Category Archives: Liga Italia

Roma dan Lazio Miliki Awal yang Meyakinkan Menjelang Laga Derby

AS Roma dan Lazio bakal saling berhadapan pada pertandingan derby yang akan berlangsung di akhir pekan ini. Kedua tim miliki modal yaitu awal yang meyakinkan pada Serie A di musim ini.

Derby della Capitale bakal tersaji pada hari Minggu (19/11/2017) dinihari WIB di Stadion Olimpico, lewat laga lanjutan di Serie A. Roma bakal menjadi tuan rumah pada pertandingan ini.

Roma sekarang ini berada di urutan 6 di klasemen sementara dengan catatkan 27 poin. Giallorossi menangkan laga 9 kali lewat 11 pertandingan. Mereka hanya tunduk lewat 2 tim papan atas lain, Inter Milan dan Napoli.

Sedangkan Lazio ada tepat di atas Roma dengan mengantongi 28 poin. Biancocelesti baru 1 kali tunduk pada musim ini, yaitu saat berhadapan dengan Napoli.

Sebab dari awal yang sama-sama oke tersebutlah, Kevin Strootman percaya tidak bakal ada tim favorit di pertadingan derby pada akhir pekan ini.

“Derby bukan lagi hal yang anyar untuk saya, namun terus jadi laga yang luar biasa, ditambah lagi pada musim ini sebab kami dan Lazio sama-sama meraih sejumlah hasil oke. Ini bakal menjadi laga besar dan tak ada yang jadi unggulan,” imbuh Strootman seperti dikutip pada situs resmi Roma.

“Kami saksikan saja pada hari Sabtu ini, tim mana yang lebih oke dan siapa yang bakal ambil 3 poin,” imbuh pemain gelandang Roma tersebut.

Lewat 5 pertemuan terakhir pada Serie A, Roma menangkan 4 kali dan tunduk 1 kali dari Lazio.

Immobile Striker Paling Tajam

Cetak angka yang sudah banyak diciptakan oleh Ciro Immobile masih terus berlanjut. 1 angka yang dicetak ke gawang Benevento jadikan ia pemain penyerang paling tajam di Serie A sedari pergantian milenium sehabis 11 pekan terlewati.

Lazio raih hasil oke dengan mutlak dengan skor akhir 5-1 ketika berkunjung ke Benevento pada hari Minggu (29/10/2017) waktu setempat. Immobile catatkan 1 angka lewat pesta itu, yang ia lesakkan ketika laga baru berlangsung selama 13 menit.

Tambahan angka itu bikin ia semakin kokoh berdiri di urutan teratas daftar topskorer Serie A musim ini. Pemain penyerang yang berusia 27 tahun tersebut telah menciptakan 14 angka lewat 11 laga melewati Paulo Dybala dan Mauro Icardi yang masing-masing ciptakan 11 angka.

Atas 2 pemain penyerang pesaingnya tersebut, Immobile bukan hanya unggul ketajaman. Sebab ia pun amat rajin ciptakan assist, sampai saat ini telah ciptakan 6 kali. Sedangkan Dybala hanya 2 kali dan Icardi masih belum catatkan assist.

Immobile sekarang ini jadi pemain penyerang paling tajam di 11 pekan perdana Serie A sedari tahun 2000. Ia lewati rekor sebelumnya yang dimiliki Luca Toni, yang pada musim 2005/2006 ciptakan 13 angka lewat 11 laga pertama.

Di tempat kedua ada Andriy Shevchenko. Pemain penyerang AC Milan tersebut ciptakan 12 angka pada 11 pekan pertama musim pada musim 2003/2004.

Berikutnya ada Dybala dan Icardi yang catatkan 11 angka lewat 11 laga. Hal tersebut mereka lakukan pada musim 2017/2018 ini.

Daftar Topskorer Serie A di 11 Pekan Pertama Sejak Tahun 2000

14 Ciro Immobile 2017/2018
13 Luca Toni 2005/2006
12 Andriy Shevchenko 2003/2004
11 Paulo Dybala 2017/2018
11 Mauro Icardi 2017/2018
10 Andriy Shevchenko 2000/2001
10 Edin Dzeko 2016/2017
10 David Trezeguet 2007/2008
10 Gabriel Batistuta 2000/2001
10 Dries Mertens 2017/2018

Kalau Saja ada Belotti atau Aubameyang di Milan

AC Milan masih belum bermain oke pada musim ini. Cerita tersebut bakal beda jika Rossoneri milikii pemain seperti Andrea Belotti dan Pierre-Emerick Aubameyang.

