Tag Archives: Juventus

Massimiliano Allegri Ungkap Bawa Juventus Layak Menang

Menang dengan enam Scudetto secara berturut-turut menambah rekor bagi Juventus. Bianconeri semakin memantapkan jiwa yang tangguh dan catatan prestasi yang mumpuni karena gelar juara tersebut.

Juventus berhasil menang di Liga Italia musim ini setelah sukses dengan skor 3-0 atas Crotone yang dilaksanakan di Juventus Stadium, pada Minggu (21/5/2017) malam WIB. Hasil tersebut menjadikan mereka tidak akan dapat dilampaui AS Roma yang ada di peringkat kedua, dengan keunggulan empat poin dan satu laga tersisa.

Ini menjadi gelar Scudetto kemenangan yang keenam bagi Juve. Mereka menjadi tim pertama yang mencatatkan prestasi seperti ini. Walau begitu, keberhasilan Juve sudah dapat dipresiksi sejak awal musim. Mereka selalu dapat meraih posisi atas di tiap laga yang mereka lalui.

Juventus juga memiliki enam pemain baru yang berbakat, seperti Miralem Pjanic, Dani Alves, Medhi Benatia, Marko Pjaca, Gonzalo Higuain, hingga Juan Cuadrado, yang semakin mengukuhkan sepak terjang mematikan mereka. Tim Massimiliano Allegri semakin sulit dikejar di klasemen di pekan kelima.

Walau begitu, Massimiliano Allegri begitu menyukai mental dari timnya. Selain dengan kepercayaan diri yang kuat, mereka juga dapat mempertahankan prestasi di lima musim terakhir tersebut.

” Yang saya lakukan adalah memberikan selamat untuk mereka setelah kami menang di enam Scudetto, ini akan menjadi bagian sejarah klub. Para pemain berbuat sesuatu yang diluar dugaan dan itu sangat fantastis, ” kata Allegri.

Lebih lanjut, pelatih senior ini mengungkapkan bahwa tiap keberhasilan yang luar biasa, dengan keyakinan penuh dari tiap pemain. Dia juga mengatakan jika tim ini sudah berkembang dengan pesat dengan performa ketat di tiap laga demi kemenangan.

Juventus saat ini memiliki kesempatan mendapat gelar treble musim ini. Sebelum menang di liga, mereka sudah mendapatkan piala Coppa Italia dan akan ikut serta dalam babak final Liga Champions kontra Real Madrid, awal Juni nanti.

Tersisih di Liga Champions, AS Monaco Tetap Bangga

Leonardo Jardim, pelatih AS Monaco akhirnya buka suara dengan penampilan yang hasil laga mereka kontra Juventus. Walau tidak sesuai dengan hasil yang dia harapkan, namun dirinya mengaku senang dengan proses perjalanan laga mereka di Liga Champions selama musim ini. Dia tetap menghargai performa timnya sampai sejauh ini.

AS Monaco menjadi tim yang melaju dari babak fase grup sebagai juara Grup E. Mereka mengalahkan Bayer Leverkusen dan Tottenham Hotspur dalam mendapatkan posisi di babak 16 Liga Champions musim ini.

Setelah itu, Monaco kemudian beraksi dengan baik setelah mengalahkan Manchester City di laga 16 besar. Melaju ke babak perempatfinal, Monaco kembali meraih hasil positif setelah dapat menghancurkan serangan dari Borussia Dortmund dan melenggang menuju babak semifinal liga ini.

Pada prosesnya, tim ini menjadi lawan dengan kekuatan lini serang yang begitu mematikan. Sebanyak 21 gol dibukukan oleh Monaco sejak memasuki fase grup sampai menuju laga di babak perempatfinal. Falcao dan Kyliann Mbappe menjadi dua pemain dengan performa yang menarik karena kehebatannya saat merumput.

Akan tetapi, jalan Monaco sepertinya tidak dapat dilanjutkan karena kekalahan di babak semifinal dengan skor akhir 1-2 kontra Juventus pada putaran yang kedua, di hari Rabu (10/5/2017) dinihari WIB tadi. Mereka harus tersisih dengan skor agregat 1-4.

” Sementara itu, terdapat tim yang memiliki banyak jam terbang dan di lain hal, ada juga tim yang masih belum matang. Kami begitu bahagia sampai di laga babak semifinal Liga Champions musim ini dan saya sangat menghormati para pemain tim ini. Mereka sudah memberi yang terbaik untuk sampai di sini dan kami dapat mencapai hasil seri di hari ini, ” ujar Leonardo Jardim.

