Kross Bandingkan Era Zidane Dengan Ancelotti

Dalam kesempatan terbuka, gelandang tengah Real Madrid, Toni Kross mencoba mengungkapkan beberapa perbedaan dalam era kepelatihan Zinedine Zidane dengan Carlo Ancelotti.

Ungkapan Kross ini berdasarkan kesiapan kedua tim Real Madrid yang akan bertemu Bayern Munchen dalam ajang perempat final Liga Champions bulan April mendatang.

Berdasarkan catatan akhir nya, Ancelotti berhasil mengantarkan EL Real menjadi juara Liga Champions pada musim 2013/14, sebelum akhirnya kini menangani Bayern Munchen. Sementara Zidane sukses membuat tim ibu kota memenangkan trofi Eropa di musim perdananya pada tahun 2015/16 lalu.

Atas kerja sama yang sudah berlangsung lama dengan Madrid, Kross pun mengungkapkan beberapa perbedaan antara Zidane dengan Ancelotti.

“Zidane mengeluarkan ide jelas yang bisa ditangkap langsung oleh pemain. Dia tidak butuh 20 menit pidato motivasi, dia tidak butuh itu,” terang Kross kepada media.

“Kehadiran nya sudah memberikan motivasi kepada pemain, hal ini sejalan dengan gaya sehari-hari dia. Sedangkan Ancelotti banyak berbicara dengan para pemainnya, membentuk hubungan yang amat erat dan ruang ganti Real Madrid amat sedih ketika klub memutuskan dia harus pergi.” tandasnya.

Sampai di penghujung La Liga musim ini, Madrid masih berada di puncak klasemen dengan keunggulan dua poin atas Barcelona. Namun Cristiano Ronaldo cs berkesempatan untuk memperlebar jarak karena masih menyisahkan satu laga tunda kontra Celta Vigo.

Manolas Dukung Nainggolan Hijrah Ke Chelsea

Isu ketertarikan Chelsea terhadap Radja Nainggolan sampai ditelinga rekan setim Radja di AS Roma, Kostas Manolas. Dalam tanggapan nya, Manolas mendukung penuh kepergian Radja karena beranggapan bahwa diri nya selevel dengan Chelsea.

Nainggolan sendiri merupakan pemain bermuka lama di dunia sepakbola Italia, dia tercatat sebagai pemain akademi Piacenza pada tahun 2005. Empat tahun berjalan, Nainggolan meneruskan karir nya di Cagliari sebeum akhir nya pindah ke AS Roma.

Masuk sebagai pemain baru Roma, Nainggolan mampu beradaptasi dengan cepat dan tak lama nama nya muncul sebagai pemain penting serta idola Roma. Tak berjalan lama, lantas nama Nainggolan masuk ke radar Antonio Conte.

Conte menyatakan secara terbuka tertarik dengan permainan Nainggolan sekaligus siap membajak sang gelandang dari Roma. Dengan beranggapan Nainggolan sangat cocok dengan taktik COnte di Chelsea.

Meski demikian, ketertarikan The Blues akan berakhir dengan kata kecewa. Pasalnya Nainggolan mengaku masih kerasan dengan Roma sekaligus sudah merasa nyaman dengan suasana ibu kota Italia tersebut.

Namun ungkapan Naiggolan itu tidak sejalan dengan pikiran Manolas. Bek asal Yunani itu menyarankan agar Nianggolan kembali berpikir serta jangan terlalu memikirkan faktor cuaca London dan menyarankan untuk Nainggolan menerima klub yang selevel dengan diri nya.

“Nainggolan bukan orang yang menyukai hujan ketika bermain, dia merupakan salah satu gelandang terbaik dunia dan harus terbiasa dengan hujan itu jika dia ingin bermain di tim terbaik,” ungkap Manolas kepada media.

“Dia harus bisa melakukan nya, karena dia terlahir sebagai pemain bintang. Mari kita jujur, level kita AS Roma tidak sampai ke standar dari Barcelona, ​​Bayern Munchen dan Real Madrid sekaligus Chelsea.” tandasnya.

Miliki Nama Sama Dengan Pematah Kaki Coleman, Orang Tua Ini Dibanjiri Hujatan Panas

Neil Taylor, mungkin sebagian orang lebih mengenal sebagai sosok pemain sepakbola papan atas. Namun berbeda ketika hal ini terjadi pada sosok pria paruh baya bernama Neil Taylor yang menjadi korban salah sasaran cacian fans Irlandia karena dikira sebagai bek yang mematahkan kaki Seamus Coleman.

Pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa antara Irlandia kontra Wales di akhir pekan kemarin, Coleman harus rela mengubur mimpi nya bermain sampai akhir dipentas Premier League bersama Everton musim ini.

Coleman mengalami patah kaki kanan akibat ditekel Neil Taylor saat Irlandia bermain lawan Wales di Stadion Aviva, pertandingan itu sendiri harus berakhir dengan skor kaca mata. Kejadian ini datang ketika pertandingan masuk di menit ke-71 babak kedua.

Lebih lengkap bahwa insiden itu terjadi ketika kedua nya sama-sama berusaha memenangkan perebutan bola, namun aksi horor Taylor sendiri langsung mendapat kartu merah dari wasit. Dan pada akhirnya, kejadian itu langsung mendapat respon dari fans Irlandia yang mengaku geram. Lantas kemarahan tersebut mereka salurkan melalui media sosial Twitter.

Tak lama banyak nya cacian langsung mengarah ke Taylor, namun lucu nya disini ketika balasan kemarahan fans Irlandia itu salah sasaran. Neil Taylor yang mereka hujat bukan bek Wales, namun orang tua yang kebetulan memiliki nama yang sama dengan bek Wales tersebut.

Mendapat hal mengejutkan di akun Twitter milik nya, sontak sang pria tua tersebut memberikan klarifikasi dengan menjawab berbagai pertanyaan dan memunculkan apa yang sudah dia jalani sepanjang hidupnya sampai sekarang.

“Dengan memiliki nama yang sama saja, bisa terjadi seperti ini!” jawaban nada terkejut sang pria tua tersebut.

Ada-ada saja, mungkin pelajaran ini bisa Anda petik ketika berada dalam situasi panas. Maka sebaiknya Anda berpikir kembali baik buruknya! Cek berita selengkapnya di http://www.goldewa.com, portal berita bola terupdate!

Ronaldinho Cicipi Karir Baru Sebagai Musisi?

Siapa tak kenal dengan sosok legenda sepakbola Brasil macam Ronaldinho. Gaya bermain sepakbola nya telah menghibur banyak orang termasuk identitas permainan nya yang tidak bisa ditiru oleh pemain lain.

Kini sang legenda mencoba membuat perubahan dalam perjalanan hidupnya, dimana Ronaldinho mengejutkan dunia dengan mencicipi dunia musik. Usai memutuskan gantung sepatu akhir tahun 2016 lalu, kini Ronaldinho memilih untuk memulai karier sebagai seorang musisi dan baru-baru ini dia mengeluarkan single pertama berjudul ‘Sozinho’.

Sebenarnya mantan pemain Barcelona, AC Milan dan San Paulo ini sudah sempat tampil beberapa kali dalam video lagu rap Brasil serta di lagu resmi Paralimpik Rio de Janeiro 2016 lalu, tapi ‘Sozinho’ adalah lagu pertamanya sebagai artis solo.

Tak ada yang menyangka jika Ronaldinho berani melakukan perubahan dan banyak yang menyebut jika Ronaldinho hanya melakukan ini sebagai ajang uji coba atau lebih dekat nya iseng untuk mengisi waktu luang.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa Ronaldinho sudah lebih dulu mengikat kontrak dengan Barcelona sebagai duta klub. Dan status baru nya itu akan memungkinkan Ronaldinho untuk terbang ke berbagai dunia untuk menyuarakan rencana besar klub atau pun kegiatan-kegiatan sosial yang mengikutsertakan nama Barcelona.

Seperti apa si lagu pertama Ronaldinho, penasaran kan? Mari ditunggu kabar rilis nya lebih dalam lagi.

Legenda Belanda Ikut Terseret Kasus Pencurian Lukisan Antik

Legenda sepakbola Belanda sekaligus mantan pemain Barcelona, Patrick Kluivert masuk ke dalam catatan hitam polisi usai nama nya masuk ke dalam kasus pencurian lukisan Van Gogh pada musim 2002 lalu.

Munculnya nama Kluivert berdasarkan keterangan dari tersangka pencurian bernama Octave Durham. Dalam film dokumenter yang berjudul Brandpunt, Octave pun menjelaskan jika dia kemudian dibantu oleh Kluivert bersembunyi dari kejaran polisi Belanda.

Octave menjalankan aksi mencuri lukisan Van Gogh di Amsterdam. Namun saat melarikan diri dari museum, topinya terjatuh di tempat kejadian perkara (TKP). Dan Polisi akhir nya melakukan pengembangan dengan sebuah topi sebagai titik awal.

Sampai pada akhirnya pengembangan itu berjalan baik dengan memunculkan DNA Octave dari topi tersebut. Namun sayang, tersangka berhasil melarikan diri dengan terbang ke Spanyol yang lebih tepat nya mendarat ke Barcelona.

Menjalani hari di kota indah tersebut, Octave mengaku mendapat undangan resmi dari Kluivert untuk makan malam. Saat itu Kluivert sendiri memang tengah bermain bagi klub Barcelona.

“Kluivert adalah teman baik saya, dia merupakan tentangga dekat saya di Amsterdam. Saya bertemu dengan dia di Barcelona dan saya tidak menutupi apa yang terjadi, saya pun berkata kepada nya bahwa saya sedang dikejar-kejar Polisi,” ungkap Octave.

“Namun yang saya katakan tidaklah semua nya benar, saya tidak mengatakan bahwa saya telah mencuri lukisan Van Gogh. Dan dia kemudian berkata: ‘kenapa selama ini menginap di hotel? Kenapa tidak menginap di rumahku saja?’

Ungkapan Octave pun telah dibantah habis oleh mantan pemain Barcelona tersebut, dalam pernyataan singkat nya. Kluivert mengklaim bahwa pengakuan Octave tidak lah benar, dia pun berkata: “Cerita bahwa saya menawarinya tempat tinggal benar-benar omong kosong. Bahkan, jika saja saya tahu tentang masa lalunya, saya jelas akan menjauh darinya,” ungkap Kluivert kepada media.

Atas kejadian ini, Kluivert langsung mengambil tindakan dengan menuntuk kembali Octave. Hal ini dibenarkan oleh pengacara Kluivert, Gerard Spong.

“Kluivert mungkin pernah mengenal atau pun bertemu dengan orang ini, namun dia tidak pernah menawarkan tempat tinggal. Ia tak pernah berada di rumahnya. Ini jelas pencemaran nama baik dan harus segera dibersihkan.” tegasnya.

Meski demikian, sang juru film dokumenter Vincent Verweij, malah mengaku tak meragukan pengakuan Octave. “Saya punya dua narasumber yang bisa mengkonfirmasikan klaim itu, termasuk salah satunya dari seorang anggota keluarga yang saya miliki rekamannya.”

Menarik ditunggu kabar selanjutnya, apakah Kluivert benar-benar terlibat atau Octave hanya berkata tong kosong.

Polisi Gagalkan Selundupan Kokain Messi Senilai 1.13 Triliun Rupiah

Dunia sempat dikejutkan dengan pemberitaan terkait nama Lionel Messi tersangkut dalam kasus Narkoba tahap Internasional. Kejadian ini bermula ketika pihak kepolisian Anti Narkoba Peru menyita kokain sebanyak 1.417 kilogram bernilai 68 juta Poundsterling atau sekitar 1.13 triliun Rupiah yang di dalam nya ada nama bintang Barcelona tersebut.

Sontak kabar tersebut mendunia, melalui media Inggris melaporkan jika kepolisian Anti Narkoba di kota Lima berhasil membongkar upaya penyelundupan kokain itu ke luar negeri. Lebih dalam bahwa Kokain tersebut disita di area pelabuhan dan disimpan dalam kontainer.

Dengan rencana besar jika barang hitam tersebut akan dikirimkan ke Eropa, lebih tepatnya ke Belgia. Menarik nya disini adalah ketika para tersangka melabeli kemasan-kemasan kokainnya dengan foto dan nama Messi. Kabar unik nya adalah nama Messi menjelaskan kualitas si barang, dimana Messi sendiri merupakan pemain terbaik dunia, itu artinya jika Kokain tersebut memiliki kualitas terbaik.

Tak berhenti sampai disitu saja, para penyelundup juga menyertakan label berlambang kerajaan Spanyol. Namun aneh nya disini adalah pihak kepolisian setempat tak mampu menangkap satu pun tersangka ketika penggerebekan berlangsung. Namun diketahui bahwa barang-barang tersebut didatangkan dari area Apurimac, Ene dan Mantaro Rivers Valley, area yang dikenal sebagai produsen kokain terbesar di Peru.

