Category Archives: UEFA

Juventus Tidak Sebaik yang Lalu

Bekas pemain Inter Milan, Lothar Matthaeus, menganggap kalau Juventus telah tidak lagi seoke musim yang lalu. Hal tersebut dapat menjadi sebuah peluang bagi Tottenham Hotspur.

Undian babak 16 besar Liga Champions yang berlangsung pada hari Senin (11/12/2017) malam WIB, bakal persembahkan laga antara Juve melawan Spurs. Ini bakal jadi pertemuan pertama dari kedua tim di kompetisi kompetitif.

Sedari awal musim ini hingga pertengahan bulan November 2017, Juve hanya dapat bukukan 6 kali clean sheet lewat 17 pertandingan di semua ajang. Pembenahan di garis belakang baru berlangsung di 5 pertandingan terakhir yang semuanya berakhir dengan clean sheet.

Namun, Matthaeus menganggap kalau garis belakang Juve musim ini tidak seoke di musim kemarin. Hal tersebut  sebab Bianconeri kehilangan Leonardo Bonucci dan Dani Alves pada musim panas 2017.

“Juventus bukanlah tim yang sama yang kuasai Serie A selama beberapa tahun terakhir. Mungkin tim lain telah semakin oke. Namun saya pikir ini lebih sebab mereka sudah kehilangan setengah dari pertahanan mereka,” ucap Matthaeus.

“Mereka perlu bikin sejumlah perubahan usai kehilangan Dani Alves dan Leonardo Bonucci. Bonucci merupakan pemimpin di belakang dan kendalikan semuanya. Tanpa dirinya, kekuatan inti tim Juve yang sebenarnya sudah hilang sedangkan Gigi Buffon tak semuda atau lincah seperti dirinya.”

“Mereka tak sekuat atau aman di belakang seperti musim yang lalu. Hal tersebut adalah sebuah keberuntungan untuk (Harry) Kane dan manajer Mauricio Pochettino,” tegas Matthaeus.

Valverde Waspadai Morata dan Hazard

Barcelona berhadapan dengan Chelsea di tahap knock-out ajang Liga Champions. Ernesto Valverde menganggap kalau Alvaro Morata dan Eden Hazard dapat menjadi sebuah ancaman bagi Blaugrana.

Barca melangkah ke babak 16 besar dengan status sebagai urutan pertama di Grup D, sementara Chelsea melangkah sebagai runner-up di Grup C. Keduanya pun bertemu lewat undian babak 16 besar Liga Champions.

Valverde sebagai pelatih Barca lekas menaruh perhatiannya pada 2 pemain Chelsea, yaitu Morata dan Hazard. Dengan menyeluruh, ia waspadai kekuatan fisik The Blues.

“Dilihat dari segi taktik mereka oke, serta amat andalkan fisik. Dengan Morata, mereka miliki kecepatan ketika menyerang dan Hazard amat oke lewat pergerakan antar garis. Mereka merupakan sebuah tim yang luar biasa,” imbuh Valverde.

Valverde pun tegaskan kalau pertandingan ini bakal amat tidak mudah. Tetapi, sulitnya bakal bikin usahanya dalam menaikkan semangat pemain jadi mudah.

“Ini merupakan laga yang tidak mudah untuk kami, namun kami tahu tak ada yang mudah sebab ada banyak tim oke dalam undian.”

“Chelsea merupakan seorang juara di ajang Premier League, namun kami bakal tampil dengan antusias. Walaupun tidak akan mudah, ini hal yang baik untuk kami dan para pendukung. Dalam sisi ini, mudah untuk motivasi para pemain,” sambung Valverde.

Gattuso Sebut Milan Amat Rapuh

Sang pelatih AC Milan Gennaro Gattuso akui bertanggung jawab atas hasil negatif timnya dari Rijeka. Gattuso pun katakan Milan amat rapuh.

