Category Archives: Liga Italia

De Sciglio Berharap Keluar dari Milan

AC Milan katakan kalau pemain belakang mereka yaitu Mattia De Sciglio, berharap keluar dari klub. Namun, Milan cuma bakal lepas si pemain yang bersangkutan jika ada penawaran yang memang pas.

De Sciglio sering diberitakan menjadi salah satu target dari Juventus di musim panas ini. Juve sekarang ini sedang cari seorang pemain bek kanan untuk gantikan posisi Dani Alves.

Sang direktur Olahraga Milan, Massimiliano Mirabelli, belum lama ini telah berbincang dengan sang agen De Sciglio, Giovanni Branchini. Dari perbincangan itu, ketawan sudah kalau si pemain memang ingin segera keluar dari Rossoneri.

“De Sciglio? Kami telah berbicara dengan sang agennya, Branchini, sering kali dan ia beri tahu kami kalau untuk sejumlah alasan, ia (De Sciglio) putuskan berharap untuk ganti suasana,” ucap Mirabelli.

De Sciglio masih miliki kontrak yang tersisa 1 tahun lagi bersama Milan. Milan cuma akan lepaskan pemain yang berumur 24 tahun tersebut kalau Juve atau klub yang lain telah penuhi permintaan harga yang sesuai dengan mereka.

“Juve masih belum hubungi kami. Kalau mereka lakukan hal tersebut, maka mereka perlu penuhi apa yang kami inginkan. Jika tidak, ia bakal terus berada disini bersama kami sampai kontrak yang mengikatnya selesai,” imbuh Mirabelli.

De Sciglio bukan pemain yang satu-satunya dilirik oleh Juventus untuk menempati tempat bek kanan. Juve beritanya juga mengincar Danilo (Real Madrid).

Kalinic Pamit ke Fiorentina Usai Diminati Milan

Nikola Kalinic dilirik AC Milan pada musim panas ini. Penawaran pada dirinya sudah ditolak oleh Fiorentina, namun si pemain tersebut sangat ingin keluar dan dengan mengejutkan berpamitan pada Fiorentina.

Kalinic jadi salah seorang target dari Milan yang memang tengah melakukan belanja pemain besar-besaran pada musim panas ini. Rossoneri telah datangkan 6 pemain sampai saat ini, yaitu Mateo Musacchio, Ricardo Rodriguez, Andre Silva, Hakan Calhanoglu, Franck Kessie, dan Fabio Borini.

Namun manuver mereka masih belum selesai. Kalinic menjadi incaran selanjutnya dan penawaran telah dilesatkan. Namun Fiorentina masih menilai kalau pemain penyerang yang berumur 29 tahun tersebut adalah bagian penting dari tim dan tidak ingin menjual dirinya.

“Milan bikin penawaran pada kami untuk Kalinic, namun kami tidak menerimanya. Saya malah tak ingin mendengarnya atau duduk dengan membahas hal tersebut. Saya katakana pada mereka untuk pikirkan saja para pemain lain. Sampai saat ini yang kami tahu, ia tak dijual,” kata Direktur Teknik Fiorentina Pantaleo Corvino.

Namun ternyata Kalinic miliki keinginan yang lain. Pemain yang kontraknya bakal berakhir pada tahun 2019 yang akan datang tersebut berharap bisa masuk dalam proyek besar yang dijalankan Milan.

“Terima kasih untuk Fiorentina untuk 2 tahun ini dan peluang yang sudah diberikan. Saya mengetahui Milan harapkan saya dan ini merupakan peluang yang oke,” ucap Kalinic lewat pesan.

“Saya berharap bikin langkah kedepan dalam masa depan saya. Saya merasa kalau waktu saya bersama Fiorentina telah berakhir. Saya berharap bergabung bersama Milan,” kata dia.

Kalinic, yang direkrut Fiorentina dari Dnipro pada tahun 2015, bermain cemerlang pada musim kemarin. Dia menjadi top skorer klub dengan catatkan 20 angka lewat 42 laga di tiap ajang.

Kabar Donnarumma dengan Milan Sepakati Kontrak

Kelangsungan karier dari Gianluigi Donnarumma terlihat menuju jalan akhir. Di susul dengan berita yang mengarakan kalau penjaga gawang muda AC Milan tersebut sudah sepakat dengan kontrak anyar.

