Tag Archives: Liga Champions

Gabung Klub Ini, Cristiano Ronaldo Jadi Pemain Termahal Sepanjang Masa

Karir Cristiano Ronaldo dengan Real Madrid saat ini dipertanyakan. Beberapa media di Portugal mengabarkan jika banyak klub yang ingin mendapatkan bintang sepakbola dunia ini, diantaranya Liga Super Tiongkok dan Manchester United yang ingin memberikan penawaran demi memperoleh pemain dengan julukan CR 7 tersebut.

Beberapa media pada Jumat (9/6/2017) waktu setempat melaporkan jika klub Liga Super Tiongkok merupakan klub yang pertama kali memberikan penawaran ke Real Madrid di minggu yang akan datang. Mereka bahkan rela memberikan harga yang tinggi yakni 175 juta pound atau sekitar Rp 2,9 triliun.

Penawaran tersebut sepertinya akan membuka peluang bagi bintang sepakbola dunia ini memperoleh gaji senilai 120 juta pound atau Rp 1,7 triliun tiap tahunnya. Jika dihitung untuk tiap minggunya, pemain dari Timnas Portugal itu akan diberi 2 juta pound atau sekitar Rp 29,7 miliar per pekan.

Jumlah itu pastinya menjadikan Cristiano Ronaldo sebagia pesepakbola termahal sepanjang masa. Ronaldo baru saja melakukan tanda tanga kontrak yang baru bersama Real Madrid di bulan November 2016 yang lalu yang menjadikannya tetap berada di Santiago Bernabeu sampai tahun 2021 mendatang.

Kesepakatan tersebut menjadikan Ronaldo mendapatkan gaji sekitar 540 ribu pound tiap minggunya, dengan klausul sebesar 880 juta pound.

Bintang Real Madrid ini sendiri memberikan peranan yang sangat berpengaruh dengan prestasi yang didapatkan oleh Madrid selama musim 2016-2017 yang akan datang. Dia memperkuat Los Blancos dan mereka meraih piala juara Liga Spanyol di musim ini.

Selain itu, dia juga menolong timnya bersama Zinedine Zidane meraih gelar Liga Champions musim ini. Tentunya raihan tersebut menjadikan Madrid terpilih sebagai satu-satunya klub yang berhasil meraih gelar bergengsi tersebut dalam dua musim berturut-turut.

Cristiano Ronaldo juga mendapatkan prestasi sebagai mesin gol paling banyak untuk laga mereka di Liga Champions selama lima musim belakangan ini.

Niat Buffon untuk Angkat Sepatu Masih Diragukan

 

Penjaga gawang Juventus yaitu Gianluigi Buffon, akui kalau ia miliki peluang besar untuk angkat sepatu pada tahun berikutnya. Namun rancangan tersebut bakal diragukan jika ia sukses menjadi juara di ajang Liga Champions.

Sebagai seorang pemain, karier Buffon telah semakin dekat dengan akhir. Penjaga gawang Bianconeri tersebut sekarang ini telah berada pada umur 39 tahun, dan bakal bertambah jadi 40 tahun di Januari yang akan datang.

Buffon telah miliki rencana untuk angka sepatu setelah ajang Piala Dunia Rusia 2018. Namun, rancangan tersebut bakal segera buyar jika ia dapat menjadi juara di ajang Liga Champions, turnamen yang belum pernah dimenangkan oleh dirinya.

“Angkat sepatu usai Rusia 2018? Benar, kemungkinan hal tersebut bakal terwujud dengan persentase 99,9 persen,” ujar Buffon.

“Saya bakal miliki 1 kali lagi musim yang intens dan repot dengan pekerjaan yang krusial. Kemudian, hal tersebu bakal menjadi masa yang pas untuk bilang berhenti dari perjalanan karier ini.”

“Bersama dengan Presiden (Andrea Agnelli), kami miliki sebuah peluang yang mungkin tetap bisa terjadi nanti; kalau dapat raih gelar di ajang Liga Champions, saya bakal terus bermain di musim berikutnya dan berusaha untuk bisa raih hasil oke pula di ajang Piala Dunia Antarklub dan juga trofi yang lainnya,” ucap dia.

Masa depan Buffon memang hampir sempurna dengan prestasi pada tingkat klub atau Tim nasional Italia. Dia telah 8 kali menjadi juara di ajang Serie A dan 1 kali di kompetisi Piala Dunia tahun 2006.

Cuma 1 ‘keinginan’ yang hilang dari deretan prestasi yang sudah diraih oleh Buffon, yaitu trofi di ajang Liga Champions. Tercatat, sudah 3 kali Buffon menjejakkan kaki di babak final namun tidak berhasil membawa pulang ‘Si Kuping Besar’ selama karier hidupnya.

Musim Pertama Marco Asensio yang Oke

Marco Asensio tidak dapat harapkan musim pertama yang lebih oke dengan Real Madrid. Ia menjadi sosok yang krusial bagi Madrid dalam meraih gelar juara di ajang La Liga dan Liga Champions.

Asensio yang saat ini sudah berusia 21 tahun, didatangkan oleh Madrid dari Real Mallorca pada tahun 2014. Kemudian ia akhiri 1 musim bersama Espanyol sebelum kembali ke Madrid pada musim panas tahun 2016.

Di pimpin oleh Zinedine Zidane, Asensio bermain meyakinkan. Asensio tandakan pertandingan pertama kompetitifnya bersama Madrid dengan berhasil ciptakan angka ke gawang Sevilla, yang antarkan timnya menangkan laga dengan skor 3-2 pada babak tambahan waktu untuk raih Piala Super Eropa.

Kemudian, angka kembali dicetak oleh Asensio pada pertandingan pertamanya tampil di La Liga dengan El Real. Asensio ciptakan angka kedua Madrid untuk menangkan timnya dengan skor 3-0 berhadapan dengan Real Sociedad.

Permulaan Asensio di ajang Copa del Rey pun ditandai dengan cetak angka. 2 angka dimasukkan winger Spanyol tersebut ke gawang Leonesa pada hasil oke Madrid dengan skor 7-1, Oktober lalu.

Sebuah cetak angka juga lagi-lagi dicatatkan oleh Asensio pada laga terakhirnya di musim ini. Asensio membobol gawang Juve untuk menambah lengkap hasil oke Madrid dengan skor 4-1 di babak final Liga Champions yang berlangsung pada hari Minggu (4/6) dinihari WIB.

“Hari ini merupakan hari yang bersejarah untuk Real Madrid dengan berhasil menangkan 2 titel sekaligus. Saya merasa amat senang dapat ciptakan angka, dan saat ini waktunya menikmati itu,” ujar Asensio pada situs resmi klub.

Dengan menyeluruh Asensio sudah catatkan 10 angka dan 4 kali assist pada 38 laganya di tiap ajang musim ini. Kebolehan Asensio jadi modal untuk Madrid di masa yang akan datang seiring bertambah tuanya para pemain senior seperti Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo.

Incoming search terms:

  • potongan rambut asensio

Cara Unik Ronaldo Rayakan Kemenangan Raih Liga Champions

Cristiano Ronaldo merupakan bintang lapangan untuk Real Madrid saat sukses menang atas Juventus di laga final Liga Champions beberapa waktu yang lalu. Kemenangan tersebut tentunya menambah rekor dan prestasi mereka. Atas hal itu, sang bintang sepakbola dunia ini merayakan dengan potong rambut!

Cristiano Ronaldo menciptakan dua gol dalam keberhasilannnya dengan skor 4-1 Real Madrid atas Juventus dalam laga yang dihelat di Millennium Stadium, pada Minggu (4/6/2017) yang lalu. Salah satunya merupakan gol awal, yang sempat dikejar oleh Mario Mandzukic.

Peranan Ronaldo pantas saja dihargai dan mendapat apresiasi yang tinggi. Pemain dari Portugal itu sudah membawa Los Blancos mencatatkan rekor baru, yaitu merupakan tim pertama yang dapat menjaga gelar Liga Champions setelah kompetisi ini berada dalam format terbaru.

Selama pelaksanaan kompetisi ini di musim ini, bintang sepakbola dunia ini sudah menjadi pemain andalan dengan catatan 12 golnya. Dia pun diberi gelar sebagai top skorer turnamen, lebih banyak satu gol dari catatan milik Lionel Messi yang masih menjadi juara sebelum final dilaksanakan.

Tak lama setelah timnya menjadi juara liga ini, Ronaldo tampil fresh dengan gaya rambut yang baru. Rambut baru Ronaldo saat ini terlihat seperti potongan rambut cepak ala tentara. Dengan rmabut barunya tersebut, Ronaldo memang terlihat berbeda dari sebelumnya.

Rambut baru Ronaldo tersebut dia perlihatkan melalui swafoto yang dia upload ke media sosial instagramnya. Cristiano Ronaldo juga menambahkan keterangan dalam fotonya, “ Apakah kalian menyukainya? ” Tanyanya sambil menambahkan emoticon mengedipkan satu mata.

Menurut kalin, bagaimana penampilan terbaru bintang sepakbola dunia dari Real Madrid ini?

Zidane ingin Final Berlangsung Terbuka

Sang pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, ingin pertandingan final menghadapi Juventus berlangsung terbuka. Ia percaya Bianconeri tidak hanya andalkan catenaccio.

Madrid bakal  melangsungkan laga melawan Juventus pada pertandingan final ajang Liga Champions yang akan berlangsung pada hari Minggu (4/6/2017) dinihari WIB di Stadion Millennium, Cardiff. Pada pertandingan ini, Madrid menghadapi tim dengan pertahanan paling oke di ajang Liga Champions dengan catatan baru 3 kali kemasukan angka.

Sang pelatih yang berasal dari Prancis tersebut menganggap kalau Juve bukanlah tim yang memegang filosofi catenaccio, yang sebagian besar tim Italia cenderung beratkan kekuatan di sisi defensif dan sesekali menyerang balik.

Anggapan Zidane tersebutpun ada iyanya. Sesuai data Whoscored, Juve mencatatkan rata-rata kontrol bola sampai dengan 54.8 persen, daripada dengan Madrid yang berada di jumlah 53,4 persen.

Kalau Juve bukan tipe tim yang bertahan pun dapat dilihat dari proses cetak angkanya. Dari 21 cetak angka Bianconeri di ajang Liga Champions, tidak ada satupun yang tercetak dari skema serangan balik, 14 cetak angka paling tidak lahir skema open play. Sisanya dari set piece dan penalti.

“Saya tak pikir Juve menjadi tim tradisional Italia dengan catenaccio. Mereka punya itu, namun tak cuma itu saja. Mereka tetap bertahan dengan baik dan melakukan serangan dengan baik juga,” imbuh Zidane.

“Saya ingin permainan berjalan terbuka, laga yang oke bagi semua pecinta sepakbola,” lanjut pria yang berasal dari Prancis tersebut.

Zidane adalah bekas pemain sepakbola yang sempat bermain untuk Juve pada tahun 1996 hingga 2001, sebelum tampil di Real Madrid. Bersama Bianconeri, Zidane 1 kali tampil pada babak final Liga Champions pada tahun 1998, yang pada waktu tersebut bertemu dengan Los Blancos.

Pada laga tersebut Juve tunduk dengan skor 0-1 lewat angka yang diciptakan oleh Predrag Mijatovic, yang belakangan dinilai Dani Alves adalah offside. Namun, Zidane memberi tanggapan dengan tenang sebab lebih tahu keadaannya waktu itu.

“Semua orang layak atas penilaian mereka masing-masing. Ia tak ada di tempat itu namun orang dapat pikirkan apa saja yang mereka sukai. Saya cuma pkirkan laga esok,” kata dia.

Juventus Semakin Oke di Final Sekarang Daripada 2 Musim Lalu

Masih belum lama sedari terakhir kali Juventus masuk babak final ajang Liga Champions. Namun pada musim ini Bianconeri lebih oke dan percaya untuk menargetkan trofi.

Belum lama usai 2 musim kemarin atau tepatnya di musim 2014/2015, Juve sampai pada babak final Liga Champions. Namun skuat yang di besut oleh Massimiliano Allegri pada waktu tersebut perlu merasa puas dengan menjadi runner-up setelah tunduk melawan Barcelona.

Ketidak berhasilan tersebut bikin Juve perlu menambah panjang catatan tak pernah menangkan Liga Champions yang telah berjalan sedari mereka terakhir kali menjadi juara pada musim 1995/1996. Namun, pada musim ini Juve miliki harapan untuk menyudahinya.

Para pemain Turin kembali ke babak final dan bakal melawan Real Madrid pada tanggal 4 Juni yang akan datang di Millenium Stadium, Cardiff. Paulo Dybala katakana kalau kali ini Juve semakin yakin.

Dilihat dari gabungan para pemain, pada awal musim telah terjadi peningkatan kekuatan dengan signifikan. Mereka telah kedatangan Gonzalo Higuain, Dani Alves, Miralem Pjanic, Medhi Benatia, dan Juan Cuadrado.

“Pera pemain menilai kalau kami miliki kesadaran lebih kalau pada tahun ini kami lebih solid dan miliki kepercayaan yang makin oke dibanding 2 tahun yang lalu,” imbuh Dybala.

“Saya merasa kalau kami miliki banyak pemain yang baru dan penting, dan kami telah raih banyak kemajuan pada tahun ini. Kami miliki para pemain yang telah tempilkan beberapa babak final seperti ini sebelumnya dan kami ingin hal tersebut dapat menjadi hal yang menguntungkan bagi kami,” kata dia.

Walau begitu, dilihat dari pengalaman Juve dapat dibilang tertinggal oleh Madrid. Los Blancos telah menjadi juara di ajang Liga Champions 11 kali, dengan 2 titel terbaru yang dimenangkan pada musim 2013/2014 dan 2015/2016.

Namun Dybala merasa kalau Juve pun telah tambah pengalaman lewat babak final musim 2014/2015 kemarin. Ditambah mereka miliki Dani Alves dan Sami Khedira yang sempat menangkan kompetisi ini.

“Terus terasa senang dapat tampil menghadapi para pemain seperti ini dan juga terus menjadi hal yang tidak mudah. Namun jika Anda ingin menangkan trofi ini, jadi Anda perlu menangkan laga yang paling oke,” lanjut Dybala.

“Saya telah mengobrol dengan Dani Alves serta Sami, mereka berdua merupakan pemain yang sempat menangkannya dan mereka ingin menangkan trofi ini kembali,” tegasnya.

Tersisih di Liga Champions, AS Monaco Tetap Bangga

Leonardo Jardim, pelatih AS Monaco akhirnya buka suara dengan penampilan yang hasil laga mereka kontra Juventus. Walau tidak sesuai dengan hasil yang dia harapkan, namun dirinya mengaku senang dengan proses perjalanan laga mereka di Liga Champions selama musim ini. Dia tetap menghargai performa timnya sampai sejauh ini.

AS Monaco menjadi tim yang melaju dari babak fase grup sebagai juara Grup E. Mereka mengalahkan Bayer Leverkusen dan Tottenham Hotspur dalam mendapatkan posisi di babak 16 Liga Champions musim ini.

Setelah itu, Monaco kemudian beraksi dengan baik setelah mengalahkan Manchester City di laga 16 besar. Melaju ke babak perempatfinal, Monaco kembali meraih hasil positif setelah dapat menghancurkan serangan dari Borussia Dortmund dan melenggang menuju babak semifinal liga ini.

Pada prosesnya, tim ini menjadi lawan dengan kekuatan lini serang yang begitu mematikan. Sebanyak 21 gol dibukukan oleh Monaco sejak memasuki fase grup sampai menuju laga di babak perempatfinal. Falcao dan Kyliann Mbappe menjadi dua pemain dengan performa yang menarik karena kehebatannya saat merumput.

Akan tetapi, jalan Monaco sepertinya tidak dapat dilanjutkan karena kekalahan di babak semifinal dengan skor akhir 1-2 kontra Juventus pada putaran yang kedua, di hari Rabu (10/5/2017) dinihari WIB tadi. Mereka harus tersisih dengan skor agregat 1-4.

” Sementara itu, terdapat tim yang memiliki banyak jam terbang dan di lain hal, ada juga tim yang masih belum matang. Kami begitu bahagia sampai di laga babak semifinal Liga Champions musim ini dan saya sangat menghormati para pemain tim ini. Mereka sudah memberi yang terbaik untuk sampai di sini dan kami dapat mencapai hasil seri di hari ini, ” ujar Leonardo Jardim.

Lebih lanjut, pelatih AS Monaco ini mengungkapkan bahwa mereka tersisih dari liga ini dengan perasaan bangga dan saat ini akan kembali fokus mempersiapkan diri menuju laga di liga.

Sementara itu, AS Monaco memiliki kesempatan menyudahi musim dengan meraih juara Ligue 1. Sekarang, tim ini menjadi pemuncak klasemen dengan membukukan 86 poin, lebih banyak lima poin dari Paris Saint-Germain dengan tiga laga yang akan dijalani.

Sang Bintang Madrid Ini Menepi Di Laga Tandang Real Madrid

Kembali absen keempat kalinya dalam laga tandang Real Madrid, Cristiano Ronaldo disebut-sebut memiliki hal khusus. Senada dengan salah satu pesepakbola dunia ini, sang pelatih, yakni Zinedine Zidane juga menuturkan hal yang sama.

Real Madrid berhadapan dengan Granada, di hari Minggu (7/5/2017) dinihari WIB, Cristiano Ronaldo sepertinya tidak bermain bersama pemain Madrid yang lainnya. Zinedine Zidane mengantikan perannya dengan menurunkan Alvaro Morata, Lucas Vazquez, dan Marco Asensio di sisi depan.

Walau tidak bermain dengan trio BBC, Madrid masih begitu sulit untuk dikalahkan oleh Granada dengan nilai empat gol tanpa balasan sekaligus melindungi jaraknya bersama rival utamanya, Barcelona yang saat ini berada di posisi klasemen.

Dalam catatan laga kedua tim ini, laga jadi laga tandang keempat yang tidak diikuti oleh Ronaldo. Pesepakbola dunia ini terakhir kali bermain bersama timnya ketika berhadapan dengan Athletic Bilbao pada bulan yang lalu.

Setelah itu, Madrid melawan Leganes, Sporting Gijon, Deportivo La Coruna, hingga Granada, Ronaldo tetap tidak memperkuat skuatnya. Hal ini pastinya memberikan pengaruh pada performa Madrid, padahal mereka juga dalam laga ketat demi tiket di La Liga dan Liga Champions musim ini.

Akan tetapi, nampaknya keputusan sang pelatih, Zinedine Zidane menghasilkan hasil positif saat Ronaldo menciptakan hat-trick di laga Liga Champions, saat berhadapan dengan Bayern Munich dan Atletico Madrid. Walau ketika melawan Atletico dan Barca di liga, Ronaldo tidak bermain dengan apik.

Selama bulan ini, Real Madrid akan menjalani beberapa laga yang penting, maka Zidane kemungkinan akan menggunakan kebijaksaan ini demi kebugaran sang bintang. Madrid sendiri akan berlaga tandang ke Celta Vigo dan Malaga dalam minggu terakhir La Liga.

Sementara itu, Cristiano Ronaldo selama musim ini sudah bermain sebanyak 41 kali dengan perolehan 35 gol dan 12 assist. Waktu berlaganya sekitar 90 menit untuk tiap laga mereka.