Milan tunduk dengan skor 0-2 dari Rijeka pada pertandingan terakhir tahap grup Liga Europa pada hari Jumat (8/12/2017) dinihari WIB di Stadion HNK Rijeka, Rijeka. Ini merupakan hasil negatif pertama Milan lewat 10 laga Liga Europa, termasuk babak kualifikasi, musim ini.

Lewat pertandingan menghadapi Rijeka, Gattuso lakukan perombakan susunan pemain usai di pertandingan sebelumnya Milan diimbang tim promosi Benevento dengan skor 2-2 pada Serie A. Gianluigi Donnarumma, Leonardo Bonucci, Mateo Musacchio, Ricardo Rodriguez, Franck Kessie, dan Nikola Kalinic tidak diturunkan. Sebagai gantinya, Marco Storari, Cristian Zapata, Gabriel Paletta, Manuel Locatelli, Niccolo Zanellato, Patrick Cutrone, dan Andre Silva raih peluang.

Milan bermain buruk dan tidak ciptakan 1 pun sepakan yang tepat ke sasaran Rijeka. Kebalikannya, Rijeka lebih efektif dan ciptakan 2 angka lewat Jakov Puljic dan Mario Gavranovic.

“Ini terasa sakit dan kami perlu bercermin sehabis ini. Hari ini saya yang bertanggung jawab sebab saya memilih untuk turunkan line-up ini,” ucap Gattuso.

“Kami amat rapuh dan kami berikan sensasi tidak dapat berikan aksi pada tanda kesulitan yang pertama. Kami perlu secepatnya benahi diri,” sambung dia.

“Saya putuskan untuk berikan waktu tampil pada mereka yang tidak terlalu banyak bermain dan saya bakal lakukannya kembali. Pada hari Minggu kami miliki laga yang amat krusial berhadapan dengan Bologna, kemudian ada Coppa Italia,” imbuh Gattuso.

Hasil negatif saat berhadapan dengan Rijeka tidak berpengaruh pada nasib Milan di Liga Europa. Milan telah pasti akan lolos ke babak 32 besar sebagai juara grup pada matchday sebelumnya.

Hanya Chelsea yang di Urutan 2 dari 4 Klub Inggris yang Juara Grup

Banyak klub Inggris bermain cemerlang di tahap grup Liga Champions pada musim ini. Ada 4 tim yang keluar sebagai juara grup, hanya Chelsea yang tidak keluar sebagai juara di grupnya.

Liverpool pesta cetak angka ke gawang Spartak Moskow pada hari Kamis (7/12/2017) dinihari WIB. Lewat laga yang berlangsung di Anfield tersebut, The Reds menangkan laga dengan skor telak 7-0.

Lewat hasil tersebut Liverpool juga pastikan diri jadi juara di Grup E ajang Liga Champions. Mereka catatkan sampai dengan 12 poin, hasil lewat 6 kali tampil. Si Merah jadi tim Inggris terakhir yang pstikan diri lolos menuju babak 16 besar.

Sebelumnya, Manchester City, Tottenham Hotspur, Chelsea, dan Manchester United telah pastikan diri melanjutkan langkah ke tahap knockout. Di Liga Champions sekarang ini, Inggris diwakili 5 tim sebab MU dapat ikut partisipasi setelah menjadi juara di ajang Liga Europa.

City lolos dengan berada di urutan teratas Grup F, Manchester United berada di urutan 1 Grup A, dan The Lilywhites berada di urutan 1 Grup H. Sedangkan Chelsea menjadi satu-satunya klub Inggris yang finis sebagai runner-up.

Opta mencatat kalau kesuksesan 4 tim Inggris berada di urutan paling pertama grup adalah yang pertama sedari musim 2006/2007.

Inggris pun jadi negara pertama yang loloskan sebanyak 5 tim, yang menempatkan 5 wakil di tahap eliminasi Liga Champions.

Valverde Ungkap Alasan Messi di Cadangkan

Lionel Messi tidak dimainkan sebagai starter ketika Barcelona tampil dengan skor imbang tanpa cetak angka 0-0 dengan Juventus. Sang pelatih Ernesto Valverde juga berikan alasannya.

Walau mengawali laga berhadapan dengan Juventus di menit 56 untuk gantikan Gerard Deulofeu pada hari Kamis (23/11/2017) dinihari WIB. Hal tersebut iktu menjadi kali pertamanya Messi mengawali laga dari bangku cadangan sedari Valverde menjadi pelatih Barca pada awal musim 2017/2018.

Keputusan itu dapat dikatakan mengejutkan. karena, Barca tampil di Allianz Arena. Pada musim kemarin mereka ditunduk Bianconeri dengan skor 0-3 di pertemuan pertama babak perempatfinal ajang Liga Champions.

Blaugrana pada pertandingan ini juga diminta untuk tak kehilangan poin supaya dapat pastikan diri lebih cepat melangkah ke babak 16 besar. Tetapi, Valverde miliki alasan berhubungan keputusannya menahan Messi di bench.

“Ia telah tampilkan banyak laga dan kami pikir sekarang ini ia lebih baik tampil pada babak kedua,” kata Valverde.

“Kami anggap laga bakal jadi sengit pada awal dan kemudian akan sedikit terbuka pada babak kedua. Hal tersebutlah yang berlangsung,” lanjut dia.

Saat ditanya apakah dia telah sepakat dengan Messi di awal pekan, sang manajer memberi jawaban: “Ini ialah keputusan internal pelatih.”

1 poin tambahin ini cukup untuk loloskan Barca menuju babak 16 besar menjadi juara di Grup D. Barca catatkan 11 poin lewat 5 pertandingan, unggul 3 poin atas Juventus yang ada di urutan kedua.

Ronaldo Cetak 100 Angka untuk Madrid di Ajang Eropa

Walau tengah kurang dalam mencetak angka di ajang La Liga, Cristiano Ronaldo masih terus oke di Liga Champions. Ronaldo sekarnag ini tercatat telah cetak 100 angka pada ajang Eropa bersama Madrid.

Ronaldo tengah menjadi sorotan sebab masih belum juga sudahi puasa cetak angkanya di La Liga. telah bermain sampai dengan 8 kali di liga, pemain bintang yang berasal dari Portugal tersebut baru ciptakan 1 angka saja.

Namun Ronaldo masih tunjukkan performa yang oke di ajang Liga Champions. Ia ciptakan 2 angka ketika Madrid menangkan laga dengan skor 6-0 saat berhadapan dengan APOEL di matchday 5 Liga Champions pada hari Rabu (22/11/2017) dini hari WIB di Neo GSP Stadium.

Sekarang ini Ronaldo tercatat telah ciptakan 100 angka pada ajang Eropa untuk Madrid. Rinciannya ialah 98 cetak angka di Liga Champions dan 2 angka di ajang Piala Super Eropa.

Ronaldo sampai pada tonggak sejarah itu lewat 94 laga: 93 performa di Liga Champions dan 1 kali di Piala Super Eropa. Hal tersebut artinya Ronaldo catatkan rata-rata 1,06 cetak angka di tiap pertandingan.

Ronaldo juga sekarang ini berada di urutan teratas daftar nama pemain yang menjadi top skorer Liga Champions dengan catatkan 8 angka.

Catatan lain dari hasil oke saat berhadapan dengan APOEL ialah ini menjadi kemenangan tandang paling besar untuk Madrid di ajang Liga Champions, tundukkan catatan oke 6-1 atas Galatasaray dan Schalke 04 yang dicatat pada musim 2013/2014.

Kalau menyaksikan ajang Eropa dengan menyeluruh, Hasil oke tandang paling besar Madrid dicatat pada tahun 1969 ketika mereka menangkan laga dengan skor 8-0 atas Olympiakos Nicosia FC di European Cup. Demikian seperti dilansir pada situs resmi Madrid.

Apakah Coutinho dan Lovren Tampil Melawan Maribor?

