Category Archives: UEFA

Prediksi Skor Italia Vs Ukraina 11 Oktober 2018

Prediksi Skor Italia Vs Ukraina 11 Oktober 2018

Ajang UEFA Nations League akan menyajikan laga antara Italia melawan Ukraina yang akan berlangsung pada hari Kamis, tanggal 11 Oktober 2018 di Stadio Comunale Luigi Ferraris. Kedua negara sangat kuat dan sangat sulit ditebak siapakan yang akan keluar sebagai pemenang di laga nanti.

Italia kali ini mendapat peluang untuk menjadi tuan rumah di laga nanti. Sebagai tim tuan rumah mereka sudah memperlihatkan langkah yang cukup baik, dimana lewat lima pertandingan terakhir mereka berhasil memenangkan satu pertandingan, dua kali imbang dan 2 lainnya kalah. Mereka hanya meraih kemenangan saat berhadapan dengan France dengan skor 3 – 1. sementara di laga teranyarnya mereka alami hasil buruk saat berhadapan dengan Portugal dengan skor 0 – 1.

Persiapan tentu sudah Italia siapkan untuk laga nanti agar mereka dapat tampil maksimal, Sebab kemenangan adalah target utama mereka untuk bangkit dari keterpurukan di laga sebelumnya.

Sementara Ukraina sebagai tim tamu tentunya tidak akan mudah dikalahkan walau harus bertanding di markas lawannya. Mereka sekarang ini tengah berada dalam jalur yang lebih baik dari tim tuan rumah, dimana lewat lima pertandingan terakhirnya mereka berhasil memenangkan pertandingan empat kali dan satu kali imbang. Mereka berhasil memenangkan laga saat berhadapan dengan Japan dengan skor 2 – 1, Albania dengan skor 4 – 1, Czech Republic dengan skor 2 – 1, dan di laga teranyarnya mereka tundukkan Slovakia dengan skor 1 – 0.

Dilihat dari hasil catatan terakhir ini tentu saja akan membuat rasa percaya diri Ukraina untuk menundukkan Italia semakin besar, sebab mereka akan berusaha sebaik mungkin untuk tampil maksimal dan meneruskan langkah apik mereka di laga sebelumnya.

Kalau dilihat dari lima pertemuan terakhir di antara kedua tim ini, Italia terlihat lebih unggul. Sebab lewat lima pertemuan terakhir mereka berhasil meraih kemenangan empat kali dan sati hasil lain berakhir imbang.

Walau terlihat di lima pertemuan terakhir Italia lebih baik, sebagai tim tamu Ukraina pun tidak akan begitu saja memberikan kemenangan pada Italia, mereka akan terus berusaha sebaik mungkin untuk bermain lebih baik lagi dari laga sebelumnya. Tentunya di laga nanti akan berlangsung dengan sengit. Sebab di antara kedua tim tentunya sama-sama mengincar 3 poin untuk menyempurnakan langkah mereka di ajang ini.

Head To Head Italia VS Ukraina :

30/03/11 Ukraina 0 – 2 Italia
13/09/07 Ukraina 1 – 2 Italia
08/10/06 Italia 2 – 0 Ukraina
01/07/06 Italia 3 – 0 Ukraina
03/06/06 Italia 0 – 0 Ukraina

Lima Pertandingan Terakhir Italia :

29/05/18 Italy 1 – 2 Saudi Arabia
02/06/18 France 1 – 3 Italy
05/06/18 Italy 1 – 1 Netherlands
08/09/18 Italy 1 – 1 Poland
11/09/18 Portugal 1 – 0 Italy

Pertandingan Terakhir Ukraina :

27/03/18 Japan 1 – 2 Ukraina
01/06/18 Morocco 0 – 0 Ukraina
03/06/18 Albania 1 – 4 Ukraina
07/09/18 Czech Republic 1 – 2 Ukraina
09/09/18 Ukraina 1 – 0 Slovakia

Prediksi Susunan Pemain Italia VS Ukraina 11 Oktober 2018 :

Italia : Donnarumma – D. Criscito – M. Lazzari – A. Romagnoli – M. Caldara – G. Bonaventura – Jorginho – F. Chiesa – B. Cristante – C. Immobile – S. Zaza

Ukraina : Pyatov – Y. Rakitskiy – O. Karavaev – M. Burda – M. Matviyenko – Marlos – T. Stepanenko – Y. Konoplyanka – R. Malinovskiy – A. Yarmolenko – R. Yaremchuk

Prediksi Skor Italia Vs Ukraina 11 Oktober 2018 :
3 – 0

Simeone Sebut Timnya Memang Kuat

Diego Simeone Sebut timnya memang Kuat

Atletico Madrid tunjukkan performa tanpa merasakan kesulitan untuk menahan Lokomotiv Moskow di pertemuan pertama babak 16 besar Liga Europa. Sang pelatih Atletico, Diego Simeone, menganggap kalau timnya sangat kuat.