Menurut kabar yang berhembus, Donnarumma setuju dengan kontrak yang berdurasi 5 tahun hingga tahun 2022. Penjaga gawang yang berumur 18 tahun tersebut tinggal menulis tandatangannya di atas kertas kontrak saja.

Dikatakan juga kalau Donnarumma bakal dibayar sampai dengan nominal 6 juta euro (sekitar 91 miliar rupiah) tiap tahun, yang jadikan ia sebagai seorang pemain dengan bayaran paling tinggi ketiga pada Serie A.

Di beri kontrak baru tersebut, Donnarumma diikat dengan klausul rilis sampai dengan 100 juta euro. Namun, nilainya bakal menurun jadi 50 juta euro jika Milan tidak berhasil masuk ke ajang Liga Champions.

Berita ini ikut meredam kabar soal berlangsungnya masa depan dari Donnarumma, yang selalu berjalan terus. Penjaga gawang internasional Italia itu pernah kencang dihubungkan dengan beberapa klub besar Eropa tak terkecuali Real Madrid, Paris Saint-Germain, dan Manchester United.

PSG diberitakan sudah semakin dekat dengan Donnarumma. Tetapi, para media Italia mengatakan kalau si pemain tidak menerima penawaran ‘wah’ dari Les Parissiens sampai dengan 13 juta tiap tahunnya.

Kontrak baru yang akan diambil Donnarumma ikut melibatkan sang kakak, Antonio Donnarumma, yang juga sempat tampil bersama tim muda Rossoneri. Ia bakal kembali menuju Milan dari klub di ajang Liga Yunani.

Gabigol Putuskan Masa Depannya di Inter Milan

Gabriel Barbosa secara tegas mengungkapkan bahwa dirinya masih akan membela Inter Milan. Dia ingin melanjutkan masa depannya bersama klub itu sebagai pembuktian dirinya selaku pesepakbola.

Gabigol begitu Gabriel Barbosa biasanya dipanggil, diperoleh oleh Inter Milan dari klub lamanya yakni Santos di bulan Juni musim yang lalu. Di nilai sebagai pemain yang menjadi andalan mereka di sisi depan tim, pesepakbola 20 tahun itu ternyata tidak sesuai harapan.

Selama musim 2016/2017, dirinya tidak pernah tampil sebagai starter dari sembilan laga untuk Liga Italia dan hanya mencetakkan satu gol. Hal tersebut kemudian menjadikan karirnya selalu dipertanyakan banyak media, termasuk Las Palmas yang diberitakan akan segera membelinya.

Jelang musim baru, Gabigol akhirnya buka suara dan menyuarakan diri ingin tetap berada di Inter walau baru saja menjalani debut sebagai pemain inter dengan kondisi sulit. Dirinya optimis dapat bersaing demi posisi utama bersama sang manajer, Luciano Spalletti.

” Sekarang ini, saya akan tetap bersama klub ini. Saya bahagia berada di tempat ini walau memang saya tidak mendapat banyak waktu bermain dan itu membosankan. Saya berharap dapat bermain dengan lebih baik dan musim baru ini saya akan tetap di Inter, ” ucapnya.

Lebih lanjut, dia menyebutkan bagaimana musim awal tersebut begitu menguras pikirannya, namun dirinya ingin menampilkan kualitas dan bakatnya sebagai pemain. “ Saya sudah belajar dan akan lebih baik lagi. Saya ingin mendapat banyak peluang di tim bersama Luciano Spalletti. Saya berupaya dengan keras dan saat ini mengerti bagaimana kinerja dalam dunia sepakbola Italia tak sama dengan di Brasil. Saya ingin memperlihatkan siapa saya, ” tutup Gabigol.

Spalletti Santai Tentang Rekrut Pemain

Inter Milan masih belum memperlihatkan aktivitas transfer pemain pada musim panas. Walau begitu, hal tersebut tak bikin sang pelatih Inter Luciano Spalletti merasa khawatir.

Spalletti keluar dari AS Roma pada akhir musim untuk terima penawaran untuk menjadi pelatih Nerazzurri. Di bawah pimpinan Spalletti, Inter diminta untuk dapat menuju urutan teratas kembali.