Milan masih terhenti di papan tengah klasemen Liga Italia. Mereka berada di urutan 8 Liga Italia, dengan catatkan 16 poin.

Sebelum raih hasil oke dengan skor 4-1 atas Chievo, Milan sempat belum pernah menang lagi. Mereka raih 3 hasil negatif dan 1 hasil seri.

Lewat 4 pertandingan tersebut, Milan hanya memasukkan 2 angka. 1 dicatatkan oleh pemain depan, yaitu atas nama Suso.

Bekas pemain bek Milan, Alessandro Costacurta, katakan kalau tim Merah-Hitam memiliki persoalan di garis depan. Ia berandai-andai Belotti atau Aubameyang berhasil direkrut ke Milan pada bursa transfer musim panas kemarin.

Milan merekrut banyak pemain. Untuk garis depan, ada Nikola Kalinic dan Andre Silva. Kalinic baru catatkan 2 angka di Serie A, sedangkan Silva masih belum membobol gawang lawan di ajang Liga Italia.

“Dengan seseorang seperti Belotti atau Aubameyang berada pada garis depan, kami bakal bicarakan Milan yang menjadi beda,” imbuh Costacurta.

“Tentu kalau apa yang kurang di Diavolo ini ialah kurangnya penyerang tengah, sebab mereka banyak lakukan umpan silang dan para pemain penyerang mereka banyak lakukan kesalahan di depan gawang,” sambung dia.

Mancini Ingin Inter dan Milan Masuk Liga Champions

Roberto Mancini tidak terima untuk beri terkaan menjelang derby Della Madonnina. Ia malah ingin agar Inter Milan dan AC Milan melangsungkan sebuah musim yang oke.

Inter dan Milan bakal melangsungkan laga pada hari Senin (16/10/2017) dinihari WIB di Giuseppe Meazza pada pekan ke-8 Serie A. Ini bakal menjadi pertemuan ke-219 keduanya berada pada laga resmi, yang ikut memperlihatkan riwayat rivalitas yang panjang.

Musim kemarin tidak ada yang menjadi pemenang lewat 2 pertemuan di Liga Italia. Kedua laga berakhir imbang dengan skor imbang yaitu 2-2.

Sebagai bekas pelatih Inter, Roberto Mancini memberi dorongan Nerazzurri di pertandingan ini. Namun dengan menyeluruh, ia ingin Inter ataupun Milan melangsungkan musim yang oke dan lolos ke ajang Liga Champions.

“Saya tidak ingin beri prediksi, saya hanya bakal berdoa agar Inter melangsungkan pertandingan yang oke. Nerazzurri sudah mengawali dengan oke, sebab mereka merupakan tim yang kokoh dan pemainnya telah saling mengenal antara satu dengan yang lain, tidak amat banyak berubah dibanding Milan,” ucap dia.

“Pihak Rossoneri sedikit kerepotan, bakal perlu waktu untuk semuanya berlangsung dengan pas. Namun mereka lakukan upaya yang oke pada bursa transfer.”

“Saya merasa kalau Milan perlu membayar mahal atas banyaknya perubahan pada sesi ini, namun mereka miliki kualitas. Saya ingin kedua tim Milan ini masuk ke Liga Champions,” sambung pria yang sekarang ini pimpin Zenit St. Petersburg.

Pirlo Sebut Milan Perlu Bersabar Menunggu Montella dan Bonucci

Andrea Pirlo memberi pembelaan pada Vincenzo Montella dan Leonardo Bonucci yang penampilannya masih memberi efek yang signifikan di AC Milan. Pirlo meminta agar para pendukung tetap menunggu dengan sabar.

Montella berhadapan dengan ekspektasi besar di musim ini menyusul dengan belanja secara jor-joran yang Milan lakukan. Rossoneri membenahi skuatnya dengan merekrut beberapa nama seperti Andre Silva, Hakan Calhanoglu, Franck Kessie, Nikola Kalinic, hingga Bonucci.

Namun Montella tengah berada dalam tekanan. Milan telah menerima 3 hasil negatif dalam 7 laga di Serie A sampai saat ini dan tercecer di urutan 7.

Setali 3 uang, Bonucci yang diminta bikin garis belakang Milan semakin hebat juga belum bermain dengan optimal. Penampilannya di sejumlah perntandingan raih kritikan.

Namun Pirlo meminta agar para pendukung Milan untuk sabar. Montella dan Bonucci dikatakan olehnya masih perlu waktu untuk membuat kejayaan Milan kembali.

“Montella bakal dipecat? Saya harap tak terjadi,” kata Pirlo.

“Dia miliki tim anyar. Masih perlukan waktu dan juga keyakinan diri walaupun hasilnya tak langsung terlihat.”

