Category Archives: Piala Dunia

Cemburunya Para Klub Besar Eropa pada PSG

 

Noel Le Graet sang presiden Federasi Sepakbola Prancis (FFF), bermain untuk Paris Saint-Germain. Bagi Le Graet, ada rasa cemburu dari para klub terbesar Eropa pada PSG.

PSG menjadi buah bibir usai lakukan 2 transfer secara besar-besaran di musim panas ini. Les Parisiens jadikan Neymar sebagai pemain paling mahal sedunia dengan merekrut si pemain dari Barcelona dengan biaya 222 juta euro (sekitar 3,5 triliun rupiah).

Tidak lama kemudian, PSG merekrut Kylian Mbappe dari AS Monaco. Mbappe memang pindah dengan status sebagai pemain pinjaman. Namun, ada pilihan pembelian yang jumlahnya sampai dengan 180 juta euro (sekitar 2,85 triliun rupiah). Nominal tersebut amat besar untuk seorang pemuda yang masih berusia 18 tahun yang masih belum genap 2 tahun jadi pemain sepakbola profesional.

Belanja pemain secara jor-joran yang dilakukan oleh PSG bikin memunculkan tanda tanya soal kesanggupan klub itu untuk penuhi regulasi Financial Fair Play. UEFA sudah membuka penyelidikan berhubungan dengan hal ini.

Kebijakan transfer PSG pun meraih kritik tajam lewat beberapa tokoh, seperti Presiden La Liga Javier Tebas, CEO Bayern Munich Karl-Heinz Rummenigge, sampai sang Presiden Lyon Jean-Michael Aulas.

Namun, Le Graet membela PSG. Ia mengatakan kalau kritik pada PSG dikarenakan rasa cemburu.

Le Graet pun memberi respon UEFA telah terapkan standar ganda dengan abaikan beberapa pelanggaran yang dilakukan para klub top lain. Kebalikannya, semua yang dilakukan oleh PSG terus dipantau dengan amat ketat.

“PSG terus hormati komitmen mereka. Kita tidak dapat salahkan mereka dengan fiskal atau sosial. Saya tidak menilai kalau mereka tak hormati peraturan yang ada di Prancis. UEFA cemas. Pada waktu yang bersamaan, mereka tidak amat merasa cemas oleh apa yang dilakukan oleh para tim lain, khususnya di La Liga,” ucap Le Graet.

“Saya tidak saksikan di mana PSG lakukan kesalahan. Financial Fair Play bisa saja bersihkan rekening, namun tidak hanya para klub di negara kecil, siapa lagi yang telah dihukum? Sempatkah UEFA menyentuh Real (Madrid)? Barca? Sebuah klub Inggris?” sambung dia.

“Bergantung dengan negaranya, para klub dikenai pajak dengan cara yang beda-beda. Saya anggap juga ada sedikit rasa cemburu. Di atmosfer para klub besar, tidak mudah untuk mereka terima pendatang anyar,” imbuh Le Graet.

Claudio Bravo Akan Absen Ketika Timnas Chile Kontra Timnas Kamerun

Timnas Chile tidak akan bermain dengan kiper utamya karena masih dalam perawatan. Mereka akan segera berhadapan dengan timnas Kamerun dalam Piala Konfederasi 2017. Sementara, Claudio Bravo harus absen dikarenakan masalah pada betisnya.

Menjadi juara Copa America, timnas Chile merupakan wakil Conmebol dalam laga Piala Konfederasi 2017 ini. laga ini akan dihelat di Rusia di tanggal 17 sampai 2 Juli yang akan datang.

La Roja menjadi salah satu pengisi Grup B, dengan timnas lainnya, yakni Australia, Kamerun, dan Jerman. Grup ini dijuluki grup Neraka, pasalnya berisi para pemenang di tiap kompetisi masing-masing. Sementara itu, dalam laga awal, timnas Kamerun akan mereka lawan di Otkrytiye Arena, Moscow, 19 Juni nanti.

” Claudio Bravo sudah melaksanakan pemeriksaan medis yang menampilkan jika terdapat masalah dalam betis di bagian kirinya. Akan tetapi, saat ini dia mendapat banyak proses pemulihan yang cepat. Dia sudah mulai melakukan latihan ringan, namun ke depannya akan dilihat tergantung pemulihan yang berjalan dengan baik, ” papar pernyataan dari pihak federasi sepakbola Chile.

Lebih lanjut, pihak mereka memaparkan jika sudah ada hasil yang dikeluarkan tim medis. Hasil tersebut menyatakan jika Bravo mengalami cedera betis yang cukup berat. Pihak dokter jelas tidak memperbolehkannya ikut dalam laga dalam waktu dekat ini, termasuk dalma laga di hari Minggu (19/6) ketika kontra dengan Kamerun.

Masalah pada betis ini memang kerap dialami oleh Claudio Bravo, terhitung semenjak April yang lalu. Dengan pemulihan yang berjalan dengan baik, dia diyakini akan dapat kembali merumput ketika timnas Chile berhadapan dengan timnas Jerman di Piala Konfederasi 2017, pada 20 Juni nanti.

Jorge Sampaoli, Calon Kuat Pelatih Baru Untuk Timnas Argentina

Sang pelatih Sevilla, yakni Jorge Sampaoli disebut-sebut sebagai salah satu calon pelatih yang akan menjadi pelatih baruTimnas Argentina yang baru diberhentikan. Ya! Edgardo Bauza, sang mantan manajer baru saja mendapat diberhentikan, tepat di hari Senin (10/4/2017) waktu setempat.

Pihak Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) sudah melakukan pembicaraan dengan Jorge Sampaoli di Spanyol baru-baru ini. Pihak AFA dengan diwakilkan beberapa anggotanya memberikan penawaran terbuka pada pelatih Sevilla ini untuk menjadi pelatih baru Timnas Argentina.

Bahkan, terdapat nilai yang sudah disiapkan oleh AFA demi mendapatkan Sampaoli dari klubnya saat ini. beberapa media setempat mengungkapkan bahwa dana senilai 1,5 juta euro ditambah dengan pajak akan diberikan oleh AFA ke Sevilla jika ingin menyudahi kontrak yang mengikat pelatih berumur 57 tahun ini.

Seperti yang diketahui bahwa kontrak Sampaoli bersama Sevillistas saat ini tinggal satu tahun lagi. Disebutkan bahwa mantan pelatih Chile tersebut sudah bersedia menjadi pelatih baru Timnas Argentina, hanya saja dia ingin kontraknya usai hingga perhelatan Piala Dunia 2022 di Qatar.

Di sisi lain, petinggi di klub sepakbola Spanyol tersebut, yakni Jose Castro secara tegas mengungkapkan bahwa Jorge Sampaoli masih tetap akan bertahan di klubnya hingga masa kontraknya selesai. Castro tidak begitu ragu jika terdapat banyak berita yang mengabarkan bahwa pelatihnya ini akan segera bergabung dengan Timnas Argentina.

” Saya tidak ingin menyudahi banyak pemberitaan terkait pelatih kami ini. Saya juga tidak akan terpengaruh dengan banyaknya spekulasi yang beredar. Saya akan membicarakan hal tersebut dengan Jorge Sampaoli dan kemarin kami sudah bersama-sama. Tidak ada yang menjadika saya takut kehilangan atau yang lainnya, saya hanya memikirkan laga kontra Valencia, ” tutup Jose Castro.

Blunder Dan Tuduhan Selingkuh Kian Perburuk Kinerja Jiang Zhipeng

Jiang Zhipeng menciptakan blunder yang membuat timnas China gagal meraih tiket menuju di babak kualifikasi Piala Dunia 2018. Semakin menyedihkan, pasalnya setelah peristiwa memalukan tersebut, dia mendapat tuduhan telah berselingkuh dari istrinya.

Timnas China gagal dengan skor 0-1 saat melawan timnas Iran dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2018 yang dilaksanakan di Azadi Stadium, Tehran, pada Selasa (28/3/2017) yang lalu. Gol tunggal di laga itu hanya tercipta setelah Jiang Zhipeng tak dapat memainkan bola dengan baik di tempanya sendiri, yang berujung pada hasil gol untuk Iran sendiri.

Hasil itu menjadikan China saat ini hanya membukukan 5 poin dari tujuh laganya di babak kualifikasi Piala Dunia zona AFC, selisih 12 poin dari timnas Iran yang menjadi juara klasemen. Yang paling menyita perhatian yakni blunder yang dilakukan Zhipeng itu malah diperparah dengan postingan sang istri, Zhang Ziyue, yang menuduh bahwa suaminya telah menduakannya sejak lama.

” Saya selalu ada untuknya saat dia tidak memiliki apapun dan ibu saya menganggapnya sebagai anaknya sendiri. Keluarga saya bahkan menyediakan 1 juta RMB sebagai uang muka untuk rumahnya yang ada di Shanghai. Kami tidak pernah melangsungkan acara besar dan pernikahan kami tertutup. Selama kurang lebih 4 tahun menikah, kini dia sudah bersama dengan wanita lain dan ingin membuang saya yang selama ini bersamanya, ” tulis Zhang Ziyue pada Weibo-nya.

Lebih lanjut, Ziyue tidak hanya menuliskan tuduhannya tersebut. Ia juga memperlihatkan beberapa foto-foto suaminya bersama seorang wnita idaman lain yang merupakan simpanan pesepakbola tersebut.

Selain itu, semakin lengkap, Zhang Ziyue juga meminta pada pihak Federasi Sepakbola China dan Guangzhou R&F, klub Jiang Zhipeng saat ini, untuk memutuskan hukuman berat yang diberikan pada pemain timnas China tersebut.

Miliki Nama Sama Dengan Pematah Kaki Coleman, Orang Tua Ini Dibanjiri Hujatan Panas

Neil Taylor, mungkin sebagian orang lebih mengenal sebagai sosok pemain sepakbola papan atas. Namun berbeda ketika hal ini terjadi pada sosok pria paruh baya bernama Neil Taylor yang menjadi korban salah sasaran cacian fans Irlandia karena dikira sebagai bek yang mematahkan kaki Seamus Coleman.

Pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa antara Irlandia kontra Wales di akhir pekan kemarin, Coleman harus rela mengubur mimpi nya bermain sampai akhir dipentas Premier League bersama Everton musim ini.

Coleman mengalami patah kaki kanan akibat ditekel Neil Taylor saat Irlandia bermain lawan Wales di Stadion Aviva, pertandingan itu sendiri harus berakhir dengan skor kaca mata. Kejadian ini datang ketika pertandingan masuk di menit ke-71 babak kedua.

Lebih lengkap bahwa insiden itu terjadi ketika kedua nya sama-sama berusaha memenangkan perebutan bola, namun aksi horor Taylor sendiri langsung mendapat kartu merah dari wasit. Dan pada akhirnya, kejadian itu langsung mendapat respon dari fans Irlandia yang mengaku geram. Lantas kemarahan tersebut mereka salurkan melalui media sosial Twitter.

Tak lama banyak nya cacian langsung mengarah ke Taylor, namun lucu nya disini ketika balasan kemarahan fans Irlandia itu salah sasaran. Neil Taylor yang mereka hujat bukan bek Wales, namun orang tua yang kebetulan memiliki nama yang sama dengan bek Wales tersebut.

Mendapat hal mengejutkan di akun Twitter milik nya, sontak sang pria tua tersebut memberikan klarifikasi dengan menjawab berbagai pertanyaan dan memunculkan apa yang sudah dia jalani sepanjang hidupnya sampai sekarang.

“Dengan memiliki nama yang sama saja, bisa terjadi seperti ini!” jawaban nada terkejut sang pria tua tersebut.

Ada-ada saja, mungkin pelajaran ini bisa Anda petik ketika berada dalam situasi panas. Maka sebaiknya Anda berpikir kembali baik buruknya! Cek berita selengkapnya di http://www.goldewa.com, portal berita bola terupdate!

Legenda Belanda Ikut Terseret Kasus Pencurian Lukisan Antik

Legenda sepakbola Belanda sekaligus mantan pemain Barcelona, Patrick Kluivert masuk ke dalam catatan hitam polisi usai nama nya masuk ke dalam kasus pencurian lukisan Van Gogh pada musim 2002 lalu.

Munculnya nama Kluivert berdasarkan keterangan dari tersangka pencurian bernama Octave Durham. Dalam film dokumenter yang berjudul Brandpunt, Octave pun menjelaskan jika dia kemudian dibantu oleh Kluivert bersembunyi dari kejaran polisi Belanda.

Octave menjalankan aksi mencuri lukisan Van Gogh di Amsterdam. Namun saat melarikan diri dari museum, topinya terjatuh di tempat kejadian perkara (TKP). Dan Polisi akhir nya melakukan pengembangan dengan sebuah topi sebagai titik awal.

Sampai pada akhirnya pengembangan itu berjalan baik dengan memunculkan DNA Octave dari topi tersebut. Namun sayang, tersangka berhasil melarikan diri dengan terbang ke Spanyol yang lebih tepat nya mendarat ke Barcelona.

Menjalani hari di kota indah tersebut, Octave mengaku mendapat undangan resmi dari Kluivert untuk makan malam. Saat itu Kluivert sendiri memang tengah bermain bagi klub Barcelona.

“Kluivert adalah teman baik saya, dia merupakan tentangga dekat saya di Amsterdam. Saya bertemu dengan dia di Barcelona dan saya tidak menutupi apa yang terjadi, saya pun berkata kepada nya bahwa saya sedang dikejar-kejar Polisi,” ungkap Octave.

“Namun yang saya katakan tidaklah semua nya benar, saya tidak mengatakan bahwa saya telah mencuri lukisan Van Gogh. Dan dia kemudian berkata: ‘kenapa selama ini menginap di hotel? Kenapa tidak menginap di rumahku saja?’

Ungkapan Octave pun telah dibantah habis oleh mantan pemain Barcelona tersebut, dalam pernyataan singkat nya. Kluivert mengklaim bahwa pengakuan Octave tidak lah benar, dia pun berkata: “Cerita bahwa saya menawarinya tempat tinggal benar-benar omong kosong. Bahkan, jika saja saya tahu tentang masa lalunya, saya jelas akan menjauh darinya,” ungkap Kluivert kepada media.

Atas kejadian ini, Kluivert langsung mengambil tindakan dengan menuntuk kembali Octave. Hal ini dibenarkan oleh pengacara Kluivert, Gerard Spong.

“Kluivert mungkin pernah mengenal atau pun bertemu dengan orang ini, namun dia tidak pernah menawarkan tempat tinggal. Ia tak pernah berada di rumahnya. Ini jelas pencemaran nama baik dan harus segera dibersihkan.” tegasnya.

Meski demikian, sang juru film dokumenter Vincent Verweij, malah mengaku tak meragukan pengakuan Octave. “Saya punya dua narasumber yang bisa mengkonfirmasikan klaim itu, termasuk salah satunya dari seorang anggota keluarga yang saya miliki rekamannya.”

Menarik ditunggu kabar selanjutnya, apakah Kluivert benar-benar terlibat atau Octave hanya berkata tong kosong.

Soal Mata Bengkak, Ini Jawaban Vardy?

Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa telah banyak menghadirkan kejutan mulai dari skor akhir sampai dengan hal lain yang membuat pecinta sepakbola terkejut. Dan salah satu yang menarik adalah ketika pertandingan Inggris kontra Lithuania yang berlangsung di Stadion Wembley akhir pekan kemarin.

Pertama Inggris mampu memunculkan kembali pemain kawakan macam Jermain Defoe yang menandai comeback nya di tim nasional Inggris dengan satu gol, namun disini bukan letak titik penting nya. Melainkan nama Jamie Vardy yang menjadi pembicaraan perihal mata lebam nya yang menghebohkan dunia maya.