Untuk bisa membantu dalam meraih hal tersebut, diperlukan para pemain baru yang memiliki kualitas di dalam skuat Inter. Namun, La Beneamata masih belum satupun merekrut pemain baru, sedangkan sang tetangga AC Milan telah datangkan beberapa pemain seperti Mateo Musacchio, Ricardo Rodriguez, dan yang terakhir Andre Silva.

“Saya telah katakan dengan (pemilik) Zhang Jindong saat saya ada di China,” ucap Spalletti.

“Saya telah saksikan seperti apa antusias dan keinginan ia dan hal tersebut bikin saya merasa santai Tentu kalau sejumlah pemain bakal berikan perbedaan, namun jangan lupa kalau skuat ini telah bernilai, dengan para pemain yang amat krusial.”

“Hal tersebut berarti kami awali lewat sebuah dasar yang oke,” kata dia.

Inter sering dikatakan memiliki minat untuk merekrut Lucas Moura dari Paris Saint-Germain dan James Rodriguez dari Real Madrid, serta Antonio Ruediger dari Roma. Tetapi juga memiliki potensi kehilangan Ivan Perisic, yang sering di hubungkan dengan Manchester United.

Spalletti putuskan untuk keluar dari Roma walau sukses antarkan anak-anak ibukota berada di urutan 2 dan berhasil lolos ke tahap grup di ajang Liga Champions. Pelatih berkepala plontos tersebut malah membawa Giallorossi sampai pada poin paling tinggi dalam sejarah klub yaitu 87 poin.

Sepanjang dirinya berkarier di Italia, Spalletti telah sempat memimpin 7 klub berbeda. Nama Spalletti mulai diperhitungkan menjadi pelatih yang luar biasa saat masih memimpin Udinese pada tahun 2000-2001 dan 2002-2005.

Douglas Costa Pemain Target Juventus

 

Juventus telah mulai aktivitas mereka di bursa transfer musim panas ini untuk rekrut para pemain yang ditargetkan. Salah seorang pemain yang masuk kedalam daftar incara Bianconeri ialah winger Bayern Munich yaitu Douglas Costa.

Sang pelatih Juve, Massimiliano Allegri, memberi penjelasan kalau timnya bakal berupaya merekrut para pemain yang pas untuk memakai susunan 4-2-3-1 yang menjadi pilihan utama.

“Kami perlu berupaya berikan kontinuitas untuk cara bermain yang kami gunakan sedari 4 bulan kemarin. Maka, kami bakal lihat para pemain mana yang perlu didatangkan,” ucap Allegri.

“Hingga sekarang ini, lewat hal jumlah, skuat telah sempurna kecuali di garis serang,” imbuh dia.

Dalam sejumlah hari terakhir, Juve dikatakan serius tengah gencar mendekati Douglas Costa. Mereka beritanya telah berbicara dengan agen dari si pemain yang berasal dari Brasil tersebut dan sampai pada kata sepakat. Juve sekarang ini hanya perlu bernegosiasi dengan Bayern untuk membicarakan jumlah dana transfer.

Berhubungan dengan hal tersebut, Allegri rak membantah kalau Juve memang ingin merekrut Douglas Costa.

“Ia merupakan salah seorang target kami dan ia amat memiliki bakat,” imbuh dia.

Costa bermain di 34 laga dengan Bayern di musim 2016/2017 dengan catatkan 7 angka dan 9 kali assist. Bayern beritanya pasang nominal sebesar 50 juta euro (sekitar 747 miliar rupiah ) untuk datangkan pemain tersebut.

Pemain lain yang dikaitkan dengan Juve baru-baru ini ialah pemain penyerang Sampdoria, Patrik Schick.

“Patrik Schick belum jadi pemain Juve, maka kita mestinya tidak berbicara dulu tentang dirinya. Namun, ia merupakan seorang pemain yang tak lakukan hal-hal normal,” imbuh Allegri.

Di Francesco Sebut seperti Kembali Pulang ke Roma

Dulu sempat jadi pengawa AS Roma, Eusebio Di Francesco sekarang ini berada di posisi pelatih klub itu. Untuk Di Francesco, menjadi pelatih Giallorossi seperti kembali ke rumah.