“Tak heran jika Bonucci tak bikin Milan seperti Juventus yang sekarang ini. Mereka tak dapat harapkan hal tersebut amat cepat,” sambung Pirlo tentang Bonucci.

“Ia merupakan pemain bek paling oke di Italia dan salah satunya yang paling kuat di Eropa.”

Allegri Kecewa Atas Kekalahan Juventus

Juventus tampil seri melwan Atalanta walau lebih awal unggul 2 angka. Sang pelatih Massimiliano Allegri merasa kecewa dengan hasil ini, namun ia juga memberi performa yang meyakinkan melawan tim lawan.

Juve pulang dengan membawa hasil imbang 2-2 melawan Atalanta dari Atleti Azzurri d’Italia pada hari Senin (2/10/2017) dinihari WIB. Bianconeri tak raih hasil oke sebab membuang keunggulan 2 angka yang mereka punya.

Usai unggul dengan skor 2-0 lewat angka yang diciptakan Federico Bernardeschi dan Gonzalo Higuain, Juventus tidak berhasil pertahankan domnasi mereka. Atalanta beri perlawanan yang ketat dan dapat membuat skor menjadi imbang lewat angka yang diciptakan oleh Mattia Caldara dan Bryan Cristante.

Pada beberapa menit akhir, Juve sesungguhnya ada kesempatan untuk unggul kembali. Namun, Paulo Dybala sia-siakan hadiah penalti yang diraih tim tamu.

Hasil seri ini hentikan deretan hasil oke Juve di Serie A musim ini. Usai sebelumnya 6 kali menang dengan berturut-turut, Juve pada akhirnya kehilangan poin.

“Kami mungkin saja menang, namun kami miliki resiko biarkan mereka lakukan serangan balik pada beberapa menit akhir. Kami mestinya tak lakukan hal tersebut sebab poin yang kami raih pada malam ini mungkin bakal jadi hal yang krusial dalam jangka waktu yang panjang,” ucap Allegri pada situs resmi klub.

Allegri pun akui kalau Atalanta pantas raih pujian sebab bermain mengesankan pada pertandingan ini.

“(Alejandro) Gomez kirimkan umpan silang yang amat oke untuk cetak angka kedua mereka dan Cristante amat oke dalam menolong menyerang,” kata dia.

“Kesalahan yang kami lakukan ialah mencegah umpan silang tersebut, ditambah dengan cetak angka pertama kami mestinya respon dengan oke usai penyelamatan (Gianluigi) Buffon. Ini sangat di sia-siakan sebab kami sudah kehilangan 2 poin krusial dan kami layak raih hasil oke kalau saksikan penampilan kami,” imbuh Allegri.

Lewat hasil ini, Juve tidak berhasil samakan perolehan poin Napoli di klasemen Serie A. Juve menangkan 19 poin lewat 7 pertandingan dan berada di urutan kedua, di bawah Napoli yang miliki 2 poin lebih banyak.

Juventus Diminta agar Higuain Ditepikan Dulu

Gonzalo Higuain sekarang ini dianggap tidak sedang dalam penampilannya yang paling oke. Juventus diminta untuk istirahatkan dulu pemain penyerang yang berasal dari Argentina itu.

Higuain pada musim ini terus menjadi starter pada 6 laga yang telah dilewati Juventus di ajang Liga Italia dan Liga Champions. Lewat performa tersebut, pemain yang berusia 29 tahun itu baru catatkan 2 angka.

Jumlah cetak angka tersebut tertinggal jauh dengan juniornya, Paulo Dybala. Dybala sekarang ini telah catatkan 10 angka lewat catatan performa yang sama.

Kritikan pada akhirnya tertuju pada Higuain. Bekas pemain penyerang Juventus Fabrizio Ravanelli menganggap kalau sekarang ini bekas pemain Napoli itu berada dalam keadaan pikiran yang kacau, sampai tidak berhasil bermain pada tingkat yang paling oke.

Ravanelli malah menganggap dengan keadaan sekarang ini, Higuain hanya menahan tim dan lebih baik ditepikan lebih awal. Ditambah dengan selanjutnya Juventus bakal berhadapan dengan partai derby menghadapi Torino, yang sampai saat ini belum pernah kalah.

“Ia amat kebingungan, ia nampak seperti bayangan dari Higuain yang kita tahu. Allegri selalu turunkan dirinya sekarang ini tak menolong, sebab ia perlu ketenangan. Problemnya lebih pada sisi mental dibanding fisik,” ucap Ravanelli.

“Saya merasa ditepikan dari tim nasional membuat dirinya terluka, ia perlu beristirahat, khusus pikirannya. