Tag Archives: Juventus

De Sciglio Berharap Keluar dari Milan

AC Milan katakan kalau pemain belakang mereka yaitu Mattia De Sciglio, berharap keluar dari klub. Namun, Milan cuma bakal lepas si pemain yang bersangkutan jika ada penawaran yang memang pas.

De Sciglio sering diberitakan menjadi salah satu target dari Juventus di musim panas ini. Juve sekarang ini sedang cari seorang pemain bek kanan untuk gantikan posisi Dani Alves.

Sang direktur Olahraga Milan, Massimiliano Mirabelli, belum lama ini telah berbincang dengan sang agen De Sciglio, Giovanni Branchini. Dari perbincangan itu, ketawan sudah kalau si pemain memang ingin segera keluar dari Rossoneri.

“De Sciglio? Kami telah berbicara dengan sang agennya, Branchini, sering kali dan ia beri tahu kami kalau untuk sejumlah alasan, ia (De Sciglio) putuskan berharap untuk ganti suasana,” ucap Mirabelli.

De Sciglio masih miliki kontrak yang tersisa 1 tahun lagi bersama Milan. Milan cuma akan lepaskan pemain yang berumur 24 tahun tersebut kalau Juve atau klub yang lain telah penuhi permintaan harga yang sesuai dengan mereka.

“Juve masih belum hubungi kami. Kalau mereka lakukan hal tersebut, maka mereka perlu penuhi apa yang kami inginkan. Jika tidak, ia bakal terus berada disini bersama kami sampai kontrak yang mengikatnya selesai,” imbuh Mirabelli.

De Sciglio bukan pemain yang satu-satunya dilirik oleh Juventus untuk menempati tempat bek kanan. Juve beritanya juga mengincar Danilo (Real Madrid).

Juventus Akan Dapat Sanksi Berat Dari FIFA

FIFA segera memproses masalah hukum yang berkaitan dengan transfer Paul Pogba dari klub lamanya, Juventus pindah menuju Manchester United. Beberapa waktu lalu, MU terbukti melakukan sesuai prosedur yang berlaku, sementara Juve sepertinya dapat menjadi tersangka dari kasus ini.

Juventus mendapatkan Paul Pogba dengan tanpa bayar saat kontrak pesepakbola termahal dunia ini usai dengan Manchester United di tahun 2012 yang lalu. Namun, ketika MU kembali membeli pemain Prancis tersebut dengan biaya sekitar 89,3 juta poundsterling.

Dari uang transfer Paul Pogba tersebut, tidak lantas diraup oleh Juve. Agen pemain ini, Mino Raiola, disebutkan memperoleh bagian sampai 41 juta poundsterling atau sekitar setengahnya.

Hal inilah yang lalu diproses pihak FIFA. Terdapat dugaan jika Juve dan Mino Raiola melakukan pelanggaran sehubungan dengan transfer terkait hal milik pemain dari orang ketiga. Semenjak bulan April 2015 lalu, pihak federasi sudah tidak memperbolehkan adanya kaitan orang ketiga dalam hal transfer pemain.

” Kami sudah melakukan hal yang tepat untuk masalah ini. Kami akan menjalankan proses disiplin pada Juventus FC jika terbukti nantinya. Kami tak akan memberikan komentar yang lebih banyak jika pada prosesnya masih membutuhkan penyelidikan yang lebih dalam, ” papar juru bicara FIFA.

Sang perwakilan federasi tersebut juga mengungkapkan jika pada penyelidikan yang lalu, Manchester United tidak melakukan kesalahan. Jadi masalah ini hanya akan melibatkan antara Juve dan Mino Raiola.

Jika nantinya mereka memang terbukti melanggar peraturan yang diterapkan, Juventus dapat saja mendapat hukuman yang berat dan denda oleh pihak FIFA. Sanksi berat seperti tidak diperbolehkan transfer juga akan diterapkan pada Bianconeri.

Douglas Costa Pemain Target Juventus

 

Juventus telah mulai aktivitas mereka di bursa transfer musim panas ini untuk rekrut para pemain yang ditargetkan. Salah seorang pemain yang masuk kedalam daftar incara Bianconeri ialah winger Bayern Munich yaitu Douglas Costa.

Sang pelatih Juve, Massimiliano Allegri, memberi penjelasan kalau timnya bakal berupaya merekrut para pemain yang pas untuk memakai susunan 4-2-3-1 yang menjadi pilihan utama.

“Kami perlu berupaya berikan kontinuitas untuk cara bermain yang kami gunakan sedari 4 bulan kemarin. Maka, kami bakal lihat para pemain mana yang perlu didatangkan,” ucap Allegri.

