Tag Archives: Juventus

Zidane ingin Final Berlangsung Terbuka

Sang pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, ingin pertandingan final menghadapi Juventus berlangsung terbuka. Ia percaya Bianconeri tidak hanya andalkan catenaccio.

Madrid bakal  melangsungkan laga melawan Juventus pada pertandingan final ajang Liga Champions yang akan berlangsung pada hari Minggu (4/6/2017) dinihari WIB di Stadion Millennium, Cardiff. Pada pertandingan ini, Madrid menghadapi tim dengan pertahanan paling oke di ajang Liga Champions dengan catatan baru 3 kali kemasukan angka.

Sang pelatih yang berasal dari Prancis tersebut menganggap kalau Juve bukanlah tim yang memegang filosofi catenaccio, yang sebagian besar tim Italia cenderung beratkan kekuatan di sisi defensif dan sesekali menyerang balik.

Anggapan Zidane tersebutpun ada iyanya. Sesuai data Whoscored, Juve mencatatkan rata-rata kontrol bola sampai dengan 54.8 persen, daripada dengan Madrid yang berada di jumlah 53,4 persen.

Kalau Juve bukan tipe tim yang bertahan pun dapat dilihat dari proses cetak angkanya. Dari 21 cetak angka Bianconeri di ajang Liga Champions, tidak ada satupun yang tercetak dari skema serangan balik, 14 cetak angka paling tidak lahir skema open play. Sisanya dari set piece dan penalti.

“Saya tak pikir Juve menjadi tim tradisional Italia dengan catenaccio. Mereka punya itu, namun tak cuma itu saja. Mereka tetap bertahan dengan baik dan melakukan serangan dengan baik juga,” imbuh Zidane.

“Saya ingin permainan berjalan terbuka, laga yang oke bagi semua pecinta sepakbola,” lanjut pria yang berasal dari Prancis tersebut.

Zidane adalah bekas pemain sepakbola yang sempat bermain untuk Juve pada tahun 1996 hingga 2001, sebelum tampil di Real Madrid. Bersama Bianconeri, Zidane 1 kali tampil pada babak final Liga Champions pada tahun 1998, yang pada waktu tersebut bertemu dengan Los Blancos.

Pada laga tersebut Juve tunduk dengan skor 0-1 lewat angka yang diciptakan oleh Predrag Mijatovic, yang belakangan dinilai Dani Alves adalah offside. Namun, Zidane memberi tanggapan dengan tenang sebab lebih tahu keadaannya waktu itu.

“Semua orang layak atas penilaian mereka masing-masing. Ia tak ada di tempat itu namun orang dapat pikirkan apa saja yang mereka sukai. Saya cuma pkirkan laga esok,” kata dia.

Silvia Chiellini Pilih Juventus Jadi Juara di Babak Final Liga Champions

Silvia Chiellini, salah satu pesepakbola wanita tim Divisi II Spanyol C.A.P. Ciudad de Murcia yang memprediksikan jika Juventus akan menjadi juara Liga Champions musim mendatang. Juve sendiri akan berhadapan dengan Real Madrid di laga babak final. Sementara itu, Silvia adalah adik kandung pemain Juve, yakni Giorgio Chiellini.

Bagi Silvia Chiellini, Juventus memiliki kemampuan dan semangat yang tinggi dalam mendapatkan gelar juara Liga Champions di laga nanti. Si Nyonya Tua sepertinya akan berupaya balas dendam setelah kalah dalam laga di babak final Liga ini, dua tahun yang lalu.

” Saya mengetahui bahwa di babak partai final begitu sulit dengan Real Madrid yang menjadi lawan mereka. Madrid mempunyai tim yang begitu apik dan banyak pengalaman, mereka juga memegang kejuaraan di liga ini secara bertahan, ” ucap Silvia.

Walau begitu, pesepakbola wanita di Ciudad de Murcia ini menyakini bahwa klub saudaranya tersebut akan dapat menampilkan tim yang hebat dengan hasil yang maksimal. Pasalnya, Juve adalah tim dengan gaya bermain bertahan yang begitu baik di Liga ini selama musim ini. Gawang yang dilindungi oleh Gianluigi Buffon tersebut hanya kemasukan tiga gol.

