Category Archives: Liga Italia

Kalau Saja ada Belotti atau Aubameyang di Milan

AC Milan masih belum bermain oke pada musim ini. Cerita tersebut bakal beda jika Rossoneri milikii pemain seperti Andrea Belotti dan Pierre-Emerick Aubameyang.

Milan masih terhenti di papan tengah klasemen Liga Italia. Mereka berada di urutan 8 Liga Italia, dengan catatkan 16 poin.

Sebelum raih hasil oke dengan skor 4-1 atas Chievo, Milan sempat belum pernah menang lagi. Mereka raih 3 hasil negatif dan 1 hasil seri.

Lewat 4 pertandingan tersebut, Milan hanya memasukkan 2 angka. 1 dicatatkan oleh pemain depan, yaitu atas nama Suso.

Bekas pemain bek Milan, Alessandro Costacurta, katakan kalau tim Merah-Hitam memiliki persoalan di garis depan. Ia berandai-andai Belotti atau Aubameyang berhasil direkrut ke Milan pada bursa transfer musim panas kemarin.

Milan merekrut banyak pemain. Untuk garis depan, ada Nikola Kalinic dan Andre Silva. Kalinic baru catatkan 2 angka di Serie A, sedangkan Silva masih belum membobol gawang lawan di ajang Liga Italia.

“Dengan seseorang seperti Belotti atau Aubameyang berada pada garis depan, kami bakal bicarakan Milan yang menjadi beda,” imbuh Costacurta.

“Tentu kalau apa yang kurang di Diavolo ini ialah kurangnya penyerang tengah, sebab mereka banyak lakukan umpan silang dan para pemain penyerang mereka banyak lakukan kesalahan di depan gawang,” sambung dia.

Mancini Ingin Inter dan Milan Masuk Liga Champions

Roberto Mancini tidak terima untuk beri terkaan menjelang derby Della Madonnina. Ia malah ingin agar Inter Milan dan AC Milan melangsungkan sebuah musim yang oke.

Inter dan Milan bakal melangsungkan laga pada hari Senin (16/10/2017) dinihari WIB di Giuseppe Meazza pada pekan ke-8 Serie A. Ini bakal menjadi pertemuan ke-219 keduanya berada pada laga resmi, yang ikut memperlihatkan riwayat rivalitas yang panjang.

Musim kemarin tidak ada yang menjadi pemenang lewat 2 pertemuan di Liga Italia. Kedua laga berakhir imbang dengan skor imbang yaitu 2-2.

Sebagai bekas pelatih Inter, Roberto Mancini memberi dorongan Nerazzurri di pertandingan ini. Namun dengan menyeluruh, ia ingin Inter ataupun Milan melangsungkan musim yang oke dan lolos ke ajang Liga Champions.

“Saya tidak ingin beri prediksi, saya hanya bakal berdoa agar Inter melangsungkan pertandingan yang oke. Nerazzurri sudah mengawali dengan oke, sebab mereka merupakan tim yang kokoh dan pemainnya telah saling mengenal antara satu dengan yang lain, tidak amat banyak berubah dibanding Milan,” ucap dia.

“Pihak Rossoneri sedikit kerepotan, bakal perlu waktu untuk semuanya berlangsung dengan pas. Namun mereka lakukan upaya yang oke pada bursa transfer.”

“Saya merasa kalau Milan perlu membayar mahal atas banyaknya perubahan pada sesi ini, namun mereka miliki kualitas. Saya ingin kedua tim Milan ini masuk ke Liga Champions,” sambung pria yang sekarang ini pimpin Zenit St. Petersburg.

Pirlo Sebut Milan Perlu Bersabar Menunggu Montella dan Bonucci

Andrea Pirlo memberi pembelaan pada Vincenzo Montella dan Leonardo Bonucci yang penampilannya masih memberi efek yang signifikan di AC Milan. Pirlo meminta agar para pendukung tetap menunggu dengan sabar.

Montella berhadapan dengan ekspektasi besar di musim ini menyusul dengan belanja secara jor-joran yang Milan lakukan. Rossoneri membenahi skuatnya dengan merekrut beberapa nama seperti Andre Silva, Hakan Calhanoglu, Franck Kessie, Nikola Kalinic, hingga Bonucci.

Namun Montella tengah berada dalam tekanan. Milan telah menerima 3 hasil negatif dalam 7 laga di Serie A sampai saat ini dan tercecer di urutan 7.

Setali 3 uang, Bonucci yang diminta bikin garis belakang Milan semakin hebat juga belum bermain dengan optimal. Penampilannya di sejumlah perntandingan raih kritikan.

Namun Pirlo meminta agar para pendukung Milan untuk sabar. Montella dan Bonucci dikatakan olehnya masih perlu waktu untuk membuat kejayaan Milan kembali.

“Montella bakal dipecat? Saya harap tak terjadi,” kata Pirlo.

“Dia miliki tim anyar. Masih perlukan waktu dan juga keyakinan diri walaupun hasilnya tak langsung terlihat.”

“Tak heran jika Bonucci tak bikin Milan seperti Juventus yang sekarang ini. Mereka tak dapat harapkan hal tersebut amat cepat,” sambung Pirlo tentang Bonucci.

“Ia merupakan pemain bek paling oke di Italia dan salah satunya yang paling kuat di Eropa.”

Allegri Kecewa Atas Kekalahan Juventus

Juventus tampil seri melwan Atalanta walau lebih awal unggul 2 angka. Sang pelatih Massimiliano Allegri merasa kecewa dengan hasil ini, namun ia juga memberi performa yang meyakinkan melawan tim lawan.

Juve pulang dengan membawa hasil imbang 2-2 melawan Atalanta dari Atleti Azzurri d’Italia pada hari Senin (2/10/2017) dinihari WIB. Bianconeri tak raih hasil oke sebab membuang keunggulan 2 angka yang mereka punya.

Usai unggul dengan skor 2-0 lewat angka yang diciptakan Federico Bernardeschi dan Gonzalo Higuain, Juventus tidak berhasil pertahankan domnasi mereka. Atalanta beri perlawanan yang ketat dan dapat membuat skor menjadi imbang lewat angka yang diciptakan oleh Mattia Caldara dan Bryan Cristante.

Pada beberapa menit akhir, Juve sesungguhnya ada kesempatan untuk unggul kembali. Namun, Paulo Dybala sia-siakan hadiah penalti yang diraih tim tamu.

Hasil seri ini hentikan deretan hasil oke Juve di Serie A musim ini. Usai sebelumnya 6 kali menang dengan berturut-turut, Juve pada akhirnya kehilangan poin.

“Kami mungkin saja menang, namun kami miliki resiko biarkan mereka lakukan serangan balik pada beberapa menit akhir. Kami mestinya tak lakukan hal tersebut sebab poin yang kami raih pada malam ini mungkin bakal jadi hal yang krusial dalam jangka waktu yang panjang,” ucap Allegri pada situs resmi klub.

Allegri pun akui kalau Atalanta pantas raih pujian sebab bermain mengesankan pada pertandingan ini.

“(Alejandro) Gomez kirimkan umpan silang yang amat oke untuk cetak angka kedua mereka dan Cristante amat oke dalam menolong menyerang,” kata dia.

“Kesalahan yang kami lakukan ialah mencegah umpan silang tersebut, ditambah dengan cetak angka pertama kami mestinya respon dengan oke usai penyelamatan (Gianluigi) Buffon. Ini sangat di sia-siakan sebab kami sudah kehilangan 2 poin krusial dan kami layak raih hasil oke kalau saksikan penampilan kami,” imbuh Allegri.

Lewat hasil ini, Juve tidak berhasil samakan perolehan poin Napoli di klasemen Serie A. Juve menangkan 19 poin lewat 7 pertandingan dan berada di urutan kedua, di bawah Napoli yang miliki 2 poin lebih banyak.

Juventus Diminta agar Higuain Ditepikan Dulu

Gonzalo Higuain sekarang ini dianggap tidak sedang dalam penampilannya yang paling oke. Juventus diminta untuk istirahatkan dulu pemain penyerang yang berasal dari Argentina itu.

Higuain pada musim ini terus menjadi starter pada 6 laga yang telah dilewati Juventus di ajang Liga Italia dan Liga Champions. Lewat performa tersebut, pemain yang berusia 29 tahun itu baru catatkan 2 angka.