Vardy yang masuk menggantikan Defoe di satu jam permainan memastikan kemenangan pasukan Gareth Southgate. Vardy yang disorot kamera terlihat mengalami lebam di bagian mata hingga membuat jagat media sosial ramai membicarakannya sebagaimana salah satu isi perbincangan itu menyebut bahwa Vardy terlibat masalah dengan orang lain serta ada pula yang menyebut jika penyerang Leicester City itu memakai pengrias wajah.

Mendengar apa yang diperbincangan banyak orang, lantas Vardy menjawab semua tudingan itu dengan berkata: “Itu mata saya terlihat hitam karena insiden kecil. Kepala saya atau lebih tepatnya mata saya, memutuskan untuk menyentuh bola dan inilah resiko yang harus saya terima,”

Dengan kemenangan Inggris atas Lithuania dengan skor 2-0, kini pasukan Three Lions masih kokoh di pucak klasemen Grup dengan raihan 13 poin. Terbuka lebar bagi Inggris untuk memastikan diri melangkah ke putaran final Piala Dunia 2018 mendatang karena lawan mereka lain nya masih di bawah rata-rata Inggris.

Belanda: Selamat Tinggal Danny Blind

Publik Belanda baru saja dikejutkan dengan pemecatan Danny Blind sebagai pelatih timnas Sepakbola mereka. Kabar ini keluar ketika Belanda tampil buruk di babak kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa di akhir pekan kemarin.

KNVB selaku dari Federasi Sepakbola Tertinggi Belanda sudah meresmikan kepergian Blind, sebagaimana sang pelatih baru menjabat seumur jagung. Nama Blind masuk bersama nama-nama pelatih lain yang gagal bertahan lama di skuat pelatih Belanda.

Blind dilantik sebagai pelatih timnas Belanda usai menggantikan posisi Guus Hiddink pada tahun 2016 yang lalu. Saat itu, Hiddink dipecat lantaran gagal mengantarkan Belanda melaju di Euro 2016.

Pemecatan itu sendiri adalah bentuk kekecewaan KNVB atas kekalahan tim nya kontra Bulgaria dengan skor 2-0. Kekalahan itu sendiri semakin memberatkan Belanda untuk melangkah jauh ke putaran final Piala Dunia 2018 mendatang, mengingat raihan poin Belanda di fase group sangatlah minim untuk berada di peringakat satu atau dua.

“Jelas kami menghormati apa yang sudah dia berikan kepada kami. Namun ketik hasil olahraga yang mengecewakan dan sekarang berlanjut dengan tipisnya peluang ke Piala Dunia 2018 di Rusia, kami dengan berat hati mengucapkan selamat tinggal kepada Blind,” demikian pernyataan resmi Jean Paul Decossaux selaku Direktur KNVB.

Mendapat surat pemecatan tidak membuat Blind kecewa atau pun geram terhadap petinggi Belanda, sikap Blind terlihat lebih profesional dengan menerima putusan KNVB. Meski demikian, Blind memastikan bahwa pada laga Bulgaria dia sudah berupaya maksimal meski hasilnya tidak sesuai dengan harapan.

“Kami sudah melakukan apa yang seharusnya kami lakukan di Bulgaria, ini terlepas dari hasil dan saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Namun sangat disayangkan harus berakhir seperti ini,” jawab Blind.

KNVB sendiri menambahkan jika dalam waktu cepat mereka akan menemukan sosok pengganti Blind. Namun untuk sementara ini Belanda akan didampingi oleh Fred Grim yang sebelumnya menjabat sebagai pelatih Belanda U-21. Sang pelatih sendiri akan menjajal debutnya kontra Italia dalam partai persahabatan.

Dengan hasil mengecewakan tersebut, kini Belanda berada di posisi 4 klasemen sementara Kualifikasi Piala Dunia 2018 Grup A. Dari rentetan pertandingan, mereka hanya mampu menghasilkan sembilan poin. Puncak klasemen dihuni Prancis yang punya 13 poin.

Dalam babak kualifikasi ini, hanya juara grup yang berhak lolos langsung ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia.