjati. Namun, dia meminta agar semua tidak menilai masalah ini dengan berlebihan. Walau begitu, perselisihan Ney dan Cavani dalam laga uji coba ini tetap saja menyita perhatian.

Di sisi lain, Cavani memang akan bermain keras sebagai penyerang andalan Timnas Uruguay dan Neymar yang juga di posisi sama di Timnas Brasil. Dalam laga yang usai dengan skor 1 – 0 untuk Brasil tersebut, Neymar memang terlihat emosional dan meluapkan amarahnya pada Cavani yang jegalan kerasnya. Insiden tersebut jelas mirip dengan yang mereka alami saat peristiwa pertama kali di Paris Saint-Germain.

Mbappe yakin kedua pemain ini akan kembali akur saat dirinya ditanya soal perseteruan keduanya yang sulit disatukan. Mbappe menganggap jika hal hal tersebut biasa terjadi di lapangan. Baginya, ini akan menjadi hal yang biasa saja.

Kylian Mbappe sangat percaya diri jika keduanya akan kembali bersahabat dan menciptakan gol lagi di PSG. “Kejadian tersebut pastinya akan membuat banyak orang berpikir yang berlebihan. Namun, keduanya akan kembali berpelukan dan membukukan gol bersama di Paris Saint-Germain,” tutup Mbappe dengan penuh keyakinan.

Edinson Cavani Seperti Tidak Tampil

Edinson Cavani Tampil kurang oke melawan Real Madrid

Edinson Cavani Seperti tidak ada pada laga antara Paris Saint-Germain melawan Real Madrid. Pemain yang berasal dari Uruguay tersebut tidak dapat memberi jawaban atas ekspektasi besar di garis depan.

PSG alami hasil negatif dengan skor 1-2 ketika berhadapan dengan Real Madrid pada pertemuan kedua babak 16 besar ajang Liga Champions. Lewat laga yang berlangsung pada hari Rabu (7/3/2018) dinihari WIB di Parc des Princes, Cristiano Ronaldo dan Casemiro yang jadi pencetak angka untuk Madrid.

Cetak angka balasan PSG seperti sebuah keberuntungan, yang dibukukan oleh Cavani pada menit ke 71. Diving header yang dilepaskan oleh Javier Pastore terbentur Casemiro, mengarah ke Cavani, kemadian masuk ke gawang.

Di selama laga berlangsung, Cavani tidak banyak berikan ancaman untuk Madrid. Di babak pertama, Opta bukukan pemain penyerang yang berumur 31 tahun tersebut hanya lakukan sampai dengan 9 kali sentuhan, hanya 2 di dalam area penalti.

Cavani cuma 2 kali lepaskan sepakan sepanjang 90 menit laga berlangsung , satu di antaranya berbau keberuntungan yang menjadi cetak angka balasan PSG.

Pada pertemuan pertama babak 16 besar, penampilan Cavani pim jauh dari apa yang harapan. Ia tampil sepanjang 65 menit dengan catatan 1 kali menembak ke gawang, itu juta tidak mengarah ke gawang.

Penampilan dari Cavani di Liga Champions musim ini sesungguhnya cukup baik. Ia dapat catatkan 7 angka lewat 8 laga yang dilangsungkan. Namun, keganasan bekas pemain Napoli tersebut di muka gawang lawan seperti tidak berlaku lewat 2 laga menghadapi Madrid.

Spurs Rekrut Lucas Moura

Tottenham Hotspur tuntaskan proses transfer Lucas Moura dari Paris Saint-Germain. Spurs memberi kontrak pemain sayap yang berasal dari Brasil tersebut sepanjang 5 setengah tahun.

Spurs dikabarkan sudah keluarkan dana sampai dengan 25 juta pound sterling untuk membawa Lucas. Di tengah naiknya nilai transfer pemain belakangan ini, nominal itu dapat tergolong murah.

Lucas sudah menyetujui kontrak dengan Spurs sampai dengan tahun 2023. Pemain yang berumur 25 tahun tersebut bakal gunakan kostum bernomor punggung 27 di The Lilywhites.

Lucas jadi pemain PSG nomor 2 yang pindah ke Spurs pada musim ini. Ia ikuti jejak pemain bek kanan Serge Aurier.

“Ini merupakan babak anyar dalam hidup saya, sebuah rintangan anyar. Saya merasa amat senang. Ini merupakan klub besar dan saya perlu nikmati itu, berusaha dengan keras, dan memperlihatkan kualitas saya,” ucap Lucas.

“Saya bakal berikan yang maksimal untuk klub ini sebab saya anggap kami amat berkualitas dan kami dapat menangkan beberapa hal besar. Mengapa tak Liga Champions?” imbuh dia.

Lucas lebih pilih keluar dari PSG sebab minimnya peluang untuk tampil yang ia raih sedari kehadiran Neymar dan Kylian Mbappe. Ia belum lama ini tampil 6 kali pada musim ini.

Lucas didatangkan oleh PSG dari Sao Paulo pada bulan Januari tahun 2013. Sepanjang bermain bersama PSG, ia sudah bermain di 229 laga dengan catatkan 46 angka dan 50 kali assist.

PSG Makin Yakin Tentang Titel Liga Champions

Setelah menambah kuat tim pada bursa transfer, Paris Saint-Germain dipercaya dapat menjadi penantang nyata di Liga Champions. Hasil oke yang diraih saat melawan Celtic bikin PSG lebih percaya diri.

PSG menambah kuat diri dengan signfinikan pada bursa transfer musim panas yang lalu. Les Parisiens merekrut Neymar, Dani Alves, Kylian Mbappe, dan Yuri Berchiche.

Kehadiran para pemain ini, terutama Neymar, Alves, dan Mbappe jadi usaha PSG untuk tingkatkan tingkat mereka di Eropa. Kualitas 3 pemain itu diminta dapat membawa mereka ke titel juara Liga Champions.

Usai banyaknya pembicaraan tentang mereka, PSG pada akhirnya dapat perlihatkan potensi ketika melangsungkan pertandingan pertama di ajang Liga Champions musim ini berhadapan dengan Celtic. Tidak tahan-tahan, skuat yang di besut oleh Unai Emery tersebut menang dengan skor 5-0 dengan angka yang diciptakan oleh Neymar, Mbappe, Edinson Cavani (2 angka), dan angka bunuh diri Mikael Lustig.

Pemain gelandang PSG Marco Verratti katakan hasil oke tersebut telah jadi pesan kuat untuk para timnya, kalau mereka dapat ikut pengejaran titel Liga Champions.

“Hal tersebut merupakan malam yang luar biasa. Penting bagi kami menangkan pertandingan pertama yang berlangsung, dan kami ciptakan banyak angka. Saya merasa kami telah kirim pesan pada kami pribadi,” ucap Verratti.

“Kami tahu kalau Liga Champions merupakan incaran kami, dan dengan tampil seperti itu, kami dapat melangkah makin ke depan. Jika kami berpikir sebagai sebuah tim besar, dan di atas semuanya, sebuah grup yang oke, tidak akan mudah untuk siapa saja agar menangkan laga atas kami.”

“Banyak detail bakal jadi perbeda nya, amat cepat untuk berbicara apakah kami dapat menangkan turnamen ini. Kami harus melawannya pertandingan demi pertandingan, berikan semua usaha dan berusaha melangkah sampai semaksimal mungkin. Namun, ya, saya merasa kami miliki niat untuk menangkannya,” kata pemain internasional Italia ini.

Babak semifinal masih menjadi titik terjauh yang diraih PSG di ajang Liga Champions, yang dicatatkan pada musim 1994/1995. Lewat 5 musim terakhir, mereka telah terus mentok di babak perempatfinal, dengan musim kemarin tertahan pada babak 16 besar.

Neymar dan Mbappe Ciptakan angka, PSG Gasak Celtic

Paris Saint-Germain ciptakan 5 angka ke gawang Celtic pada matchday 1 Liga Champion. Pemain anyar PSG, Neymar dan Kylian Mbappe, ikut catatkan angka.

Berhadapan dengan Celtic pada hari Rabu (13/9/2017) dini hari WIB di Celtic Park, PSG raih hasil oke dengan skor 5-0. Tim tamu telah unggul dengan skor 3-0 di babak petama.

PSG awali keunggulan pada menit 19. Umpan terobosan yang dilancarkan Adrien Rabiot jatuh ke kaki Neymar yang lekas masuk ke area penalti. Neymar lalu tundukkan Ralston untuk antarkan PSG unggul.