Lebih lanjut, pelatih AS Monaco ini mengungkapkan bahwa mereka tersisih dari liga ini dengan perasaan bangga dan saat ini akan kembali fokus mempersiapkan diri menuju laga di liga.

Sementara itu, AS Monaco memiliki kesempatan menyudahi musim dengan meraih juara Ligue 1. Sekarang, tim ini menjadi pemuncak klasemen dengan membukukan 86 poin, lebih banyak lima poin dari Paris Saint-Germain dengan tiga laga yang akan dijalani.

Prediksi Skor dan Susunan Pemain Juventus vs AS Monaco

Juventus semakin dekat dengan laga final Liga Champions mendatang. Di laga babak semifinal ini, mereka akan bertarung dengan AS Monaco, tepat di markasnya, yakni Juventus Stadium, Rabu (10/5) dini hari yang akan datang.

Juventus pada laga putaran pertama semifinal Liga Champions yang lalu, berhasil menang dengan skor akhir 0-2 di laga tandang AS Monaco, sehingga di laga ini, Juve hanya butuh hasil seri demi memantapkan langkah di babak final Liga Champion di Cardiff nantinya.

Laga di pertengahan minggu ini menjadi yang kedua bagi Monaco datang ke rumah Juve. Terakhir kali tim ini berlaga di Turin pada tahun 2015 dengan skor akhir 1-0. Di laga ini, sepertinya Monaco harus ekstra keras dengan skor minimal 3-0 jika ingin mendapatkan tiket menuju babak final.

Jelang laga ini, keduanya dalam kondisi yang berbeda. Juve dalam Serie A berhasil seri, 1-1 kontra Torino di laga kemarin. Sementara itu, Monaco dalam moment positif setelah menang atas Nancy-Loreine dengan skor akhir 3-0.

Di laga ini, Monaco diyakini akan bermain dengan offensif sejak laga dimulai. Walau performa mereka akan dihantam sulitnya pertahanan Juve yang sudah teruji mampu meredam lini serang mematikan dari Barcelona dan Monaco sendiri.

Tim tuan rumah dihambat beberapa pemain yang cedera, seperti Marko Pjaca dan Daniele Rugani. Sang pelatih, Massimiliano Allegri sepertinya akan memakai skema 4-2-3-1, dengan Gonzalo Higuain menjadi striker individu. Mario Mandzukic, Paulo Dybala, dan Juan Cuadrado bersatu di lini serang. Di lini pertahanan terdapat Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci dengan Gianluigi Buffon, sang kiper sejati.

Sementara itu, tim tamu bersama Leonardo Jardim akan kehilangan beberapa pemain andalan yang juga cedera. Mereka adalah Boschillia dan Almamy Toure. Dengan skema 4-4-2, Radamel Falcao dan Kylian Mbappe akan ditempatkan di lini serang. Thomas Lemar dan Bernardo Silva di sisi sayap. Di lini tengah, ada Timoue Bakayoko dan Fabinho. Danijel Subasic sendiri sebagai kiper.

  • Perkiraan Susunan Pemain

Juventus yakni Buffon, Sandro, Chiellini, Bonucci, Alves, Khedira, Pjanci, Mandzukic, Dybala, Cuadrado, Higuain.

AS Monaco yakni Subasic, Sidibe, Glik, Jemerson, Dirar, Lemar, Bakayoko, Fabinho, Silva, Falcao, Mbappe.

  • Prediksi Skor

Laga babak semi final Liga Champions ini dimainkan dua tim yang hebat yang pastinya akan berlangsung dengan sulit demi menuju babak final. Namun, prediksi laga ini sepertinya akan dipegang oeh tim tuan rumah, Juve dengan skor akhir 1-0.

Barcelona Dikalahkan, Kiper Terbaik Dunia Ini Urungkan Niat Pensiun

Keberhasilan dari Juventus mendapat tiket di Liga Champions 2016/2017 dipengaruhi dari performa kiper dunia dan kapten mereka, Gianluigi Buffon. Performanya saat berhadapan dengan Barcelona merupakan bukti bahwa dirinya menjadi layak menjadi salah satu kiper terbaik dunia.

Nyatanya Gianluigi Buffon juga ternyata sempat berjanji sebelum Juventus kontra Barcelona di babak perempat final Liga Champions 2016/2017. Saat itu, kiper 39 tahun itu mengungkapkan akan gantung sepatu di penghujung musim ini jika mencatatkan clean sheet dalam dua laga kontra Barcelona.

Nyatanya, Buffon dapat melakukan hal itu. Dia memperkuat I Bianconeri mengalahkan Barca dengan skor agregat 3-0. Kinerjanya di putaran awal menjadi hal yang mengesankan dengan empat penjagaan ketat serangan lawan.