Philippe Coutinho dan Dejan Lovren, miliki potensi absen pada saat Liverpool melawan Maribor. Sang manajer Juergen Klopp masih menanti kemajuan dari keadaan kedua pemainnyanya.

Coutinho dan Lovren menepi ketika Liverpool menangkan laga atas Huddersfield Town dengan skor 3-0 pada hari Sabtu (28/10/2017) di Anfield. Keduanya mendapat cedera.

Coutinho alami persoalan pada bagian otot pangkal paha, sedangkan Lovren alami cedera paha ketika lakukan pemanasan beberapa menit sebelum kick-off laga.

Keadaan keduanya masih dipertanyakan menjelang Liverpool berhadapan dengan Maribor dalam matchday keempat ajang Liga Champions yang berlangsung pada hari Kamis (2/11/2017) dinihari WIB nanti. Ini usai Coutinho dan Lovren tak ikut dalam latihan bersama para rekannya.

Klopp akui masih belum tahu apakah kedua pemainnya tersebut akan dimainkan ketika berhadapan dengan Maribor. Dia bakal melihat keadaannya lebih dulu.

“Saya tak yakin sepenuhnya. Mereka berdua telah jauh lebih oke, namun apakah mereka bakal bersiap untuk besok, saya masih belum tahu untuk sekarnag ini,” kata Klopp.

“Kami bakal memeriksanya lebih dulu. Kami bakal adakan sesi latihan pada jam 5 sore dan menanti siapa yang ikut. Saya ingin keduanya ikut,” lanjut dia.

“Kalau mereka tak berlatih, khususnya kasusnya Dejan, kalau tidak maka ia tak akan tampil. Tentang Dejan, kalau ia dapat lakukan latihan pada hari ini dan besok, maka hal tersebut telah cukup.”

Berhadapan dengan Maribor, Liverpool perlu hasil oke untuk menambah besar kesempatan mereka lolos ke babak 16 besar. Sekarang ini The Reds masih bercokol di urutan 1 Grup E dengan mengumpulkan 5 poin, unggul jarak cetak angka dari Spartak Moskow yang berada di urutan 2.

Ada juga Sevilla mengukuti di urutan 3, sedangkan Maribor di paling bawah grup. Berarti 3 poin di Anfield bakal amat krusial bagi Si Merah.

Roma Tunjukan Karakter yang Luar Biasa

AS Roma sukses kembali dengan membawa 1 poin lewat kunjungan ke kandang Chelsea. Giallorossi dianggap telah memperlihatkan karakter yang hebat.

Ketika langsungkan laga pada hari Kamis (19/10/2017) dinihari WIB di Stamford Bridge, Roma tampil dengan skor imbang 3-3 menghadapi The Blues.

Giallorossi tertinggal pada babak pertama usai David Luiz dan Eden Hazard membobol gawang Alisson. Sebelum waktu jeda, Roma memnambah kecil skor lewat angka yang diciptakan oleh Aleksandar Kolarov.

Roma berbalik unggul usai Edin Dzeko ciptakan sepasang angka pada babak kedua. Keunggulan dengan skor 3-2 Roma pada akhirnya hilang usai Hazard ciptakan angka kedua.

Roma dapat bermainl unggul walau tampil di kandang Chelsea. Kontrol bola mereka sampai 61 persen.

Dengan statistik yang apik tersebut, sang pelatih Roma, Eusebio Di Francesco, juga merasa puas dengan performa dari sang anak asuhnya.

“Saya suka Anda menekankan ini (keunggulan Roma lewat kontrol bola), sebab ini adalah pekerjaan yang masih berjalan,” imbuh Di Francesco pada situs UEFA.

“Sebab dalam sepakbola, ketika Anda menang andai Anda lakukan kesalahan lebih sedikit. Ini bukan kesalahan individu atau strategi, namun cuma intensi yang salah.”

“Para pemain yang bikin blunder, dapat bangkit dengan amat oke sepanjang laga berlangsung. Hari ini, kami memperlihatkan karakter kuat dan kami tentu berada di jalan yang benar,” sambung dia.