Jumlah cetak angka tersebut tertinggal jauh dengan juniornya, Paulo Dybala. Dybala sekarang ini telah catatkan 10 angka lewat catatan performa yang sama.

Kritikan pada akhirnya tertuju pada Higuain. Bekas pemain penyerang Juventus Fabrizio Ravanelli menganggap kalau sekarang ini bekas pemain Napoli itu berada dalam keadaan pikiran yang kacau, sampai tidak berhasil bermain pada tingkat yang paling oke.

Ravanelli malah menganggap dengan keadaan sekarang ini, Higuain hanya menahan tim dan lebih baik ditepikan lebih awal. Ditambah dengan selanjutnya Juventus bakal berhadapan dengan partai derby menghadapi Torino, yang sampai saat ini belum pernah kalah.

“Ia amat kebingungan, ia nampak seperti bayangan dari Higuain yang kita tahu. Allegri selalu turunkan dirinya sekarang ini tak menolong, sebab ia perlu ketenangan. Problemnya lebih pada sisi mental dibanding fisik,” ucap Ravanelli.

“Saya merasa ditepikan dari tim nasional membuat dirinya terluka, ia perlu beristirahat, khusus pikirannya. Ia mestinya ambil liburan 1 pekan dan kembali lagi. Ia merasa frustrasi dan pikirannya berada di luar laga. Ia terus berupaya untuk optimalkannya dan ia tidak akan menolong tim jika seperti itu.”

“”Saya tak membawa dirinya untuk derby. Saya merasa dia sekarang ini merupakan sebuah penghambat bagi Juve, lepas dari banyak angka yang sudah ia ciptakan, ia bukanlah Gonzalo yang kita ketahui. Ia ciptakan angka penting di derby tahun kemarin, namun sedari waktu tersebut penampilannya terlihat tidak oke,” kata dia.

Higuain pada musim kemarin ciptakan 24 angka lewat 38 performa di liga. Dengan menyeluruh, ia ciptakan 32 angka lewat 55 laga di tiap kompetisi.

Milan Harus Tampil Makin Baik

AC Milan ditundukkan Lazio dengan skor telak ketika melangsungkan laga di Olimpico. Pemain bek Milan Ricardo Rodriguez menganggap kalau timnya harus tampil lebih kompak dan baik lagi.

Milan tunduk dengan skor 1-4 ketika melangsungkan laga pada hari Minggu (10/9/2017) malam WIB di Olimpico. Rossoneri malah lekas tertinggal dengan skor 0-4 lewat hat-trick yang diciptakan Ciro Immobile dan 1 cetak angka Luis Alberto, sebelum akhirnya ciptakan angka penghibur lewat Riccardo Montolivo.

Hasil negatif ini seperti sebuah tamparan keras bagi Milan, yang tengah awali proyek anyar pada musim ini. Sang pelatih, Vincenzo Montella, masih harus temukan formula tepat untuk raih keseimbangan permainan.

Dilihat dari statistik, Milan bermain lebih unggul. Mereka kuasai bola sampai dengan 60 persen serta lebih banyak lesatkan upaya. Mereka ciptakan 18 percobaan dengan 6 di antaranya yang tepat ke sasaran, sedangkan Lazio lebih efisien di mana 12 percobaan dengan 7 di antarnaya yang mngearah ke gawang.

Salah satu bagian yang harus menjadi perhatian Milan ialah mereka sering kehilangan kendali bola. Tercatat ada 18 kali Leonardo Bonucci dan para rekannya. kehilangan bola, sedangkan Lazio hanya setengahnya. Momen kehilangan bola ini penting sebab dapat bikin mereka terancam dengan serangan-serangan balik.

Kebalikannya Lazio memang tampil lebih efektif dan efisien. Tuan rumah unggul lewat perebutan bola, tercatat 22 kali tekel berhasil dan menangkan 12 duel udara. Sebagai perbedaan, Milan hanya 14 tekel yang berhasil dan cuma 3 kali menangkan duel udara.

Pemain bek kiri Milan Ricardo Rodriguez menganggap kalau timnya amat terbuka sampai dengan mudah terbaca.