” Saya awalnya akan gantung sepatu di akhir musim ini jika dapat mencatatkan rekor itu. Presiden Andrea Agnelli memberikan saran bahwa di dalam hidup seseorang dapat melakukan kesalahan, tidak perlu ragu dan tetap bermain saja. Dia memberi saya nasehat yang terbaik, ” ucap Buffon.

Bagi kiper dunia ini, menjaga gawang Juventus saat berhadapan dengan tim Spanyol menjadi sebuah hal yang menyenangkan. Ia juga menghargai pemain bek Si Nyonya Tua yang mengecoh penyerang Barca dengan sangat baik.

Dari catatan yang ditorehkan, performa di putaran awal di markas Juve jauh lebih mudah. Tim tamu dapat mencetak 16 sepakan dengan empat shot on goal. Dalam putaran kedua yang dilaksanakan di Camp Nou, Barcelona dapat menciptakan 19 peluang, dengan hanya satu shot on goal.

Saat ini, Juventus akan melawan AS Monaco di babak semifinal Liga Champions 2016/2017. Walau dinilai menajdi tim paling lemah, Monaco tetap lawan yang sulit. Terlebih saat mereka, baru mendapat hasil seri 2-2 kontra Atalanta.

” Laga yang lalu menampilkan bahwa Anda harus selalu fokus jika tidak ingin gagal. Selalu berjuang tanpa memandang siapa lawan nanti, ” tutup Gianluigi Buffon.

Incoming search terms:

  • kiper terbaik liga champions 2017

Kalahkan Genoa, Allegri : Mereka Bukan Lawan Yang Mudah

Juventus memang sukses mengalahkan Genoa dengan skor baik 4-0. Akan tetapi, sang pelatih yakni Massimiliano Allegri menilai bahwa laga tersebut berjalan dengan sangat sulit dan menekan.

Bianconeri berhadapan dengan Genoa yang dilaksanakan di Juventus Stadium, pada Senin (24/4/2017) dinihari WIB tadi. Pesta gol Juve dimulai pada menit ke-17 ketika Ezequiel Munoz mencetak gol bunuh diri.

Hanya beda satu menit, Juve sudah mengejar tim lawan dengan skor 2-0 dari sepakan Paulo Dybala. Setelah itu, Mario Mandzukic secara pasti menambah skor jadi 3-0 sebelum jeda laga.

Usai waktu istirahat, bek Juve yakni Leonardo Bonucci secara mengejutkan tampil dengan permainan yang biasanya dilakukan. Bonucci memainkan bola secara individu di tengah lapangan menuju kotak penalti, sebelum kemudian menyudahinya dengan sepakan yang jitu. Juve secara pasti mendapat kemenangan dengan skor 4-0.

” Laga ini memang tidak mudah dilakukan. Genoa benar-benar bermain dengan mematikan saat berhadapan dengan Lazio yang akhirnya imbang 2-2 dan mempunyai motivasi tambahan dengan hadirnya pelatih mereka. Di laga ini, jelas kami kesulitan, namun kami bisa mengatasinya dengan baik, , ” ucap Allegri.

Lebih lanjut, Massimiliano Allegri menyebut bahwa tim lawan membuat mereka kesulitan dengan performa yang dilakukan mereka di lapangan. Tim Juventus terlihat begitu sulit saat bergerak di lapangan. “ Mereka pintar dalam memainkan lawannya dan kami kesulitan lepas dari penjagaan mereka. ” paparnya lagi.

Dengan keberhasilan tersebut, Juventus saat ini sudah memiliki 83 poin dari 33 laga lebih banyak sembilan poin dari AS Roma yang saat ini ada di posisi yang kedua. Sepertinya mendapatkan Scudetto keenam pastinya semakin dekat.

” Kami belum dapat menggenggap Scudetto, kami harus mengumpulkan delapan poin demi menjaga posisinya dan gelar di tangan. Saat ini, kami memiliki beberapa hari untuk bersiap melawan Atalanta di laga tandang yang pasti menekan juga, ” tutup Massimiliano Allegri.

Luis Enrique Beri Semangat dan Dukungan Pada Juventus di Liga Champions

Sang pelatih Barcelona yakni Luis Enrique tidak ingin menyalahkan siapapun dari kegagalan yang dialami oleh timnya saat berhadapan dengan Juventus di babak perempat final Liga Champions 2016/2017. Bagi Enrique, Juve adalah tim yang memang layak mendapat kesempatan dari performa mengesankan dari mereka.

