Category Archives: UEFA

Borussia Dortmund Kalahkan AC Milan di ICC 2017

AC Milan kalah dengan skor 1-3 kontra Borussia Dortmund dalam kompetisi International Champions Cup 2017 (ICC 2017) yang dilaksanakan di Tianhe Stadium, Guangzhou, Tiongkok, Selasa (18/7) kemarin.

AC Milan memainkan beberapa pemain anyar mereka, yakni Ricardo Rodriguez, Franck Kessie da Fabio Borini. Memasuki menit ke-17, bola sepakan Nuri Sahin masuk ke gawang Milan yang dijaga Marco Storari. Borussia Dortmund unggul lebih dulu.

Selisih tiga menit, Dortmund diberi hadiah sepakan penalti dengan kesalahan dari Gabriel Paletta pada Christian Pulisic. Pierre-Emerick Aubameyang bertugas sebagai penendang yang kemudian menambah skor mereka.

Milan lalu berupaya melakukan serangan. Tepat di menit ke-24, Carlos Bacca melakukan sepakan dari luar kotak yang kemudian masuk ke gawang Dortmund dan skor 1-2. Dortmund sendiri bermain dengan dominan di pertengahan laga pertama. Beberapa kesempatan yang diperoleh oleh Die Borussen, tapi kesempatan itu tak berhasil membuahkan gol. Skor 2-1 tetap bertahan hingga babak awal usai.

Memasuki babak yang kedua, AC Milan sempat melakukan perlawanan dengan menurunkan Hakan Calhanoglu, sebagai pengganti M’baye Niang.

Memasuki menit ke-62, Borussia kemudian membalas dengan gol dari Pierre-Emerick Aubameyang yang menjadikan posisi menjadi 3-1. Upaya Milan demi mengejar ketertinggalan tidak kunjung berhasil. Laga kemudian usai dengan skor 3-1 bagi Borussia Dortmund.

  • Susunan Pemain International Champions Cup 2017

AC Milan, dengan pemainnya yakni : Marco Storari, Ignazio Abate (Gustavo Gomez 64′), Gabriel Paletta (Mateo Musachio 46′), Cristian Zapata, Ricardo Rodriguez (Luca Antonelli 64′), Franck Kessie (Matteo Gabbia 90′), Jose Mauri (Niccolo Zanellato 90′), Giacomo Bonaventura (Jose Sosa 64′), Fabio Borini, Carlos Bacca (Patrick Cutrone 64′), M’baye Niang (Hakan Calhanoglu 46′).

Borussia Dortmund, dengan pemainnya yakni : ¬†Roman Weidenfeller (Dominik Reimann 46′), Dan-Axel Zagadou (Eric Durm 64′), Marc Bartra (Neven Subotic 73′), Sokratis Papastathopoulos, Lukasz Piszczek (Felix Passlack 46′), Nuri Sahin, Gonzalo Castro, Sebastian Rode (Emre Mor 64′), Pierre-Emerick Aubameyang (Andre Schurrle 73′), Ousmane Dembele (Mario Gotze 64′), Christian Pulisic (Alexander Isak 74′).

RB Leipzig dan Salzburg Diperbolehkan tampil pada Liga Champions

 

RB Leipzig dan Salzburg dapat menghembuskan nafas dengah lega sekarang ini. 2 klub tersebut pada akhirnya raih izin dari UEFA untuk tampil pada ajang Liga Champions musim 2017/2018 walau mereka dimiliki oleh sebuah perusahaan yang serupa.

RB Leipzig dan Salzburg, yang sama-sama digenggam oleh sebuah perusahaan minuman Red Bull, sebelumnya mendapat ancaman tidak dapat tampil pada ajang Liga Champions musim depan biarpun sudahi ajang di zona Liga Champions. Rb Leipzig merupakan runner-up Bundesliga pada musim kemarin, sementara Salzburg adalah juara di Liga Austria.

Kenyataan kalau RB Leipzig dan Salzburg berada dalam genggaman perusahaan yang serupa dikhawatirkan melakukan pelanggaran Article 5 pada regulasi ajang, yang berhubungan dengan integritas ajang.

Tetapi, usai lakukan investigasi, UEFA bilang kalau tidak ada pelanggaran yang berlangsung. Mereka juga diberi izin kedua klub untuk bermain di ajang Liga Champions.

“Usai lakukan penyelidikan secara keseluruhan, dan sejumlah perubahan yang krusial berhubungan dengan tata kelola dan struktur yang dioerbuat oleh kedua klub (berhubungan dengan urusan perusahaan, keuangan, personel, pengaturan sponsor, dan lain-lain), Badan Pengawas Keuangan Klub UEFA (CFCB) menilai kalau tak ada individu atau badan hukum yang punya efek yang menentukan pada lebih dari 1 klub yang ikut artisipasi di ajang klub UEFA,” tulis UEFA pada pernyataan mereka.

Pada ajang Liga Champions musim 2017/2018, RB Leipzig bakal lekas bermain pada tahap grup. Sedangkan Salzburg perlu berusaha dari babak kedua kualifikasi.

Zidane ingin Final Berlangsung Terbuka

Sang pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, ingin pertandingan final menghadapi Juventus berlangsung terbuka. Ia percaya Bianconeri tidak hanya andalkan catenaccio.