Leonardo Bonucci dan rekan-rekan lainnya sudah melakukan 247 clearances, 172 intersep, dan 28 blok demi menjaga tim mereka tetap bertahan. Mereka juga sudah membukukan sekitar 136 laga di udara bersama lawan dengan tingkat kesuksesan yang tinggi yakni 58 persen.

” Walau demikian, Juve mempunyai semangat yang lebih karena dibalik semua ini ada keinginan untuk membalas dendam atas kegagalan dari Barcelona, dua tahun yang lalu, ” papar Silvia lagi.

Laga final Liga Champions ini akan segera dilaksanakan di National Stadium, Cardiff, pada awal Juni yang akan datang. Silvia akan ikut menyaksikan laga ini secara langsung untuk menyemangati sang kakak, Giorgio Chiellini yang ikut berlaga.

” Pastinya saya akan melihat laga Juventus kontra Real Madrid nantinya di final Liga Champions nanti. Saya ingin melihat performa Chiellini. Saat dia masuk dengan timnya, saya dan keluarga akan langsung mendukung dan menjadi penggemar sejatinya, ” tutup Silvia Chiellini menyudahi.

Juventus Semakin Oke di Final Sekarang Daripada 2 Musim Lalu

Masih belum lama sedari terakhir kali Juventus masuk babak final ajang Liga Champions. Namun pada musim ini Bianconeri lebih oke dan percaya untuk menargetkan trofi.

Belum lama usai 2 musim kemarin atau tepatnya di musim 2014/2015, Juve sampai pada babak final Liga Champions. Namun skuat yang di besut oleh Massimiliano Allegri pada waktu tersebut perlu merasa puas dengan menjadi runner-up setelah tunduk melawan Barcelona.

Ketidak berhasilan tersebut bikin Juve perlu menambah panjang catatan tak pernah menangkan Liga Champions yang telah berjalan sedari mereka terakhir kali menjadi juara pada musim 1995/1996. Namun, pada musim ini Juve miliki harapan untuk menyudahinya.

Para pemain Turin kembali ke babak final dan bakal melawan Real Madrid pada tanggal 4 Juni yang akan datang di Millenium Stadium, Cardiff. Paulo Dybala katakana kalau kali ini Juve semakin yakin.

Dilihat dari gabungan para pemain, pada awal musim telah terjadi peningkatan kekuatan dengan signifikan. Mereka telah kedatangan Gonzalo Higuain, Dani Alves, Miralem Pjanic, Medhi Benatia, dan Juan Cuadrado.

“Pera pemain menilai kalau kami miliki kesadaran lebih kalau pada tahun ini kami lebih solid dan miliki kepercayaan yang makin oke dibanding 2 tahun yang lalu,” imbuh Dybala.

“Saya merasa kalau kami miliki banyak pemain yang baru dan penting, dan kami telah raih banyak kemajuan pada tahun ini. Kami miliki para pemain yang telah tempilkan beberapa babak final seperti ini sebelumnya dan kami ingin hal tersebut dapat menjadi hal yang menguntungkan bagi kami,” kata dia.

Walau begitu, dilihat dari pengalaman Juve dapat dibilang tertinggal oleh Madrid. Los Blancos telah menjadi juara di ajang Liga Champions 11 kali, dengan 2 titel terbaru yang dimenangkan pada musim 2013/2014 dan 2015/2016.

Namun Dybala merasa kalau Juve pun telah tambah pengalaman lewat babak final musim 2014/2015 kemarin. Ditambah mereka miliki Dani Alves dan Sami Khedira yang sempat menangkan kompetisi ini.

“Terus terasa senang dapat tampil menghadapi para pemain seperti ini dan juga terus menjadi hal yang tidak mudah. Namun jika Anda ingin menangkan trofi ini, jadi Anda perlu menangkan laga yang paling oke,” lanjut Dybala.

“Saya telah mengobrol dengan Dani Alves serta Sami, mereka berdua merupakan pemain yang sempat menangkannya dan mereka ingin menangkan trofi ini kembali,” tegasnya.

Gianluigi Buffon Berharap Yang Terbaik Untuk Francesco Totti

Gianluigi Buffon ternyata tidak ingin ketinggalan mengucapkan penghormatannya pada sang kapten AS Roma, yakni Francesco Totti yang sudah menyudahi karirnya bersama Roma kemarin malam. Kiper Juventus ini menginginkan jika Totti dapat segera berada di tempat yang pas bagi karirnya mendatang.