Atletico berhasil raih hasil oke dengan skor 3-0 saat berhadapan dengan Lokomotiv pada hari Jumat (9/3/2018) dini hari WIB di Wanda Metropolitano. 3 cetak angka yang diciptakan oleh tim tuan rumah tercipta atas nama Saul Niguez, Diego Costa dan Koke.

Atletico pribadi sudah bermain dengan unggul pada pertandingan tersebut. BBC catatkan, 12 percobaan yang mereka lepaskan dengan 5 di antaranya berhasil mengarah ke gawang, lewat 65 persen dalam aspek penguasaan bola.

Simoene katakan kalau timnya sangat kuat saat melawan Lokomotiv. Dia merasa senang kalau Antoine Griezmann dan para rekannya dapat tunjukkan performa yang gemilang.

“Di selama laga berlangsung, kami tampil dengan kokoh. Pada babak pertama, kami tak tampil cenderung lebih baik, kami perlu memberi respons atas apa yang sudah mereka tunjukkan,” kata Simeone.

“Pada babak kedua, kami hentikan mereka dengan lebih oke. Kami bermain dengan lebih tenang dari sebelumnya, permainan berlangsung terus dan cepat,” sambung dia.

“Kami perlu bisa melakukan penyesuaian diri dengan cara yang paling oke sampai pada hasilnya berarti pada pertemuan kedua,” imbuh Simeone.

Edinson Cavani Seperti Tidak Tampil

Edinson Cavani Tampil kurang oke melawan Real Madrid

Edinson Cavani Seperti tidak ada pada laga antara Paris Saint-Germain melawan Real Madrid. Pemain yang berasal dari Uruguay tersebut tidak dapat memberi jawaban atas ekspektasi besar di garis depan.

PSG alami hasil negatif dengan skor 1-2 ketika berhadapan dengan Real Madrid pada pertemuan kedua babak 16 besar ajang Liga Champions. Lewat laga yang berlangsung pada hari Rabu (7/3/2018) dinihari WIB di Parc des Princes, Cristiano Ronaldo dan Casemiro yang jadi pencetak angka untuk Madrid.

Cetak angka balasan PSG seperti sebuah keberuntungan, yang dibukukan oleh Cavani pada menit ke 71. Diving header yang dilepaskan oleh Javier Pastore terbentur Casemiro, mengarah ke Cavani, kemadian masuk ke gawang.

Di selama laga berlangsung, Cavani tidak banyak berikan ancaman untuk Madrid. Di babak pertama, Opta bukukan pemain penyerang yang berumur 31 tahun tersebut hanya lakukan sampai dengan 9 kali sentuhan, hanya 2 di dalam area penalti.

Cavani cuma 2 kali lepaskan sepakan sepanjang 90 menit laga berlangsung , satu di antaranya berbau keberuntungan yang menjadi cetak angka balasan PSG.

Pada pertemuan pertama babak 16 besar, penampilan Cavani pim jauh dari apa yang harapan. Ia tampil sepanjang 65 menit dengan catatan 1 kali menembak ke gawang, itu juta tidak mengarah ke gawang.

Penampilan dari Cavani di Liga Champions musim ini sesungguhnya cukup baik. Ia dapat catatkan 7 angka lewat 8 laga yang dilangsungkan. Namun, keganasan bekas pemain Napoli tersebut di muka gawang lawan seperti tidak berlaku lewat 2 laga menghadapi Madrid.

Karena Kesalahannya Sendiri Roma Kalah

Pemain penyerang AS Roma Diego Perotti tidak ingin beralasan untuk kekalahan timnya dari Shakhtar Donetsk. Perotti akui Roma tampil buruk di babak kedua.

Roma tunduk dengan skor 1-2 ketika tandang pada hari Kamis (22/2/2018) dini hari WIB di Metalist Stadium, Kharkiv, di pertemuan pertama babak 16 besar ajang Liga Champions.

Tim yang di besut oleh Eusebio Di Francesco tersebut sesungguhnya bermain oke pada babak pertama. Punya beberapa kesempatan oke, Roma pada akhirnya unggul lewat cetak angka Cengiz Under pada menit 41.

Tetapi Roma malah lesu di babak kedua. Ditambah kesalahan yang dibuat garis belakang Roma, Shakhtar juga pada akhirnya da[at memutar balik keadaan.