Madrid bakal  melangsungkan laga melawan Juventus pada pertandingan final ajang Liga Champions yang akan berlangsung pada hari Minggu (4/6/2017) dinihari WIB di Stadion Millennium, Cardiff. Pada pertandingan ini, Madrid menghadapi tim dengan pertahanan paling oke di ajang Liga Champions dengan catatan baru 3 kali kemasukan angka.

Sang pelatih yang berasal dari Prancis tersebut menganggap kalau Juve bukanlah tim yang memegang filosofi catenaccio, yang sebagian besar tim Italia cenderung beratkan kekuatan di sisi defensif dan sesekali menyerang balik.

Anggapan Zidane tersebutpun ada iyanya. Sesuai data Whoscored, Juve mencatatkan rata-rata kontrol bola sampai dengan 54.8 persen, daripada dengan Madrid yang berada di jumlah 53,4 persen.

Kalau Juve bukan tipe tim yang bertahan pun dapat dilihat dari proses cetak angkanya. Dari 21 cetak angka Bianconeri di ajang Liga Champions, tidak ada satupun yang tercetak dari skema serangan balik, 14 cetak angka paling tidak lahir skema open play. Sisanya dari set piece dan penalti.

“Saya tak pikir Juve menjadi tim tradisional Italia dengan catenaccio. Mereka punya itu, namun tak cuma itu saja. Mereka tetap bertahan dengan baik dan melakukan serangan dengan baik juga,” imbuh Zidane.

“Saya ingin permainan berjalan terbuka, laga yang oke bagi semua pecinta sepakbola,” lanjut pria yang berasal dari Prancis tersebut.

Zidane adalah bekas pemain sepakbola yang sempat bermain untuk Juve pada tahun 1996 hingga 2001, sebelum tampil di Real Madrid. Bersama Bianconeri, Zidane 1 kali tampil pada babak final Liga Champions pada tahun 1998, yang pada waktu tersebut bertemu dengan Los Blancos.

Pada laga tersebut Juve tunduk dengan skor 0-1 lewat angka yang diciptakan oleh Predrag Mijatovic, yang belakangan dinilai Dani Alves adalah offside. Namun, Zidane memberi tanggapan dengan tenang sebab lebih tahu keadaannya waktu itu.

“Semua orang layak atas penilaian mereka masing-masing. Ia tak ada di tempat itu namun orang dapat pikirkan apa saja yang mereka sukai. Saya cuma pkirkan laga esok,” kata dia.

Juventus Semakin Oke di Final Sekarang Daripada 2 Musim Lalu

Masih belum lama sedari terakhir kali Juventus masuk babak final ajang Liga Champions. Namun pada musim ini Bianconeri lebih oke dan percaya untuk menargetkan trofi.

Belum lama usai 2 musim kemarin atau tepatnya di musim 2014/2015, Juve sampai pada babak final Liga Champions. Namun skuat yang di besut oleh Massimiliano Allegri pada waktu tersebut perlu merasa puas dengan menjadi runner-up setelah tunduk melawan Barcelona.

Ketidak berhasilan tersebut bikin Juve perlu menambah panjang catatan tak pernah menangkan Liga Champions yang telah berjalan sedari mereka terakhir kali menjadi juara pada musim 1995/1996. Namun, pada musim ini Juve miliki harapan untuk menyudahinya.

Para pemain Turin kembali ke babak final dan bakal melawan Real Madrid pada tanggal 4 Juni yang akan datang di Millenium Stadium, Cardiff. Paulo Dybala katakana kalau kali ini Juve semakin yakin.

Dilihat dari gabungan para pemain, pada awal musim telah terjadi peningkatan kekuatan dengan signifikan. Mereka telah kedatangan Gonzalo Higuain, Dani Alves, Miralem Pjanic, Medhi Benatia, dan Juan Cuadrado.

“Pera pemain menilai kalau kami miliki kesadaran lebih kalau pada tahun ini kami lebih solid dan miliki kepercayaan yang makin oke dibanding 2 tahun yang lalu,” imbuh Dybala.

“Saya merasa kalau kami miliki banyak pemain yang baru dan penting, dan kami telah raih banyak kemajuan pada tahun ini. Kami miliki para pemain yang telah tempilkan beberapa babak final seperti ini sebelumnya dan kami ingin hal tersebut dapat menjadi hal yang menguntungkan bagi kami,” kata dia.

Walau begitu, dilihat dari pengalaman Juve dapat dibilang tertinggal oleh Madrid. Los Blancos telah menjadi juara di ajang Liga Champions 11 kali, dengan 2 titel terbaru yang dimenangkan pada musim 2013/2014 dan 2015/2016.

Namun Dybala merasa kalau Juve pun telah tambah pengalaman lewat babak final musim 2014/2015 kemarin. Ditambah mereka miliki Dani Alves dan Sami Khedira yang sempat menangkan kompetisi ini.

“Terus terasa senang dapat tampil menghadapi para pemain seperti ini dan juga terus menjadi hal yang tidak mudah. Namun jika Anda ingin menangkan trofi ini, jadi Anda perlu menangkan laga yang paling oke,” lanjut Dybala.

“Saya telah mengobrol dengan Dani Alves serta Sami, mereka berdua merupakan pemain yang sempat menangkannya dan mereka ingin menangkan trofi ini kembali,” tegasnya.