“Mereka tampil dengan oke. Kami harus tampil dengan lebih baik lagi. Mulai pada hari Kamis nanti di Vienna, kami harus lebih oke lagi,” ucap dia.

“Ini amat tidak mudah, kami berharap lebih oke lagi dan menangkan laga selanjutnya. Besok kami bakal bicarakan apa yang berlangsung bersama-sama. Kami harus berusaha dengan keras supaya bisa tingkatkan penampilan,” kata dia.

Milan selanjutnya bakal berhadapan dengan Austria Vienna pada hari Jumat (15/9/2017) dinihari WIB di ajang Liga Europa.

Dybala Pakai Nomor 10 Juve

Paulo Dybala bakal pakai jersey bernomor punggung anyar di Juventus pada musim ini. Tidak lagi gunakan kostum bernomor punggung 21, pemain penyerang yang berasal dari Argentina tersebut bakal gunakan kostum bernomor punggung 10 yang dulu sempat dipakai oleh para pemain legenda.

Nomor punggung 10 Juve sebelumnya sempat digunakan oleh para pemain legendaris seperti Omar Sivori, Michel Platini, Roberto Baggio, dan Alessandro Del Piero. Carlos Tevez pun gunakan kostum dengan nomor tersebut sepanjang dirinya bermain untuk Bianconeri.

Nomor itu kali terakhir digunakan oleh Paul Pogba. Tetapi, pada musim kemarin nomor itu tidak miliki pemilik disusul dengan pindahnya Pogba ke Manchester United.

Usai diberi nomor punggung 10, Dybala diberi ucapan selamat dari Del Piero. Dybala juga memberi respon ucapan tersebut dengan mengucapkan terima kasih.

Gantinya nomor punggung ini dikatakan menjadi sebuah bagian dari usaha Juve untuk pertahankan Dybala dari godaan Barcelona dan Real Madrid. Dengan berikan nomor punggung istimewa itu, Juve berharap memperlihatkan seberapa krusialnya sosok si pemain untuk mereka.

Sedari direkrut dari Palermo pada tahun 2015, Dybala sudah jadi sosok sentral di garis serang Juve. Pemain sepakbola yang sekarnag ini sudah menginjak umur 23 tahun tersebut sudah catatkan 42 angka lewat 94 performa bersama Juve.

Defrel Jadikan Dzeko Panutan

Menjadi pemain penyerang anyar AS Roma, Gregoire Defrel jadikan Edin Dzeko sebagai panutan. Defrel juga miliki hasrat agar bisa ciptakan banyak angka untuk Roma.

Defrel didatangkan oleh Roma dari Sassuolo pada bursa transfer musim panas ini. Pemain penyerang yang berumur 26 tahun tersebut diberi kontrak sepanjang 5 tahun.

Bergabung bersama Roma, Defrel bakal menjadi tandem Dzeko di garis depan. Pada musim kemarin, Dzeko bermain amat produktif dengan ciptakan jumlah 39 angpa pada tiap ajang. Defrel juga ada harapan dapat ambil banyak pelajaran dari pemain striker Bosnia Herzegovina tersebut.

“Dzeko merupakan pemain striker oke yang ciptakan banyak angka. Saya pelajari itu di tiap tahap latihan, pergerakannya amat hebat dan ia jarang lakukan kesalahan di muka gawang,” ujar Defrel saat konferensi pers yang diperkenalkan untuk kali pertama menjadi pemain Roma.

“Ia merupakan seorang pemain yang amat oke, namun ia lebih andalkan fisik dan lebih tinggi dibanding saya. Saya miliki atribut yang berbeda. Saya sungguh suka dengan Edin jadi tak heran kalau saya pelajari semua yang ia lakukan,” imbuh dia seperti dilansir pada situs resmi klub.

Pada musim kemarin, Defrel telah catatkan 16 angka lewat 38 kali tampil di tiap ajang. Untuk musim ini, pemain yang berasal dari Prancis terebut ingin dapat lewati catatannya itu.

“Kita dianggap lewat jumlah cetak angka yang dicetak dan saya ingin lebih oke di tiap tahunnya. Incaran utama saya ialah ciptakan banyak angka,” ucap Defrel.