Prediksi Skor dan Susunan Pemain AC Milan vs AS Roma

Memasuki minggu ke-35 Serie A ini, AC Milan akan bertarung dengan AS Roma. Laga ini akan dilaksanakan di San Siro, pada Senin (8/5) dini hari WIB.

Kontra AS Roma, catatan AC Milan dalam sembilan laga Serie A bersama Roma hanya menghasilkan 1 kali kemenangan, empat dengan hasil seri dan empat kegagalan. Laga awal di musim ini, Rossoneri menjalani laga tandang ke Roma, dengan hasil kegagalan, 1-0. Seharusnya di laga ini dengan fansnya sendiri, Milan wajib mencatatkan kemenangan.

Kemenangan memang hal yang harus mereka raih, jika tidak tiket menuju laga di Eropa akan hilang. Alasannya dalam empat laga sampai akhir musim, Milan masih berada di posisi keenam klasemen dengan selisih lima nilai dari Atalanta yang sudah menduduki batas terakhir menuju Liga Europa musim ini.

Jelang laga, tim dari Vincenzo Montella dalam kondisi yang labil. Dari lima laga, mereka hanya sekali menang, saat berhadapan dengan Palermo, tiga kali seri dan kalah satu kali. Selain mengenai mental, Milan juga bermasalah dalam hal pemain. Alessio Romagnoli, Bonaventura, Abate dan Luca Antonelli masih dalam kondisi cedera. Jurac Kucka juga masih menjalani hukuman kartu merah.

Di sisi lain, tim AS Roma juga dalam kondisi buruk sejak kalah dari Lazio. Mereka juga kehilangan beberapa pemain, seperti Kevin Strootman dan Antonio Rudiger yang masih menjalani akumulasi kartu.  Namun, tim Luciano Spalletti masih memiliki beberapa pemain terbaik.

  • Perkiraan Susunan Pemain :

AC Milan dengan skema 4-3-3, yakni Donnarumma, Calabria, Paletta, Zapata, Sciglio, Pasalic, Sosa, Fernandez, Suso, Bacca, Deulofeu.

AS Roma dengan skema 4-2-3-1, yakni Szczesny, Emerson, Fazio, Manolas, Peres, Rossi, Paredes, Shaarawy, Nainggolan, Salah, Dzeko.

  • Prediksi Skor

Kedua tim di laga Serie A di San Siro kali ini sama-sama bertujuan mendapatkan tiket Liga europa musim mendatang. Namun, prediksi laga ini akan dimenangkan oleh Milan dengan skor 2-1.

Jose Mourinho Akan Terapkan Aturan Pemakaian Media Sosial di MU

Salah satu bintang Manchester United sekaligus pesepakbola termahal dunia yakni Paul Pogba sepertinya tidak akan dapat lagi menggunakan media sosial dengan bebas. Ini merupakan peraturan baru dari pelatih MU yakni Jose Mourinho yang disebutkan akan membatasi pemakaian media sosial pesepakbola miliknya.

Disebutkan jika Jose Mourinho tidak begitu nyaman dengan banyaknya pemain Manchester United yang sangat aktif di dunia maya. Pelatih MU ini berniat mengurangi banyaknya informasi yang beradal dari klubnya tersebut di waktu-waktu tertentu, dengan membuat peraturan tersebut untuk pemain di timnya.

Pelatih dari Portugal itu akan segera menerapkan aturan yang baru tentang apa yang dapat dan tidak dapat dishare ke publik oleh skuat MU dalam beberapa media sosial milik mereka, diantaranya Twitter, Facebook, Snapchat hingga Instagram.

Salah satu yang sangat ingin dicegah oleh Mourinho adalah foto-foto yang biasa diupload para bintang lapangannya terkait sesi latihan dan berita tentang tim yang akan berlaga dalam waktu 48 jam ke depan, contoh yang lain adalah saat mereka sedang dalam bus menuju stadion tempat berlaga.

Menajer ini berharap pemainnya tersebut lebih fokus menyiapkan diri sebelum melakukan laga daripada menyibukkan diri dengan media sosial milik mereka. Peraturan ini menjadi salah satu tujuan pelatih senior ini demi menjadikan MU kembali menjadi klub yang ditakuti setelah reputasi mereka turun drastis setelah Sir Alex Ferguson tak lagi menjadi pelatih MU.

Jika benar Mourinho akan memberlakukan aturan baru pembatasan penggunaan media sosial pesepakbola di klub ini, maka bintang Manchester United seperti Paul Pogba, Jesse Lingard dan Luke Shaw akan jarang terlihat lagi di dunia maya.

Sang pesepakbola termahal dunia ini memang yang paling getol di sosial media. Bahkan beberapa hari terakhir, di Twitternya, Paul Pogba resmi merilis emoji khusus dengan gambar mantan pemain Juventus itu.

Karena Jose Mourinho, Tiemoue Bakayoko Pikir Ulang Gabung ke MU

Manchester United menjadi salah satu klub sepakbola dunia yang begitu menginginkan pemain gelandang andalan AS Monaco, yakni Tiemoue Bakayoko. Setan Merah sepertinya ingin memasangkan Bakayoko dengan pemain andalan termasuk pemain termahal di dunia saat ini, yakni Paul Pogba.

Disebutkan jika Tiemoue Bakayoko menjadi target inti Manchester United dalam menyelesaikan masalah kerapuhan di lini tengah yang menjadi hambatan mereka selama musim ini. Sang pelatih MU, yakni Jose Mourinho begitu ingin mendapatkan Bakayoko yang selama bersama AS Monaco sudah berhasil melaju ke babak semifinal Liga Champions musim ini.

Penawaran dari MU memang sempat membuka peluang yang besar karena Bakayoko mengaku tertarik bermain bersama salah satu klub sepakbola dunia tersebut. Bahkan, dia sudah bersiap bergabung ke Old Trafford karena memang memiliki keinginan untuk bermain bersama Paul Pogba di lini tengah.

Akan tetapi, akhir-akhri ini, Bakayoko sepertinya tidak ingin melanjutkan keinginannya tersebut. Beberapa media setempat mengabarkan bahwa pesepakbola dari Pantai Gading ini saat ini sudah lebih mengutamakan penawaran dari Chelsea di bursa transfer mendatang.

Tiemoue Bakayoko sepertinya khawatir untuk bergabung dengan Manchester United karena Jose Mourinho. Bakayoko merasa kurang cocok dibawahi oleh Mourinho. Alasannya adalah bahwa dirinya sudah tahu mengenai isu terkait cara Mourinho mengajari tim dari mantan rekannya dulu di AS Monaco, yakni Anthony Martial.

Diketahui bahwa selama musim ini berjalan, masa depan Anthony Martial sepertinya diambang ketidakpastian. Dirinya bukan lagi salah satu pemain inti pilihan pelatih MU tersebut. Karena hal tersebut, Bakayoko merasa sepertinya tidak akan siap dan tak ingin melanjutkan karir jika pada akhirnya akan seperti Martial nantinya.

David Luiz Cedera, Pelatih Chelsea Meragukan Kinerja Tim

Keberhasilan dari Chelsea dengan skor akhir 3-0 atas Everton sebagai bagian dari laga Liga Inggris pada musim ini yang dilaksanakan di penghujung minggu lalu ternyata berdampak negatif bagi mereka. Bek andalan mereka, David Luiz mendapat cedera jelang laga usai sampai diragukan untuk ikut bermain di laga selanjutnya.

David Luiz terlihat kesakitan jelang laga yang dihelat di Goodison Park akan selesai. Pemain asal Brasil tersebut tidak dapat menyelesaikan laga dengan baik. Dia harus keluar lapangan dan digantikan oleh Nathan Ake di delapan menit.

Masalah cedera yang membekap Luiz menjadikan sang pelatih Chelsea yakni Antonio Conte merasa ragu. Luiz sendiri adalah salah satu pemain andalan yang membawa The Blues menjadi pemuncak klasemen Liga Inggris musim ini. Conte selalu menurunkan Luiz sejak memakai skema tiga bek.

” Saya belum membicarakan hal ini dengan tim medis kami terkait bagaimana parahnya cedera yang dialami oleh Luiz. Akan tetapi, saya tidak merasa bahwa cedera itu akan membuatnya absen dalam waktu yang lama. Saya ingin di laga mendatang, Luiz sudah ikut bersama kami, ” ujarnya.

Sementara itu, jika David Luiz tidak dapat diturunkan dalam laga yang akan mereka mainkan nantinya, yaitu kontra Middlesbrough, Antonio Conte akan mempersiapkan Ake sebagai penjaga di lini pertahanan timnya yang dirasa sebagai pemain yang layak menggantikan Luiz.

” Saya begitu bersuka cita dengan performa yang Ake tunjukkan pada laga tim berhadapan dengan Everton. Dia menjadi pemain cadangan yang tampil dengan maksimal dan saya rasa dia akan bermain dengan mengesankan layaknya pemain veteran dengan banyak pengalaman. Itu hal yang penting bagi The Blues, ” tutup pelatih Chelsea ini.

Barcelona Dikalahkan, Kiper Terbaik Dunia Ini Urungkan Niat Pensiun

Keberhasilan dari Juventus mendapat tiket di Liga Champions 2016/2017 dipengaruhi dari performa kiper dunia dan kapten mereka, Gianluigi Buffon. Performanya saat berhadapan dengan Barcelona merupakan bukti bahwa dirinya menjadi layak menjadi salah satu kiper terbaik dunia.

Nyatanya Gianluigi Buffon juga ternyata sempat berjanji sebelum Juventus kontra Barcelona di babak perempat final Liga Champions 2016/2017. Saat itu, kiper 39 tahun itu mengungkapkan akan gantung sepatu di penghujung musim ini jika mencatatkan clean sheet dalam dua laga kontra Barcelona.

Nyatanya, Buffon dapat melakukan hal itu. Dia memperkuat I Bianconeri mengalahkan Barca dengan skor agregat 3-0. Kinerjanya di putaran awal menjadi hal yang mengesankan dengan empat penjagaan ketat serangan lawan.

” Saya awalnya akan gantung sepatu di akhir musim ini jika dapat mencatatkan rekor itu. Presiden Andrea Agnelli memberikan saran bahwa di dalam hidup seseorang dapat melakukan kesalahan, tidak perlu ragu dan tetap bermain saja. Dia memberi saya nasehat yang terbaik, ” ucap Buffon.

Bagi kiper dunia ini, menjaga gawang Juventus saat berhadapan dengan tim Spanyol menjadi sebuah hal yang menyenangkan. Ia juga menghargai pemain bek Si Nyonya Tua yang mengecoh penyerang Barca dengan sangat baik.

Dari catatan yang ditorehkan, performa di putaran awal di markas Juve jauh lebih mudah. Tim tamu dapat mencetak 16 sepakan dengan empat shot on goal. Dalam putaran kedua yang dilaksanakan di Camp Nou, Barcelona dapat menciptakan 19 peluang, dengan hanya satu shot on goal.

Saat ini, Juventus akan melawan AS Monaco di babak semifinal Liga Champions 2016/2017. Walau dinilai menajdi tim paling lemah, Monaco tetap lawan yang sulit. Terlebih saat mereka, baru mendapat hasil seri 2-2 kontra Atalanta.

” Laga yang lalu menampilkan bahwa Anda harus selalu fokus jika tidak ingin gagal. Selalu berjuang tanpa memandang siapa lawan nanti, ” tutup Gianluigi Buffon.

Walau Kecewa, Philipp Lahm Ingin Lakukan Ini Bersama Bayern Munich

Philipp Lahm sepertinya tidak mengingat seminggu yang tidak menyenangkan ini dan akan berupaya melanjutkan karirnya di lapangan yang tinggal beberapa minggu lagi.

Pasti menyakitkan bagi Philipp Lahm karena Bayern Munich tidak memiliki kesempatan lagi merebut treble dan hal itu terjadi hanya berselang satu minggu saja. Yang pertama adalah Liga Champions saat dikalahkan Real Madrid di babak perempatfinal.

Kemudian pada laga kedua di pertengahan minggu ini dalam merebut trofi DFB-Pokal juga harus tersingkir karena digagalkan Borussia Dortmund di babak semifinal. Sekarang, yang tersisa hanyalah trofi Bundesliga.

Dalam liga ini, penampilan Bayern juga tidak menyakinkan setelah dua hasil seri yang mereka peroleh. Walau boleh dikatakan, Die Roten tetap menjadi pemuncak untuk gelar juara liga ini. Bayern dapat memenangkan Bundesliga hanya jika mereka sukses mengalahkan Wolfsburg sementara RB Leipzig, tim peringkat dua sudah kalah dari Ingolstadt.

Oleh karena itu, Lahm berjanji akan lebih nyaman lagi walau kekalahan timnya di Liga Champions dan DFB-Pokal mengecewakannya. Alasannya adalah, pemain 33 tahun itu akan segera menyudahi karirnya beberapa minggu ke depan.

Pemain ini sendiri saat ini mencatatkan prestasi seperti Oliver Kahn dan Bastian Schweinsteiger, menjadi pemain dengan gelar Bundesliga paling banyak, yakni tujuh gelar.

” Saya hanya tinggal 3,5 minggu lagi dan ingin merasa nyaman sebelum tidak menjadi pesepakbola lagi. Saya hanya ingin sukses dalam tiap laga, menang gelar dan piala merupakan pemanis untukku,” tutur Lahm.

Lebih lanjut, dirinya ingin mengenang sepakbola dan semua yang sudah dia peroleh. “ Perjalanan karir saya akan berujung dan saya ingin menikmatinya menjadi hal terbaik di Bayern Munich. Saya sudah memutuskan untuk gantung sepatu dan saya sudah merasa yakin dengan itu, ” tutup Philipp Lahm.

Carlo Ancelotti Merasa Kecewa Dengan Kinerja Bayern Munich

Carlo Ancelotti, pemimpin Bayern Munich menilai bahwa timnya sudah tidak memiliki kesempatan bermain di DFB-Pokal karena kemampuannya yang menurun. Pelatih ini merasa kecewa dan bersalah dengan kalahnya Bayern menggunakan tiap kesempatan yang ada.

Bayern Munich kalah dari Borussia Dortmund di laga babak semifinal DFB-Pokal. Die Roten dikalahkan dengan skor akhir 2-3 saat berhadapan dengan Dortmund di Allianz Arena, pada Kamis (27/4/2017) dinihari WIB tadi.

Dalam laga ini, Dortmund lebih dulu mendapat gol lewat sepakan Marco Reus. Akan tetapi, Bayern kemudian dapat mengembalikan posisi dengan skor 2-1 lewat sepakan Javi Martinez dan Mats Hummels jelang babak awal usai.

Bayern tak berhasil menjaga skor baik mereka memasuki babak kedua. Gawang yang dijaga oleh Sven Ulreich dapat diserang oleh Pierre-Emerick Aubameyang serta Ousmane Dembele. Bayern akhirnya harus mengakui kegagalan mereka dan tidak mendapatkan peluang demi menjaga gelarnya di ajang ini.

” Jika Anda gagal, sangat mungkin Anda merasa kecewa. Ini merupakan ajang yang sangat penting bagi kami. Kami berupaya dengan baik saat babak awal dan harusnya dapat menambah skor. Namun, selanjutnya kami tidak memaksimalkan tiap kesempatan yang datang hingga kesulitan di babak kedua, ” papar Carlo Ancelotti.

Bayern Munich memiliki beberapa kesempatan emas memasuki babak kedua, diantaranya adalah sepakan Arjen Robben yang terkena tiang gawang. Robben juga menciptakan beberapa kesempatan yang lain, namun melebar dan dapat dihalau kiper Dortmund, Roman Buerki.

” Tim kami berupaya mendapatkan yang lebih daripada ini, namun kami tidak berhasil melawan Borussia Dortmund saat kami dapat melaksanakannya, ” ungkap kapten Bayern, Philipp Lahm.

 

Pensiun, Ini Nilai Penghasilan Sir Alex Ferguson

Berhenti menjadi pelatih Manchester United ternyata tidak menjadikan Sir Alex Ferguson kehilangan kekayaan. Nyatanya, Fergie tetap dapat memiliki penghasilan jutaan dolar per tahunnya.

Menjadi pelatih Manchester United selama 26 tahun, Sir Alex Ferguson akhirnya berhenti sebagai manajer. Walau begitu, mantan pelatih senior dari Skotlandia itu tidak langsung menghentikan kegiatannya di dunia sepakbola. Berhenti dari United, Ferguson justru memiliki banyak aktifitas yang pastinya memberikannya pendapatan tinggi.

Salah satunya yakni membangun ACF atau Alexander Chapman Ferguson Sports Promotion. Perusahaan ini merupakan naungan baru untuknya dalam mendapatkan banyak proyek.  Terhitung sampai 30 Juni 2016 yang lalu, perusahaan ACF sudah mempunyai aset sampai £15,229,080.

Selain itu, penghasilan ACF setelah dikurangi utang hingga total £6,279,868. Jumlah ini bertambah lebih dari satu juta pounds jika dilihat dari gaji di tahun sebelumnya.

Beberapa media mengabarkan jika pendapatan Fergie didapat dari hasil penjualan buku biografi dan gajinya sebagai pembicara. Ferguson juga mendapat £2 juta dalam waktu 20 hari setahun sebagai duta MU dan gaji tinggi sekitar £100 ribu tiap menjadi motivator.

” Memutuskan berhenti tidak membuat saya bersantai sambil menyaksikan acara televisi. Saya tetap menjalani aktifitas saya dan menikmatinya. Menjadi duta UNICEF, bagian dari institusi pelatih di UEFA, dengan kelas di Universitas Harvard dan direktur di MU, ” ucap Fergie.

Penghasilan Fergie sekarang ini tidak jauh dari saat dia masih aktif sebagai pelatih Manchester United. Selama bersama Setan Merah, gaji Ferguson hingga 7 juta poundsterling tiap tahunnya. Itu juga setelah Fergie mengajukan penambahan.

Hal ini berkaitan dengan selisih pendapatan Fergie dan Wayne Rooney yang sempat menjadi pemberitaan di tahun 2010 lalu. Sir Alex Ferguson melancarkan protes karena menilai tidak adil jika gaji pemain lebih tinggi dari gajinya. Ferguson kemudian mendapat kontrak baru dengan gaji yang lebih tinggi.