Francesco Totti melakukan laga pamungkasnya dengan AS Roma yang dilaksanakan di Olimpico Stadium kontra Genoa, di Minggu (28/5/2017). Dalam laga tersebut, Roma sukses dengan skor 3-2,  walau Totti hanya menjadi pemain cadangan, namun dia tetap melakukan aksi terbaiknya.

Untuk Buffon, Totti tidak hanya teman di tim musuhnya, namun juga seorang sahabat. Keduanya pernah bersama-sama merasakan kemenangan Piala Dunia 2006 dengan Timnas Italia.

” Kami sama-sama melakukan yang terbaik di laga kami di timnas Italia. Kami juga saling berlawanan dan menjadi pesaing. Kami juga merasakan hal yang menyedihkan dan sukacita yang benar-benar menyentuh, ” ucap Buffon yang dia tuliskan dalam akun Instagram pribadinya.

Lebih lanjut, Gianluigi Buffon berharap supaya Totti mendapatkan yang terbaik untuk masa depannya selanjutnya. “ Apa pun yang akan menjadi tantangan nantinya bagi Anda, saya harap tetap yang terbaik. Dia tidak hanya menjadi pemain andalan yang akan selalu dikenang, tapi bagi saya, dia adalah musuh dan sahabat yang begitu kuat. Saya mendoakan yang terbaik untuknya, ” ujar kiper 40 tahun itu.

Sementara itu, Francesco Totti merupakan pemain yang sudah ada bersama AS Roma sejak musim 1992 yang lalu. Dirinya sudah menciptakan 307 gol dari 786 laga dengan Roma untuk semua kompetisi yang mereka jalani. Upacara perpisahan yang dilaksanakan usai laga kontra Genoa kemarin menjadi saksi bagaimana dirinya mendapat tempat istimewa di hati penggemar, rekan dan klubnya. Baca juga berita bola lengkap lainnya hanya di http://www.goldewa.com, portal berita sepakbola terbaru.

Massimiliano Allegri Ungkap Bawa Juventus Layak Menang

Menang dengan enam Scudetto secara berturut-turut menambah rekor bagi Juventus. Bianconeri semakin memantapkan jiwa yang tangguh dan catatan prestasi yang mumpuni karena gelar juara tersebut.

Juventus berhasil menang di Liga Italia musim ini setelah sukses dengan skor 3-0 atas Crotone yang dilaksanakan di Juventus Stadium, pada Minggu (21/5/2017) malam WIB. Hasil tersebut menjadikan mereka tidak akan dapat dilampaui AS Roma yang ada di peringkat kedua, dengan keunggulan empat poin dan satu laga tersisa.

Ini menjadi gelar Scudetto kemenangan yang keenam bagi Juve. Mereka menjadi tim pertama yang mencatatkan prestasi seperti ini. Walau begitu, keberhasilan Juve sudah dapat dipresiksi sejak awal musim. Mereka selalu dapat meraih posisi atas di tiap laga yang mereka lalui.

Juventus juga memiliki enam pemain baru yang berbakat, seperti Miralem Pjanic, Dani Alves, Medhi Benatia, Marko Pjaca, Gonzalo Higuain, hingga Juan Cuadrado, yang semakin mengukuhkan sepak terjang mematikan mereka. Tim Massimiliano Allegri semakin sulit dikejar di klasemen di pekan kelima.

Walau begitu, Massimiliano Allegri begitu menyukai mental dari timnya. Selain dengan kepercayaan diri yang kuat, mereka juga dapat mempertahankan prestasi di lima musim terakhir tersebut.

” Yang saya lakukan adalah memberikan selamat untuk mereka setelah kami menang di enam Scudetto, ini akan menjadi bagian sejarah klub. Para pemain berbuat sesuatu yang diluar dugaan dan itu sangat fantastis, ” kata Allegri.

Lebih lanjut, pelatih senior ini mengungkapkan bahwa tiap keberhasilan yang luar biasa, dengan keyakinan penuh dari tiap pemain. Dia juga mengatakan jika tim ini sudah berkembang dengan pesat dengan performa ketat di tiap laga demi kemenangan.