“Saya bakal jujur, saya pun bertanya pada diri sendiri apa yang berlangsung pada babak kedua. Hal tersebut merupakan laga yang mestinya kami menangkan mengingat penampilan kami pada babak pertama,” kata Perotti.

“Babak kedua yang buruk sungguh mengecewakan dan tersebut semua kesalahan kami. Saya tak mencari-cari alasan, hal tersebut merupakan tanggung jawab kami dan kami salah.”

“Saat ini kami akan lewati 2 pertandingan berat menghadapi AC Milan dan Napoli. Kami masih miliki kesempatan dalam duel ini (berhadapan dengan Shakhtar), sebab cetak angka ketiga yang dipatahkan di garis gawang di menit-menit akhir mungkin saja membunuh kami.”

“Ini sungguh menyebalkan, sebab kami ciptakan angka tandang dan kami tampil oke. Saya tak tahu apakah cetak angka balasan (dari Shakhtar) bikin kami kehilangan rasa percaya diri, atau apakah kami telah menurun, saya tak miliki jawaban.”

Roma bakal bergantian menjadi tuan rumah melawan Shakhtar di pertemuan kedua pada tanggal 13 Maret. Giallorossi perlu hasil oke paling tidak 1-0 untuk lolos ke babak perempatfinal.

“Mungkin kami kurang miliki pengalaman, namun yang dapat kami lakukan ialah bekerja keras dan tutup mulut. Kita saksikan saja apa yang akan berlangsung pada pertemuan kedua,” kata Perotti.

Juventus Tidak Sebaik yang Lalu

Bekas pemain Inter Milan, Lothar Matthaeus, menganggap kalau Juventus telah tidak lagi seoke musim yang lalu. Hal tersebut dapat menjadi sebuah peluang bagi Tottenham Hotspur.

Undian babak 16 besar Liga Champions yang berlangsung pada hari Senin (11/12/2017) malam WIB, bakal persembahkan laga antara Juve melawan Spurs. Ini bakal jadi pertemuan pertama dari kedua tim di kompetisi kompetitif.

Sedari awal musim ini hingga pertengahan bulan November 2017, Juve hanya dapat bukukan 6 kali clean sheet lewat 17 pertandingan di semua ajang. Pembenahan di garis belakang baru berlangsung di 5 pertandingan terakhir yang semuanya berakhir dengan clean sheet.

Namun, Matthaeus menganggap kalau garis belakang Juve musim ini tidak seoke di musim kemarin. Hal tersebut  sebab Bianconeri kehilangan Leonardo Bonucci dan Dani Alves pada musim panas 2017.

“Juventus bukanlah tim yang sama yang kuasai Serie A selama beberapa tahun terakhir. Mungkin tim lain telah semakin oke. Namun saya pikir ini lebih sebab mereka sudah kehilangan setengah dari pertahanan mereka,” ucap Matthaeus.

“Mereka perlu bikin sejumlah perubahan usai kehilangan Dani Alves dan Leonardo Bonucci. Bonucci merupakan pemimpin di belakang dan kendalikan semuanya. Tanpa dirinya, kekuatan inti tim Juve yang sebenarnya sudah hilang sedangkan Gigi Buffon tak semuda atau lincah seperti dirinya.”

“Mereka tak sekuat atau aman di belakang seperti musim yang lalu. Hal tersebut adalah sebuah keberuntungan untuk (Harry) Kane dan manajer Mauricio Pochettino,” tegas Matthaeus.

Valverde Waspadai Morata dan Hazard

Barcelona berhadapan dengan Chelsea di tahap knock-out ajang Liga Champions. Ernesto Valverde menganggap kalau Alvaro Morata dan Eden Hazard dapat menjadi sebuah ancaman bagi Blaugrana.

Barca melangkah ke babak 16 besar dengan status sebagai urutan pertama di Grup D, sementara Chelsea melangkah sebagai runner-up di Grup C. Keduanya pun bertemu lewat undian babak 16 besar Liga Champions.

Valverde sebagai pelatih Barca lekas menaruh perhatiannya pada 2 pemain Chelsea, yaitu Morata dan Hazard. Dengan menyeluruh, ia waspadai kekuatan fisik The Blues.

“Dilihat dari segi taktik mereka oke, serta amat andalkan fisik. Dengan Morata, mereka miliki kecepatan ketika menyerang dan Hazard amat oke lewat pergerakan antar garis. Mereka merupakan sebuah tim yang luar biasa,” imbuh Valverde.

Valverde pun tegaskan kalau pertandingan ini bakal amat tidak mudah. Tetapi, sulitnya bakal bikin usahanya dalam menaikkan semangat pemain jadi mudah.