Atas keberhasilan kepolisian Peru, ini menjelaskan jika kejadian ini merupakan yang terbesar kedua dalam sejarah Narkotika Peru. Sebelumnya pada Januari kemarin mereka berhasil menggagalkan operasi penyelundupan kokain yang beratnya nyaris mencapai dua ton.
Dimana pihak penyelundup sendiri menyembunyikan kokain-kokain itu dalam satu kemasan yang sama dengan asparagus. Sontak penggagalan ini menjadi yang terbaik dan patut di acungi jempol untuk kepolisian Peru.

Soal Mata Bengkak, Ini Jawaban Vardy?

Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa telah banyak menghadirkan kejutan mulai dari skor akhir sampai dengan hal lain yang membuat pecinta sepakbola terkejut. Dan salah satu yang menarik adalah ketika pertandingan Inggris kontra Lithuania yang berlangsung di Stadion Wembley akhir pekan kemarin.

Pertama Inggris mampu memunculkan kembali pemain kawakan macam Jermain Defoe yang menandai comeback nya di tim nasional Inggris dengan satu gol, namun disini bukan letak titik penting nya. Melainkan nama Jamie Vardy yang menjadi pembicaraan perihal mata lebam nya yang menghebohkan dunia maya.

Vardy yang masuk menggantikan Defoe di satu jam permainan memastikan kemenangan pasukan Gareth Southgate. Vardy yang disorot kamera terlihat mengalami lebam di bagian mata hingga membuat jagat media sosial ramai membicarakannya sebagaimana salah satu isi perbincangan itu menyebut bahwa Vardy terlibat masalah dengan orang lain serta ada pula yang menyebut jika penyerang Leicester City itu memakai pengrias wajah.

Mendengar apa yang diperbincangan banyak orang, lantas Vardy menjawab semua tudingan itu dengan berkata: “Itu mata saya terlihat hitam karena insiden kecil. Kepala saya atau lebih tepatnya mata saya, memutuskan untuk menyentuh bola dan inilah resiko yang harus saya terima,”

Dengan kemenangan Inggris atas Lithuania dengan skor 2-0, kini pasukan Three Lions masih kokoh di pucak klasemen Grup dengan raihan 13 poin. Terbuka lebar bagi Inggris untuk memastikan diri melangkah ke putaran final Piala Dunia 2018 mendatang karena lawan mereka lain nya masih di bawah rata-rata Inggris.

Chelsea Buka Pintu Masuknya Penawaran Untuk Willian

Chelsea bersama Antonio Conte telah mengalami banyak perubahan di musim ini, untuk itu sang pelatih tidak ingin mendepak satu diantara banyak nya pemain Chelsea termasuk Willian yang ingin dia pertahankan di musim depan.

Meski demikian, Conte tidak bisa menahan lebih jauh ketika penawaran besar datang atas nama Willian. Dalam perjalanan waktu, Willian didatangkan oleh Chelsea pada tahun 2013 lalu. Winger cerdas kelahiran Brasil ini pun mampu membuktikan diri sebagai pemain mahal usai didatangkan dari Anzhi Makhachkala.

Sepanjang karir nya di London, Willian turut serta membantu tim meraih banyak gelar termasuk gelar Premier League musim 2014/15 lalu. Bahkan pada musim 2015-16 kemarin, saat mayoritas penggawa Chelsea tampil loyo, dia tetap tampil apik secara konsisten sepanjang musim.

Atas penampilan apik nya, pihak Chelsea lantas memberikan anugrah pemain terbaik tim di musim kemarin. Di era Antonio Conte, Willian harus bersaing dengan Pedro Rodriguez untuk mengisi satu posisi di sektor sayap. Akan tetapi di musim ini, nama nya kerap kali berada di daftar bangku cadangan.

Meski ada keterbukaan dari pihak klub untuk melepas Willian, namun secara hati mendalam Conte tetap ingin mempertahankan Willian di Chelsea seiring kontrak nya berakhir di musim 2020 mendatang. Akan tetapi ketika Willian sudah merasa bosan berada di bangku cadangan dan ingin mendapat waktu bermain lebih banyak, maka Conte akan memberikan ruang untuk Willian pergi.

29 kali sudah Willian kumpulkan untuk bermain di Chelsea di semua ajang dan nyaris tak pernah bermain full 90 menit. Hingga sekarang, dia baru mampu menghasilkan tujuh gol dengan tiga assist.