Juventus saat ini memiliki kesempatan mendapat gelar treble musim ini. Sebelum menang di liga, mereka sudah mendapatkan piala Coppa Italia dan akan ikut serta dalam babak final Liga Champions kontra Real Madrid, awal Juni nanti.

Tersisih di Liga Champions, AS Monaco Tetap Bangga

Leonardo Jardim, pelatih AS Monaco akhirnya buka suara dengan penampilan yang hasil laga mereka kontra Juventus. Walau tidak sesuai dengan hasil yang dia harapkan, namun dirinya mengaku senang dengan proses perjalanan laga mereka di Liga Champions selama musim ini. Dia tetap menghargai performa timnya sampai sejauh ini.

AS Monaco menjadi tim yang melaju dari babak fase grup sebagai juara Grup E. Mereka mengalahkan Bayer Leverkusen dan Tottenham Hotspur dalam mendapatkan posisi di babak 16 Liga Champions musim ini.

Setelah itu, Monaco kemudian beraksi dengan baik setelah mengalahkan Manchester City di laga 16 besar. Melaju ke babak perempatfinal, Monaco kembali meraih hasil positif setelah dapat menghancurkan serangan dari Borussia Dortmund dan melenggang menuju babak semifinal liga ini.

Pada prosesnya, tim ini menjadi lawan dengan kekuatan lini serang yang begitu mematikan. Sebanyak 21 gol dibukukan oleh Monaco sejak memasuki fase grup sampai menuju laga di babak perempatfinal. Falcao dan Kyliann Mbappe menjadi dua pemain dengan performa yang menarik karena kehebatannya saat merumput.

Akan tetapi, jalan Monaco sepertinya tidak dapat dilanjutkan karena kekalahan di babak semifinal dengan skor akhir 1-2 kontra Juventus pada putaran yang kedua, di hari Rabu (10/5/2017) dinihari WIB tadi. Mereka harus tersisih dengan skor agregat 1-4.

” Sementara itu, terdapat tim yang memiliki banyak jam terbang dan di lain hal, ada juga tim yang masih belum matang. Kami begitu bahagia sampai di laga babak semifinal Liga Champions musim ini dan saya sangat menghormati para pemain tim ini. Mereka sudah memberi yang terbaik untuk sampai di sini dan kami dapat mencapai hasil seri di hari ini, ” ujar Leonardo Jardim.

Lebih lanjut, pelatih AS Monaco ini mengungkapkan bahwa mereka tersisih dari liga ini dengan perasaan bangga dan saat ini akan kembali fokus mempersiapkan diri menuju laga di liga.

Sementara itu, AS Monaco memiliki kesempatan menyudahi musim dengan meraih juara Ligue 1. Sekarang, tim ini menjadi pemuncak klasemen dengan membukukan 86 poin, lebih banyak lima poin dari Paris Saint-Germain dengan tiga laga yang akan dijalani.

Prediksi Skor dan Susunan Pemain Juventus vs AS Monaco

Juventus semakin dekat dengan laga final Liga Champions mendatang. Di laga babak semifinal ini, mereka akan bertarung dengan AS Monaco, tepat di markasnya, yakni Juventus Stadium, Rabu (10/5) dini hari yang akan datang.

Juventus pada laga putaran pertama semifinal Liga Champions yang lalu, berhasil menang dengan skor akhir 0-2 di laga tandang AS Monaco, sehingga di laga ini, Juve hanya butuh hasil seri demi memantapkan langkah di babak final Liga Champion di Cardiff nantinya.

Laga di pertengahan minggu ini menjadi yang kedua bagi Monaco datang ke rumah Juve. Terakhir kali tim ini berlaga di Turin pada tahun 2015 dengan skor akhir 1-0. Di laga ini, sepertinya Monaco harus ekstra keras dengan skor minimal 3-0 jika ingin mendapatkan tiket menuju babak final.

Jelang laga ini, keduanya dalam kondisi yang berbeda. Juve dalam Serie A berhasil seri, 1-1 kontra Torino di laga kemarin. Sementara itu, Monaco dalam moment positif setelah menang atas Nancy-Loreine dengan skor akhir 3-0.

Di laga ini, Monaco diyakini akan bermain dengan offensif sejak laga dimulai. Walau performa mereka akan dihantam sulitnya pertahanan Juve yang sudah teruji mampu meredam lini serang mematikan dari Barcelona dan Monaco sendiri.

