Tag Archives: Juventus

Kalahkan Genoa, Allegri : Mereka Bukan Lawan Yang Mudah

Juventus memang sukses mengalahkan Genoa dengan skor baik 4-0. Akan tetapi, sang pelatih yakni Massimiliano Allegri menilai bahwa laga tersebut berjalan dengan sangat sulit dan menekan.

Bianconeri berhadapan dengan Genoa yang dilaksanakan di Juventus Stadium, pada Senin (24/4/2017) dinihari WIB tadi. Pesta gol Juve dimulai pada menit ke-17 ketika Ezequiel Munoz mencetak gol bunuh diri.

Hanya beda satu menit, Juve sudah mengejar tim lawan dengan skor 2-0 dari sepakan Paulo Dybala. Setelah itu, Mario Mandzukic secara pasti menambah skor jadi 3-0 sebelum jeda laga.

Usai waktu istirahat, bek Juve yakni Leonardo Bonucci secara mengejutkan tampil dengan permainan yang biasanya dilakukan. Bonucci memainkan bola secara individu di tengah lapangan menuju kotak penalti, sebelum kemudian menyudahinya dengan sepakan yang jitu. Juve secara pasti mendapat kemenangan dengan skor 4-0.

” Laga ini memang tidak mudah dilakukan. Genoa benar-benar bermain dengan mematikan saat berhadapan dengan Lazio yang akhirnya imbang 2-2 dan mempunyai motivasi tambahan dengan hadirnya pelatih mereka. Di laga ini, jelas kami kesulitan, namun kami bisa mengatasinya dengan baik, , ” ucap Allegri.

Lebih lanjut, Massimiliano Allegri menyebut bahwa tim lawan membuat mereka kesulitan dengan performa yang dilakukan mereka di lapangan. Tim Juventus terlihat begitu sulit saat bergerak di lapangan. “ Mereka pintar dalam memainkan lawannya dan kami kesulitan lepas dari penjagaan mereka. ” paparnya lagi.

Dengan keberhasilan tersebut, Juventus saat ini sudah memiliki 83 poin dari 33 laga lebih banyak sembilan poin dari AS Roma yang saat ini ada di posisi yang kedua. Sepertinya mendapatkan Scudetto keenam pastinya semakin dekat.

” Kami belum dapat menggenggap Scudetto, kami harus mengumpulkan delapan poin demi menjaga posisinya dan gelar di tangan. Saat ini, kami memiliki beberapa hari untuk bersiap melawan Atalanta di laga tandang yang pasti menekan juga, ” tutup Massimiliano Allegri.

Luis Enrique Beri Semangat dan Dukungan Pada Juventus di Liga Champions

Sang pelatih Barcelona yakni Luis Enrique tidak ingin menyalahkan siapapun dari kegagalan yang dialami oleh timnya saat berhadapan dengan Juventus di babak perempat final Liga Champions 2016/2017. Bagi Enrique, Juve adalah tim yang memang layak mendapat kesempatan dari performa mengesankan dari mereka.

Perlawanan yang dimainkan Barcelona dan Juventus di laga putaran kedua di babak perempat final Liga Champions 2016/2017 yang dilaksanakan di Camp Nou, pada Kamis (20/4/2017) dinihari WIB, berjalan dengan baik. Walau tidak baik dalam mendominasi bola, Barca tetap tak dapat mencetakkan gol ke gawang lawan yang dijaga ketat Gianluigi Buffon.

Hal ini menjadikan mereka tidak dapat menjaga posisi setelah kalah 0-3 di laga pertama. Akhirnya, Blaugrana harus tersisih tidak dapat melanjutkan perjuangan di babak selanjutnya liga yang merupakan kedua di musim yang berurut-turut.

” Ini merupakan dunia sepak bola. Kami ingin merumput dengan baik dan memiliki banyak sepakan yang on target. Namun, di malam tadi, kami tidak begitu tajam. Untuk nantinya, mereka memiliki pelatih, pemain, dan semua yang diperlukan demi menang di Liga Champions, ” tutur Enrique.

Dengan skor 3-0 di putaran pertama memang memberikan hal baik bagi Juventus ketika bermain di putaran kedua. Alasannya adalah tim Massimiliano Allegri dapat lebih fokus melindungi pertahanan dan terlalu banyak memberikan ruang untuk sang tuan rumah.

Hal yang sama juga dilakukan pemain Barcelona, yakni Gerard Pique. Dirinya sempat beberapa kali menempati wilayah depan demi melakukan penyerangan. Tapi, usahanya tidak membuahkan gol.  “Mereka bermain dengan bertahan yang baik. Hari ini mereka menang dengan memainkan gaya sepak bola yang cocok bagi tim ini. Di dua laga, Juve memang tampil mengesankan, ” papar Pique.

” Mereka memang pantas maju ke babak semifinal Liga Champions 2016/2017, ” ia menambahkan.

Nyaris Ke Juventus, Negosiasi Jam 4 Pagi Buat Nainggolan Pilih Roma

Mantan pemimpin Olahraga dari AS Roma yakni Walter Sabatini membuka proses transfer Radja Nainggolan. Ternyata pesepakbola dunia ini sempat akan bergabung dengan Juventus sebelum kemudian bergabung dengan Roma.

Radja Nainggolan diperoleh Roma dari Cagliari sebagai pemain pinjaman dalam bursa transfer pada Januari 2014 lalu. Saat itu, AS Roma memberikan tiga juta euro sewaktu dirinya menjadi pemain pinjaman dalam waktu enam bulan. Pada kesepakatan itu ada pilihan untuk Roma memberikan 6 juta euro di awal musim 2014/2015 jika ingin mendapatkan setengah statu pemilikan Nainggolan.

Seiring waktu berjalan, Roma akhirnya memutuskan untuk membeli setengah pemilikan Nainggolan dari Cagliari di musim 2014 silam. Gelandang timnas Belgia itu akhirnya menjadi pemain permanen Roma di tahun 2015.

Walter Sabatini, yang kini tidak bersama Roma sejak Oktober 2016 lalu, mengisahkan proses dirinya memperoleh Nainggolan di bursa transfer musim panas 2014 lalu. Bermula dari proses negosiasi yang dilakukan pada dinihari sukses mengubah pilihan Nainggolan dan tetap memperkuat Roma.

” Saya mengetahui dengan jelas bagaimana kondisi Radja Nainggolan kala itu. Itu hanya dapat dilaksanakan oleh sosok yang mendapat dukungan penuh dari klubnya. Pada waktu itu, dia sudah akan ke Juventus, namun kami melakukan negosiasi pada waktu yang tidak mungkin, yaitu pukul 4 dini hari. Kemudian dengan jumlah 9 juta Euro kepada Cagliari kami memiliki setengah pemain ini, ” ujar Sabtini.

Menurut Sabtini, hal tersebut merupakan pekerjaan yang gila, namun dirinya merasa memiliki nyali dan mengetahui dia dibutuhkan oleh AS Roma, jadi dirinya melakukan semua untuk memperoleh salah satu pesepakbola dunia ini.

” Saat itu, saya mendapat dukungan penuh dari Presiden Roma, James Pallotta untuk mendapatkan Nainggolan, yang menyakini dia merupakan salah satu pemain masa depan untuk Roma, ” ucapnya lagi.

Radja Nainggolan saat ini memang menjadi salah satu pemain inti Giallorossi. Selama musim ini, gelandang 28 tahun itu sudah membukukan 12 gol dan menciptakan empat assist bagi Roma di semua laga mereka.