Kylian Mbappe gandakan keunggulan PSG pada menit 35. Marco Verratti lesatkan umpan silang dari sisi kanan yang ditanduk Neymar ke depan gawang. Walau sepakan Edinson Cavani luput, namun Mbappe yang berada di belakangnya berhasil lakukan kontroversi pada kesempatan itu jadi cetak angka.

Pada menit 40, PSG raih penalti hasil dari pelanggaran Jozo Simonovic kepada Cavani. Cavani yang jadi eksekutor sukses melesatkan bola ke dalam gawang.

Pada babak kedua, PSG baru dapat catatkan angka pada menit 83. Umpan dari Julian Draxler dari sisi kanan terbentur kaki Mikael Lustig dan jadi angka bunuh diri.

Cavani lalu menambah mantap hasil oke PSG selang 5 menit laga akan berakhir. Ia mengambil umpan dari Layvin Kurzawa dengan tendukan yang mengarah ke tiang jauh.

Dengan hasil oke ini, PSG untuk sekarang ini berada di puncak klasemen Grup B dengan mengantongi 3 poin. Les Parisiens unggul jarak cetak angka atas Bayern Munich yang di waktu yang sama menangkan laga dengan skor 3-0 atas Anderlecht.

Susunan Pemain

Celtic: Gordon; Simunovic, Ralston, Lustig, Tierney; Brown, Ntcham; Armstrong (Rogic 46′), Roberts (Forrest 78′), Sinclair; Griffiths (Edouard 69′)

PSG: Areola; Dani Alves, Thiago Silva, Marquinhos, Kurzawa; Verratti, Thiago Motta, Rabiot (Draxler 63′); Cavani, Neymar, Mbappe (Lo Celso 84′)

Cemburunya Para Klub Besar Eropa pada PSG

 

Noel Le Graet sang presiden Federasi Sepakbola Prancis (FFF), bermain untuk Paris Saint-Germain. Bagi Le Graet, ada rasa cemburu dari para klub terbesar Eropa pada PSG.

PSG menjadi buah bibir usai lakukan 2 transfer secara besar-besaran di musim panas ini. Les Parisiens jadikan Neymar sebagai pemain paling mahal sedunia dengan merekrut si pemain dari Barcelona dengan biaya 222 juta euro (sekitar 3,5 triliun rupiah).

Tidak lama kemudian, PSG merekrut Kylian Mbappe dari AS Monaco. Mbappe memang pindah dengan status sebagai pemain pinjaman. Namun, ada pilihan pembelian yang jumlahnya sampai dengan 180 juta euro (sekitar 2,85 triliun rupiah). Nominal tersebut amat besar untuk seorang pemuda yang masih berusia 18 tahun yang masih belum genap 2 tahun jadi pemain sepakbola profesional.

Belanja pemain secara jor-joran yang dilakukan oleh PSG bikin memunculkan tanda tanya soal kesanggupan klub itu untuk penuhi regulasi Financial Fair Play. UEFA sudah membuka penyelidikan berhubungan dengan hal ini.

Kebijakan transfer PSG pun meraih kritik tajam lewat beberapa tokoh, seperti Presiden La Liga Javier Tebas, CEO Bayern Munich Karl-Heinz Rummenigge, sampai sang Presiden Lyon Jean-Michael Aulas.

Namun, Le Graet membela PSG. Ia mengatakan kalau kritik pada PSG dikarenakan rasa cemburu.

Le Graet pun memberi respon UEFA telah terapkan standar ganda dengan abaikan beberapa pelanggaran yang dilakukan para klub top lain. Kebalikannya, semua yang dilakukan oleh PSG terus dipantau dengan amat ketat.

“PSG terus hormati komitmen mereka. Kita tidak dapat salahkan mereka dengan fiskal atau sosial. Saya tidak menilai kalau mereka tak hormati peraturan yang ada di Prancis. UEFA cemas. Pada waktu yang bersamaan, mereka tidak amat merasa cemas oleh apa yang dilakukan oleh para tim lain, khususnya di La Liga,” ucap Le Graet.