“Hingga sekarang ini, lewat hal jumlah, skuat telah sempurna kecuali di garis serang,” imbuh dia.

Dalam sejumlah hari terakhir, Juve dikatakan serius tengah gencar mendekati Douglas Costa. Mereka beritanya telah berbicara dengan agen dari si pemain yang berasal dari Brasil tersebut dan sampai pada kata sepakat. Juve sekarang ini hanya perlu bernegosiasi dengan Bayern untuk membicarakan jumlah dana transfer.

Berhubungan dengan hal tersebut, Allegri rak membantah kalau Juve memang ingin merekrut Douglas Costa.

“Ia merupakan salah seorang target kami dan ia amat memiliki bakat,” imbuh dia.

Costa bermain di 34 laga dengan Bayern di musim 2016/2017 dengan catatkan 7 angka dan 9 kali assist. Bayern beritanya pasang nominal sebesar 50 juta euro (sekitar 747 miliar rupiah ) untuk datangkan pemain tersebut.

Pemain lain yang dikaitkan dengan Juve baru-baru ini ialah pemain penyerang Sampdoria, Patrik Schick.

“Patrik Schick belum jadi pemain Juve, maka kita mestinya tidak berbicara dulu tentang dirinya. Namun, ia merupakan seorang pemain yang tak lakukan hal-hal normal,” imbuh Allegri.

Niat Buffon untuk Angkat Sepatu Masih Diragukan

 

Penjaga gawang Juventus yaitu Gianluigi Buffon, akui kalau ia miliki peluang besar untuk angkat sepatu pada tahun berikutnya. Namun rancangan tersebut bakal diragukan jika ia sukses menjadi juara di ajang Liga Champions.

Sebagai seorang pemain, karier Buffon telah semakin dekat dengan akhir. Penjaga gawang Bianconeri tersebut sekarang ini telah berada pada umur 39 tahun, dan bakal bertambah jadi 40 tahun di Januari yang akan datang.

Buffon telah miliki rencana untuk angka sepatu setelah ajang Piala Dunia Rusia 2018. Namun, rancangan tersebut bakal segera buyar jika ia dapat menjadi juara di ajang Liga Champions, turnamen yang belum pernah dimenangkan oleh dirinya.

“Angkat sepatu usai Rusia 2018? Benar, kemungkinan hal tersebut bakal terwujud dengan persentase 99,9 persen,” ujar Buffon.

“Saya bakal miliki 1 kali lagi musim yang intens dan repot dengan pekerjaan yang krusial. Kemudian, hal tersebu bakal menjadi masa yang pas untuk bilang berhenti dari perjalanan karier ini.”

“Bersama dengan Presiden (Andrea Agnelli), kami miliki sebuah peluang yang mungkin tetap bisa terjadi nanti; kalau dapat raih gelar di ajang Liga Champions, saya bakal terus bermain di musim berikutnya dan berusaha untuk bisa raih hasil oke pula di ajang Piala Dunia Antarklub dan juga trofi yang lainnya,” ucap dia.

Masa depan Buffon memang hampir sempurna dengan prestasi pada tingkat klub atau Tim nasional Italia. Dia telah 8 kali menjadi juara di ajang Serie A dan 1 kali di kompetisi Piala Dunia tahun 2006.

Cuma 1 ‘keinginan’ yang hilang dari deretan prestasi yang sudah diraih oleh Buffon, yaitu trofi di ajang Liga Champions. Tercatat, sudah 3 kali Buffon menjejakkan kaki di babak final namun tidak berhasil membawa pulang ‘Si Kuping Besar’ selama karier hidupnya.

Zidane ingin Final Berlangsung Terbuka

Sang pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, ingin pertandingan final menghadapi Juventus berlangsung terbuka. Ia percaya Bianconeri tidak hanya andalkan catenaccio.

Madrid bakal  melangsungkan laga melawan Juventus pada pertandingan final ajang Liga Champions yang akan berlangsung pada hari Minggu (4/6/2017) dinihari WIB di Stadion Millennium, Cardiff. Pada pertandingan ini, Madrid menghadapi tim dengan pertahanan paling oke di ajang Liga Champions dengan catatan baru 3 kali kemasukan angka.

Sang pelatih yang berasal dari Prancis tersebut menganggap kalau Juve bukanlah tim yang memegang filosofi catenaccio, yang sebagian besar tim Italia cenderung beratkan kekuatan di sisi defensif dan sesekali menyerang balik.

Anggapan Zidane tersebutpun ada iyanya. Sesuai data Whoscored, Juve mencatatkan rata-rata kontrol bola sampai dengan 54.8 persen, daripada dengan Madrid yang berada di jumlah 53,4 persen.

Kalau Juve bukan tipe tim yang bertahan pun dapat dilihat dari proses cetak angkanya. Dari 21 cetak angka Bianconeri di ajang Liga Champions, tidak ada satupun yang tercetak dari skema serangan balik, 14 cetak angka paling tidak lahir skema open play. Sisanya dari set piece dan penalti.

“Saya tak pikir Juve menjadi tim tradisional Italia dengan catenaccio. Mereka punya itu, namun tak cuma itu saja. Mereka tetap bertahan dengan baik dan melakukan serangan dengan baik juga,” imbuh Zidane.

“Saya ingin permainan berjalan terbuka, laga yang oke bagi semua pecinta sepakbola,” lanjut pria yang berasal dari Prancis tersebut.

Zidane adalah bekas pemain sepakbola yang sempat bermain untuk Juve pada tahun 1996 hingga 2001, sebelum tampil di Real Madrid. Bersama Bianconeri, Zidane 1 kali tampil pada babak final Liga Champions pada tahun 1998, yang pada waktu tersebut bertemu dengan Los Blancos.

Pada laga tersebut Juve tunduk dengan skor 0-1 lewat angka yang diciptakan oleh Predrag Mijatovic, yang belakangan dinilai Dani Alves adalah offside. Namun, Zidane memberi tanggapan dengan tenang sebab lebih tahu keadaannya waktu itu.

“Semua orang layak atas penilaian mereka masing-masing. Ia tak ada di tempat itu namun orang dapat pikirkan apa saja yang mereka sukai. Saya cuma pkirkan laga esok,” kata dia.

Silvia Chiellini Pilih Juventus Jadi Juara di Babak Final Liga Champions

Silvia Chiellini, salah satu pesepakbola wanita tim Divisi II Spanyol C.A.P. Ciudad de Murcia yang memprediksikan jika Juventus akan menjadi juara Liga Champions musim mendatang. Juve sendiri akan berhadapan dengan Real Madrid di laga babak final. Sementara itu, Silvia adalah adik kandung pemain Juve, yakni Giorgio Chiellini.

Bagi Silvia Chiellini, Juventus memiliki kemampuan dan semangat yang tinggi dalam mendapatkan gelar juara Liga Champions di laga nanti. Si Nyonya Tua sepertinya akan berupaya balas dendam setelah kalah dalam laga di babak final Liga ini, dua tahun yang lalu.

” Saya mengetahui bahwa di babak partai final begitu sulit dengan Real Madrid yang menjadi lawan mereka. Madrid mempunyai tim yang begitu apik dan banyak pengalaman, mereka juga memegang kejuaraan di liga ini secara bertahan, ” ucap Silvia.

Walau begitu, pesepakbola wanita di Ciudad de Murcia ini menyakini bahwa klub saudaranya tersebut akan dapat menampilkan tim yang hebat dengan hasil yang maksimal. Pasalnya, Juve adalah tim dengan gaya bermain bertahan yang begitu baik di Liga ini selama musim ini. Gawang yang dilindungi oleh Gianluigi Buffon tersebut hanya kemasukan tiga gol.

Leonardo Bonucci dan rekan-rekan lainnya sudah melakukan 247 clearances, 172 intersep, dan 28 blok demi menjaga tim mereka tetap bertahan. Mereka juga sudah membukukan sekitar 136 laga di udara bersama lawan dengan tingkat kesuksesan yang tinggi yakni 58 persen.

” Walau demikian, Juve mempunyai semangat yang lebih karena dibalik semua ini ada keinginan untuk membalas dendam atas kegagalan dari Barcelona, dua tahun yang lalu, ” papar Silvia lagi.

Laga final Liga Champions ini akan segera dilaksanakan di National Stadium, Cardiff, pada awal Juni yang akan datang. Silvia akan ikut menyaksikan laga ini secara langsung untuk menyemangati sang kakak, Giorgio Chiellini yang ikut berlaga.

” Pastinya saya akan melihat laga Juventus kontra Real Madrid nantinya di final Liga Champions nanti. Saya ingin melihat performa Chiellini. Saat dia masuk dengan timnya, saya dan keluarga akan langsung mendukung dan menjadi penggemar sejatinya, ” tutup Silvia Chiellini menyudahi.

Juventus Semakin Oke di Final Sekarang Daripada 2 Musim Lalu

Masih belum lama sedari terakhir kali Juventus masuk babak final ajang Liga Champions. Namun pada musim ini Bianconeri lebih oke dan percaya untuk menargetkan trofi.

Belum lama usai 2 musim kemarin atau tepatnya di musim 2014/2015, Juve sampai pada babak final Liga Champions. Namun skuat yang di besut oleh Massimiliano Allegri pada waktu tersebut perlu merasa puas dengan menjadi runner-up setelah tunduk melawan Barcelona.

Ketidak berhasilan tersebut bikin Juve perlu menambah panjang catatan tak pernah menangkan Liga Champions yang telah berjalan sedari mereka terakhir kali menjadi juara pada musim 1995/1996. Namun, pada musim ini Juve miliki harapan untuk menyudahinya.

Para pemain Turin kembali ke babak final dan bakal melawan Real Madrid pada tanggal 4 Juni yang akan datang di Millenium Stadium, Cardiff. Paulo Dybala katakana kalau kali ini Juve semakin yakin.

Dilihat dari gabungan para pemain, pada awal musim telah terjadi peningkatan kekuatan dengan signifikan. Mereka telah kedatangan Gonzalo Higuain, Dani Alves, Miralem Pjanic, Medhi Benatia, dan Juan Cuadrado.

“Pera pemain menilai kalau kami miliki kesadaran lebih kalau pada tahun ini kami lebih solid dan miliki kepercayaan yang makin oke dibanding 2 tahun yang lalu,” imbuh Dybala.

“Saya merasa kalau kami miliki banyak pemain yang baru dan penting, dan kami telah raih banyak kemajuan pada tahun ini. Kami miliki para pemain yang telah tempilkan beberapa babak final seperti ini sebelumnya dan kami ingin hal tersebut dapat menjadi hal yang menguntungkan bagi kami,” kata dia.

Walau begitu, dilihat dari pengalaman Juve dapat dibilang tertinggal oleh Madrid. Los Blancos telah menjadi juara di ajang Liga Champions 11 kali, dengan 2 titel terbaru yang dimenangkan pada musim 2013/2014 dan 2015/2016.

Namun Dybala merasa kalau Juve pun telah tambah pengalaman lewat babak final musim 2014/2015 kemarin. Ditambah mereka miliki Dani Alves dan Sami Khedira yang sempat menangkan kompetisi ini.

“Terus terasa senang dapat tampil menghadapi para pemain seperti ini dan juga terus menjadi hal yang tidak mudah. Namun jika Anda ingin menangkan trofi ini, jadi Anda perlu menangkan laga yang paling oke,” lanjut Dybala.

“Saya telah mengobrol dengan Dani Alves serta Sami, mereka berdua merupakan pemain yang sempat menangkannya dan mereka ingin menangkan trofi ini kembali,” tegasnya.

Gianluigi Buffon Berharap Yang Terbaik Untuk Francesco Totti

Gianluigi Buffon ternyata tidak ingin ketinggalan mengucapkan penghormatannya pada sang kapten AS Roma, yakni Francesco Totti yang sudah menyudahi karirnya bersama Roma kemarin malam. Kiper Juventus ini menginginkan jika Totti dapat segera berada di tempat yang pas bagi karirnya mendatang.

Francesco Totti melakukan laga pamungkasnya dengan AS Roma yang dilaksanakan di Olimpico Stadium kontra Genoa, di Minggu (28/5/2017). Dalam laga tersebut, Roma sukses dengan skor 3-2,  walau Totti hanya menjadi pemain cadangan, namun dia tetap melakukan aksi terbaiknya.

Untuk Buffon, Totti tidak hanya teman di tim musuhnya, namun juga seorang sahabat. Keduanya pernah bersama-sama merasakan kemenangan Piala Dunia 2006 dengan Timnas Italia.

” Kami sama-sama melakukan yang terbaik di laga kami di timnas Italia. Kami juga saling berlawanan dan menjadi pesaing. Kami juga merasakan hal yang menyedihkan dan sukacita yang benar-benar menyentuh, ” ucap Buffon yang dia tuliskan dalam akun Instagram pribadinya.

Lebih lanjut, Gianluigi Buffon berharap supaya Totti mendapatkan yang terbaik untuk masa depannya selanjutnya. “ Apa pun yang akan menjadi tantangan nantinya bagi Anda, saya harap tetap yang terbaik. Dia tidak hanya menjadi pemain andalan yang akan selalu dikenang, tapi bagi saya, dia adalah musuh dan sahabat yang begitu kuat. Saya mendoakan yang terbaik untuknya, ” ujar kiper 40 tahun itu.

Sementara itu, Francesco Totti merupakan pemain yang sudah ada bersama AS Roma sejak musim 1992 yang lalu. Dirinya sudah menciptakan 307 gol dari 786 laga dengan Roma untuk semua kompetisi yang mereka jalani. Upacara perpisahan yang dilaksanakan usai laga kontra Genoa kemarin menjadi saksi bagaimana dirinya mendapat tempat istimewa di hati penggemar, rekan dan klubnya. Baca juga berita bola lengkap lainnya hanya di http://www.goldewa.com, portal berita sepakbola terbaru.