“Ini merupakan laga yang tidak mudah untuk kami, namun kami tahu tak ada yang mudah sebab ada banyak tim oke dalam undian.”

“Chelsea merupakan seorang juara di ajang Premier League, namun kami bakal tampil dengan antusias. Walaupun tidak akan mudah, ini hal yang baik untuk kami dan para pendukung. Dalam sisi ini, mudah untuk motivasi para pemain,” sambung Valverde.

Gattuso Sebut Milan Amat Rapuh

Sang pelatih AC Milan Gennaro Gattuso akui bertanggung jawab atas hasil negatif timnya dari Rijeka. Gattuso pun katakan Milan amat rapuh.

Milan tunduk dengan skor 0-2 dari Rijeka pada pertandingan terakhir tahap grup Liga Europa pada hari Jumat (8/12/2017) dinihari WIB di Stadion HNK Rijeka, Rijeka. Ini merupakan hasil negatif pertama Milan lewat 10 laga Liga Europa, termasuk babak kualifikasi, musim ini.

Lewat pertandingan menghadapi Rijeka, Gattuso lakukan perombakan susunan pemain usai di pertandingan sebelumnya Milan diimbang tim promosi Benevento dengan skor 2-2 pada Serie A. Gianluigi Donnarumma, Leonardo Bonucci, Mateo Musacchio, Ricardo Rodriguez, Franck Kessie, dan Nikola Kalinic tidak diturunkan. Sebagai gantinya, Marco Storari, Cristian Zapata, Gabriel Paletta, Manuel Locatelli, Niccolo Zanellato, Patrick Cutrone, dan Andre Silva raih peluang.

Milan bermain buruk dan tidak ciptakan 1 pun sepakan yang tepat ke sasaran Rijeka. Kebalikannya, Rijeka lebih efektif dan ciptakan 2 angka lewat Jakov Puljic dan Mario Gavranovic.

“Ini terasa sakit dan kami perlu bercermin sehabis ini. Hari ini saya yang bertanggung jawab sebab saya memilih untuk turunkan line-up ini,” ucap Gattuso.

“Kami amat rapuh dan kami berikan sensasi tidak dapat berikan aksi pada tanda kesulitan yang pertama. Kami perlu secepatnya benahi diri,” sambung dia.

“Saya putuskan untuk berikan waktu tampil pada mereka yang tidak terlalu banyak bermain dan saya bakal lakukannya kembali. Pada hari Minggu kami miliki laga yang amat krusial berhadapan dengan Bologna, kemudian ada Coppa Italia,” imbuh Gattuso.

Hasil negatif saat berhadapan dengan Rijeka tidak berpengaruh pada nasib Milan di Liga Europa. Milan telah pasti akan lolos ke babak 32 besar sebagai juara grup pada matchday sebelumnya.

Hanya Chelsea yang di Urutan 2 dari 4 Klub Inggris yang Juara Grup

Banyak klub Inggris bermain cemerlang di tahap grup Liga Champions pada musim ini. Ada 4 tim yang keluar sebagai juara grup, hanya Chelsea yang tidak keluar sebagai juara di grupnya.

Liverpool pesta cetak angka ke gawang Spartak Moskow pada hari Kamis (7/12/2017) dinihari WIB. Lewat laga yang berlangsung di Anfield tersebut, The Reds menangkan laga dengan skor telak 7-0.

Lewat hasil tersebut Liverpool juga pastikan diri jadi juara di Grup E ajang Liga Champions. Mereka catatkan sampai dengan 12 poin, hasil lewat 6 kali tampil. Si Merah jadi tim Inggris terakhir yang pstikan diri lolos menuju babak 16 besar.

Sebelumnya, Manchester City, Tottenham Hotspur, Chelsea, dan Manchester United telah pastikan diri melanjutkan langkah ke tahap knockout. Di Liga Champions sekarang ini, Inggris diwakili 5 tim sebab MU dapat ikut partisipasi setelah menjadi juara di ajang Liga Europa.

City lolos dengan berada di urutan teratas Grup F, Manchester United berada di urutan 1 Grup A, dan The Lilywhites berada di urutan 1 Grup H. Sedangkan Chelsea menjadi satu-satunya klub Inggris yang finis sebagai runner-up.

Opta mencatat kalau kesuksesan 4 tim Inggris berada di urutan paling pertama grup adalah yang pertama sedari musim 2006/2007.

Inggris pun jadi negara pertama yang loloskan sebanyak 5 tim, yang menempatkan 5 wakil di tahap eliminasi Liga Champions.