Perlawanan yang dimainkan Barcelona dan Juventus di laga putaran kedua di babak perempat final Liga Champions 2016/2017 yang dilaksanakan di Camp Nou, pada Kamis (20/4/2017) dinihari WIB, berjalan dengan baik. Walau tidak baik dalam mendominasi bola, Barca tetap tak dapat mencetakkan gol ke gawang lawan yang dijaga ketat Gianluigi Buffon.

Hal ini menjadikan mereka tidak dapat menjaga posisi setelah kalah 0-3 di laga pertama. Akhirnya, Blaugrana harus tersisih tidak dapat melanjutkan perjuangan di babak selanjutnya liga yang merupakan kedua di musim yang berurut-turut.

” Ini merupakan dunia sepak bola. Kami ingin merumput dengan baik dan memiliki banyak sepakan yang on target. Namun, di malam tadi, kami tidak begitu tajam. Untuk nantinya, mereka memiliki pelatih, pemain, dan semua yang diperlukan demi menang di Liga Champions, ” tutur Enrique.

Dengan skor 3-0 di putaran pertama memang memberikan hal baik bagi Juventus ketika bermain di putaran kedua. Alasannya adalah tim Massimiliano Allegri dapat lebih fokus melindungi pertahanan dan terlalu banyak memberikan ruang untuk sang tuan rumah.

Hal yang sama juga dilakukan pemain Barcelona, yakni Gerard Pique. Dirinya sempat beberapa kali menempati wilayah depan demi melakukan penyerangan. Tapi, usahanya tidak membuahkan gol.  “Mereka bermain dengan bertahan yang baik. Hari ini mereka menang dengan memainkan gaya sepak bola yang cocok bagi tim ini. Di dua laga, Juve memang tampil mengesankan, ” papar Pique.

” Mereka memang pantas maju ke babak semifinal Liga Champions 2016/2017, ” ia menambahkan.

Nyaris Ke Juventus, Negosiasi Jam 4 Pagi Buat Nainggolan Pilih Roma

Mantan pemimpin Olahraga dari AS Roma yakni Walter Sabatini membuka proses transfer Radja Nainggolan. Ternyata pesepakbola dunia ini sempat akan bergabung dengan Juventus sebelum kemudian bergabung dengan Roma.

Radja Nainggolan diperoleh Roma dari Cagliari sebagai pemain pinjaman dalam bursa transfer pada Januari 2014 lalu. Saat itu, AS Roma memberikan tiga juta euro sewaktu dirinya menjadi pemain pinjaman dalam waktu enam bulan. Pada kesepakatan itu ada pilihan untuk Roma memberikan 6 juta euro di awal musim 2014/2015 jika ingin mendapatkan setengah statu pemilikan Nainggolan.

Seiring waktu berjalan, Roma akhirnya memutuskan untuk membeli setengah pemilikan Nainggolan dari Cagliari di musim 2014 silam. Gelandang timnas Belgia itu akhirnya menjadi pemain permanen Roma di tahun 2015.

Walter Sabatini, yang kini tidak bersama Roma sejak Oktober 2016 lalu, mengisahkan proses dirinya memperoleh Nainggolan di bursa transfer musim panas 2014 lalu. Bermula dari proses negosiasi yang dilakukan pada dinihari sukses mengubah pilihan Nainggolan dan tetap memperkuat Roma.

” Saya mengetahui dengan jelas bagaimana kondisi Radja Nainggolan kala itu. Itu hanya dapat dilaksanakan oleh sosok yang mendapat dukungan penuh dari klubnya. Pada waktu itu, dia sudah akan ke Juventus, namun kami melakukan negosiasi pada waktu yang tidak mungkin, yaitu pukul 4 dini hari. Kemudian dengan jumlah 9 juta Euro kepada Cagliari kami memiliki setengah pemain ini, ” ujar Sabtini.

Menurut Sabtini, hal tersebut merupakan pekerjaan yang gila, namun dirinya merasa memiliki nyali dan mengetahui dia dibutuhkan oleh AS Roma, jadi dirinya melakukan semua untuk memperoleh salah satu pesepakbola dunia ini.

” Saat itu, saya mendapat dukungan penuh dari Presiden Roma, James Pallotta untuk mendapatkan Nainggolan, yang menyakini dia merupakan salah satu pemain masa depan untuk Roma, ” ucapnya lagi.

Radja Nainggolan saat ini memang menjadi salah satu pemain inti Giallorossi. Selama musim ini, gelandang 28 tahun itu sudah membukukan 12 gol dan menciptakan empat assist bagi Roma di semua laga mereka.