Di Francesco belum lama ini telah resmi diangkat menjadi pelatih baru Roma untuk gantikan posisi Luciano Spalletti. Bekas pelatih Sassuolo tersebut sudah menyetujui kontrak yang memiliki waktu sampai 2 tahun ke depan bersama Roma.

Di Francesco, yang sekarang ini berumur 47 tahun, adalah bekas pemain gelandang Roma pada tahun 1997-2001. Sepanjang 4 musim bermain untuk Roma, ia bermain di 129 laga dan ciptakan 16 angka. Ia jadi bagian dari tim Roma yang menangkan scudetto pada tahun 2001.

“Lewati gerbang tersebut layaknya kembali ke rumah lagi usai bertahun-tahun lamanya,” ujar Di Francesco.

“Ini merupakan sebuah saat yang emosional. Saya bertemu dengan banyak wajah-wajah familiar, yang telah ada di tempat ini pada saat tersebut, sedangkan banyak orang baru pun beri saya sambutan dengan penuh kasih sayang,” kata dia.

“Struktur tempat berlatih hampir semuanya baru, dengan inovasi yang nyata dan saya sadari keinginan untuk jadi makin oke lagi. Tidak sulit untuk menyaksikan seperti apa klub melakukan sejumlah hal untuk sampai pada urutan teratas sepakbola Eropa,” imbuh Di Francesco.

Di Francesco bukan orang baru yang satu-satunya di Roma. Roma sebelumnya pun memilih Monchi menjadi Direktur Olahraga baru. Monchi sebelumnya berhasil ketika berada di tempat yang serupa di Sevilla.

“Monchi bilang kalau ia berharap bicarakan tentang sepakbola dan membuka hatinya untuk saya. Saya sungguh sukai pembicaraan tentang ini. Saya menilai ia adalah orang yang kaya akan pengalaman dan pemahaman, tan hanya pada tingkat nasional, namun juga Eropa. Ia bakal menolong kemajuan untuk saya secara khusus,” imbuh Di Francesco.

Niat Buffon untuk Angkat Sepatu Masih Diragukan

 

Penjaga gawang Juventus yaitu Gianluigi Buffon, akui kalau ia miliki peluang besar untuk angkat sepatu pada tahun berikutnya. Namun rancangan tersebut bakal diragukan jika ia sukses menjadi juara di ajang Liga Champions.

Sebagai seorang pemain, karier Buffon telah semakin dekat dengan akhir. Penjaga gawang Bianconeri tersebut sekarang ini telah berada pada umur 39 tahun, dan bakal bertambah jadi 40 tahun di Januari yang akan datang.

Buffon telah miliki rencana untuk angka sepatu setelah ajang Piala Dunia Rusia 2018. Namun, rancangan tersebut bakal segera buyar jika ia dapat menjadi juara di ajang Liga Champions, turnamen yang belum pernah dimenangkan oleh dirinya.

“Angkat sepatu usai Rusia 2018? Benar, kemungkinan hal tersebut bakal terwujud dengan persentase 99,9 persen,” ujar Buffon.

“Saya bakal miliki 1 kali lagi musim yang intens dan repot dengan pekerjaan yang krusial. Kemudian, hal tersebu bakal menjadi masa yang pas untuk bilang berhenti dari perjalanan karier ini.”

“Bersama dengan Presiden (Andrea Agnelli), kami miliki sebuah peluang yang mungkin tetap bisa terjadi nanti; kalau dapat raih gelar di ajang Liga Champions, saya bakal terus bermain di musim berikutnya dan berusaha untuk bisa raih hasil oke pula di ajang Piala Dunia Antarklub dan juga trofi yang lainnya,” ucap dia.

Masa depan Buffon memang hampir sempurna dengan prestasi pada tingkat klub atau Tim nasional Italia. Dia telah 8 kali menjadi juara di ajang Serie A dan 1 kali di kompetisi Piala Dunia tahun 2006.

Cuma 1 ‘keinginan’ yang hilang dari deretan prestasi yang sudah diraih oleh Buffon, yaitu trofi di ajang Liga Champions. Tercatat, sudah 3 kali Buffon menjejakkan kaki di babak final namun tidak berhasil membawa pulang ‘Si Kuping Besar’ selama karier hidupnya.