Tim tuan rumah dihambat beberapa pemain yang cedera, seperti Marko Pjaca dan Daniele Rugani. Sang pelatih, Massimiliano Allegri sepertinya akan memakai skema 4-2-3-1, dengan Gonzalo Higuain menjadi striker individu. Mario Mandzukic, Paulo Dybala, dan Juan Cuadrado bersatu di lini serang. Di lini pertahanan terdapat Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci dengan Gianluigi Buffon, sang kiper sejati.

Sementara itu, tim tamu bersama Leonardo Jardim akan kehilangan beberapa pemain andalan yang juga cedera. Mereka adalah Boschillia dan Almamy Toure. Dengan skema 4-4-2, Radamel Falcao dan Kylian Mbappe akan ditempatkan di lini serang. Thomas Lemar dan Bernardo Silva di sisi sayap. Di lini tengah, ada Timoue Bakayoko dan Fabinho. Danijel Subasic sendiri sebagai kiper.

  • Perkiraan Susunan Pemain

Juventus yakni Buffon, Sandro, Chiellini, Bonucci, Alves, Khedira, Pjanci, Mandzukic, Dybala, Cuadrado, Higuain.

AS Monaco yakni Subasic, Sidibe, Glik, Jemerson, Dirar, Lemar, Bakayoko, Fabinho, Silva, Falcao, Mbappe.

  • Prediksi Skor

Laga babak semi final Liga Champions ini dimainkan dua tim yang hebat yang pastinya akan berlangsung dengan sulit demi menuju babak final. Namun, prediksi laga ini sepertinya akan dipegang oeh tim tuan rumah, Juve dengan skor akhir 1-0.

Barcelona Dikalahkan, Kiper Terbaik Dunia Ini Urungkan Niat Pensiun

Keberhasilan dari Juventus mendapat tiket di Liga Champions 2016/2017 dipengaruhi dari performa kiper dunia dan kapten mereka, Gianluigi Buffon. Performanya saat berhadapan dengan Barcelona merupakan bukti bahwa dirinya menjadi layak menjadi salah satu kiper terbaik dunia.

Nyatanya Gianluigi Buffon juga ternyata sempat berjanji sebelum Juventus kontra Barcelona di babak perempat final Liga Champions 2016/2017. Saat itu, kiper 39 tahun itu mengungkapkan akan gantung sepatu di penghujung musim ini jika mencatatkan clean sheet dalam dua laga kontra Barcelona.

Nyatanya, Buffon dapat melakukan hal itu. Dia memperkuat I Bianconeri mengalahkan Barca dengan skor agregat 3-0. Kinerjanya di putaran awal menjadi hal yang mengesankan dengan empat penjagaan ketat serangan lawan.

” Saya awalnya akan gantung sepatu di akhir musim ini jika dapat mencatatkan rekor itu. Presiden Andrea Agnelli memberikan saran bahwa di dalam hidup seseorang dapat melakukan kesalahan, tidak perlu ragu dan tetap bermain saja. Dia memberi saya nasehat yang terbaik, ” ucap Buffon.

Bagi kiper dunia ini, menjaga gawang Juventus saat berhadapan dengan tim Spanyol menjadi sebuah hal yang menyenangkan. Ia juga menghargai pemain bek Si Nyonya Tua yang mengecoh penyerang Barca dengan sangat baik.

Dari catatan yang ditorehkan, performa di putaran awal di markas Juve jauh lebih mudah. Tim tamu dapat mencetak 16 sepakan dengan empat shot on goal. Dalam putaran kedua yang dilaksanakan di Camp Nou, Barcelona dapat menciptakan 19 peluang, dengan hanya satu shot on goal.

Saat ini, Juventus akan melawan AS Monaco di babak semifinal Liga Champions 2016/2017. Walau dinilai menajdi tim paling lemah, Monaco tetap lawan yang sulit. Terlebih saat mereka, baru mendapat hasil seri 2-2 kontra Atalanta.

” Laga yang lalu menampilkan bahwa Anda harus selalu fokus jika tidak ingin gagal. Selalu berjuang tanpa memandang siapa lawan nanti, ” tutup Gianluigi Buffon.