Tag Archives: FIFA

Poster Piala Dunia 2018

Selang beberapa hari menjelang drawing Piala Dunia 2018, FIFA telah keluarkan sebuah poster resmi dari ajang sepakbola terbesar di dunia tersebut. Poster tersebut nampak bergaya retro yang unik.

Poster itu mengetengahkan seorang kiper legendaris Rusia Lev Yashin. Yashin, yang disebut sebagai salah satu penjaga gawang paling oke sepanjang masa, digambarkan tengah lakukan aksi penyelamatan dengan 1 tangan.

Poster itu dibuat dengan gaya retro, sampai memiliki sebuah kesan jadul yang kental. Termasuk juga dalam penempatan warna dan desain. Dikutip dari situs resmi FIFA, poster ini diciptakan oleh seorang artis Rusia bernama Igor Gurovich.

“Poster resmi ajang Piala Dunia 2018 ialah refleksi yang sempurna dari sebuah seni Rusia dan warisan sepakbola,” ucap Sekjen FIFA, Fatma Samoura.

Berhubungan dengan sosok Lev Yashin, sang penjaga gawang adalah salah satu pemain paling oke yang pernah dimiliki Russia. Yashin, yang sudah 4 kali bermain di Piala Dunia, sekarang ini masih menjadi satu-satunya penjaga gawang yang sukses meraih Ballon d’or.

Yashin ada di poster tersebut dengan pakaian khasnya, kaus dan celana berwarna hitam plus topi. Ia digambarkan tengah menahan sebuah bola, yang juga bergaya retro. Bola tersebut pun terbagi dalam 2 bagian, di mana salah satunya menggambarkan daratan Russia kalau dilihat dari angkasa.

Piala Dunia 2018 bakal berlangsung di Rusia pada tanggal 14 Juni sampai 15 Juli yang akan datang. Sedangkan pengudian tahap grup bakal berlangsung pada tanggal 1 Desember lusa.

Rancangan La Liga Memakai VAR di Musim 2018/2019

La Liga sudah bersiap muntuk ikuti jejak di Serie A dan Bundesliga untuk memakai Video Assistant Referee (VAR). Mereka miliki rancangan untuk memakainya pada musim 2018/2019.

VAR merupakan sebuah terobosan yang diterapkan oleh FIFA. Memakai teknologi tayangan ulang tersebut dapat menolong wasit lewat mengambil peluang berhubungan dengan cetak angka, kartu merah, sampai penalti.

Pada sejumlah liga sepakbola seperti di Australia, Brasil dan Belanda, VAR telah dipakai. Di ajang liga top, Serie A Italia dan Bundesliga pun secara resmi menggunakannya pada musim ini.

Terlepas masih banyaknya kontroversi pemakaian VAR, La Liga miliki rancangan memakainya pula di musim 2018/2019. Hal tersebut dikatakan oleh sang presiden Federasi Sepakbola Spanyol, Juan Luis Larrea.

“Musim berikutnya, hal tersebut orientasi kami. Teknologi telah hadir di sepakbola dan anda perlu dapat terimaitu,” kata Larrea.

La Liga jadi salah satunya liga top Eropa yang malah masih belum memakai teknologi garis gawang untuk menolong jalannya laga.

Rencangannya untuk VAR nanti, mereka bakal lakukan uji coba terlebih dahulu di lebih dari 70 laga. Selain La Liga, Premier League pun masih belum memakai teknologi tersebut.

FIFA Berduka Cita Meninggalnya Choirul Huda

Meninggalnya sang penjaga gawang Persela Lamongan yaitu Choirul Huda telah membuat banyak public ikut berbela sungkawa, sepakbola internasional juga ikut menyoroti hal tersebut. FIFA juga mengucapkan ungkapan berduka cita.

Choirul Huda yang sekarang ini berumur 38 tahun, meninggal dunia di RSUD dr Soegiri, Lamongan, pada hari Minggu (15/10/2017), usai terjadi insiden tabrakan dengan teman satu timnya, Ramon Rodrigues, menjelang akhir babak pertama pertandingan antara Persela vs Semen Padang di Stadion Surajaya.

Meninggalnya Choirul Huda jadi sebuah pukulan telak bagi Persela. Karena, ia merupakan sang kapten serta salah satu pemain yang cuma tampil untuk Laskar Joko Tingkir sedari 1999.

Ungkapan belasungkawa juga mengalir dari berbagai kubu. Tidak terkecuali FIFA sebagai induk organisasi sepakbola dunia. Lewat akun Instagram resmi mereka, FIFA ikut berdoa atas meninggalnya Choirul Huda.

“Berita tragis di Indonesia hari ini, usai penjaga gawnag paling populer Choirul Huda telah meninggal dunia setelah terjadi insiden bertabrakan di lapangan. Kami ucapkan belasungkawa yang tulus untuk keluarga Choirul, klub, dan para penggemarnya di Indonesia,” tulis FIFA.

Meninggalnya Choirul Huda pun menjadi pemberitaan para media luar negeri, seperti BBC, Marca, Washington Post, The Sun, Mirror, sampai La Gazzetta dello Sport.

Juventus Akan Dapat Sanksi Berat Dari FIFA

FIFA segera memproses masalah hukum yang berkaitan dengan transfer Paul Pogba dari klub lamanya, Juventus pindah menuju Manchester United. Beberapa waktu lalu, MU terbukti melakukan sesuai prosedur yang berlaku, sementara Juve sepertinya dapat menjadi tersangka dari kasus ini.

Juventus mendapatkan Paul Pogba dengan tanpa bayar saat kontrak pesepakbola termahal dunia ini usai dengan Manchester United di tahun 2012 yang lalu. Namun, ketika MU kembali membeli pemain Prancis tersebut dengan biaya sekitar 89,3 juta poundsterling.

Dari uang transfer Paul Pogba tersebut, tidak lantas diraup oleh Juve. Agen pemain ini, Mino Raiola, disebutkan memperoleh bagian sampai 41 juta poundsterling atau sekitar setengahnya.

Hal inilah yang lalu diproses pihak FIFA. Terdapat dugaan jika Juve dan Mino Raiola melakukan pelanggaran sehubungan dengan transfer terkait hal milik pemain dari orang ketiga. Semenjak bulan April 2015 lalu, pihak federasi sudah tidak memperbolehkan adanya kaitan orang ketiga dalam hal transfer pemain.

” Kami sudah melakukan hal yang tepat untuk masalah ini. Kami akan menjalankan proses disiplin pada Juventus FC jika terbukti nantinya. Kami tak akan memberikan komentar yang lebih banyak jika pada prosesnya masih membutuhkan penyelidikan yang lebih dalam, ” papar juru bicara FIFA.

Sang perwakilan federasi tersebut juga mengungkapkan jika pada penyelidikan yang lalu, Manchester United tidak melakukan kesalahan. Jadi masalah ini hanya akan melibatkan antara Juve dan Mino Raiola.

Jika nantinya mereka memang terbukti melanggar peraturan yang diterapkan, Juventus dapat saja mendapat hukuman yang berat dan denda oleh pihak FIFA. Sanksi berat seperti tidak diperbolehkan transfer juga akan diterapkan pada Bianconeri.