“Saya tidak saksikan di mana PSG lakukan kesalahan. Financial Fair Play bisa saja bersihkan rekening, namun tidak hanya para klub di negara kecil, siapa lagi yang telah dihukum? Sempatkah UEFA menyentuh Real (Madrid)? Barca? Sebuah klub Inggris?” sambung dia.

“Bergantung dengan negaranya, para klub dikenai pajak dengan cara yang beda-beda. Saya anggap juga ada sedikit rasa cemburu. Di atmosfer para klub besar, tidak mudah untuk mereka terima pendatang anyar,” imbuh Le Graet.

PSG Incar Gelar Liga Champions

Paris Saint-Germain menargetkan incaran besar pada musim ini. Pelatih PSG yaitu Unai Emery mengatakan, kalau timnya ada harapan untuk membawa trofi juara di ajang Liga Champions.

Dalam upayaa untuk wujudkan hal tersebut, Les Parisiens tengah keluarkan modal yang amat besar. PSG sudah rekrut Neymar dari Barcelona dengan tebusan mencapai 222 juta euro (Rp 3,5 triliun), nilai transfer yang pecahkan rekor paling mahal di dunia.

Masih belum berhenti sampai disitu saja, PSG sering diberitakan bakal mengejutkan jagat sepakbola kembali. Menyusul kabar yang mengatakan kalau mereka secepatnya bakal datangkan pemain bintang muda AS Monaco yaitu Kylian Mbappe, makin memanas.

Hadirnya pemain bek berpengalaman Dani Alves pun bakal tambahkan daya saing PSG pada musim ini.

“Liga Champions merupakan incaran yang amat krusial bagi klub ini, Ligue 1, Coupe de la Ligue dan Coupe de France juga sama pentingnya, ” ucap Emery pada sebuah konferensi pers.

“Kalau kami semua termotivasi pada musim ini untuk semua ajang, namun khususnya di Liga Champions,” sambung ia.

“PSG merupakan sebuah klub yang besar. Kami bakal diuji dan hal tersebut merupakan sebuah hal yang wajar. Penting bagi klub, untuk saya, dan untuk para pemain. Incaran kami ialah jadi salah seorang tim yang paling oke di dunia.”

Sedari namanya naik di sejumlah musim terakhir, PSG tak punya catatan mentereng di ajang Eropa. PSG mentok di babak perempatfinal ajang Liga Champions, malah pada musim kemarin cuma sampai di babak 16 besar.

Presiden Lyon Ucapkan Selamat pada PSG untuk Perekrutan Neymar

Lyon ikut memberikan komentar atas kesuksesan yang dialami Paris Saint-Germain untuk datangkan Neymar dari Barcelona. Sang presiden Lyon, Jean-Michel Aulas, berikan sebuah ucapan selamat pada PSG atas keberhasilan merekrut pemain bintang Barca tersebut. 
 
PSG satu langkah lagi bakal pecahkan rekor transfer pemain paling  mahal sepanjang sejarah. Les Parisiens rela untuk keluarkan dana dengan nominal yang sangat besar yaitu sampai dengan 222 juta euro (sekitar 3,5 triliun rupiah) hanya untuk datangkan pemain megabintang Barca itu. 
 
Walau nominal transfer sangat mahal tersebut ditentang oleh otoritas La Liga, ternyata Barca telah terima pembayaran dana transfer sebesar 222 juta euro dari PSG. Neymar pun hanya perlu terbang menuju Paris untuk selesaikan proses kepindahan dirinya. 
 
Walau menjadi rival PSG di Liga Prancis, Lyon beri ucapan selamat atas keberhasilan mereka melakukan transfer atas Neymar ini. Aulas seabagi sang Presiden Lyon menilai kalau hadirnya Neymar bakal mengangkat pamor Liga Prancis. 
 
Walau kehadiran Neymar hadirkan pertanyaan soal biaya transfer yang sesungguhnya, kami ucapkan selamat pada PSG dan (presiden) Nasser (al-Khelaifi). Sebuah aktivitas transfer yang besar yang tentunya dapat mengangkat pamor Liga Prancis,” tulis Aulas pada akun Twitter miliknya. 
 
PSG bakal terus berupaya agar secepatnya bisa selesaikan aktivitas transfer Neymar dengan berharap dapat tampilkannya di pertandingan pembuka Liga Prancis berhadapan dengan Amiens pada hari Sabtu (5/8/2017) besok.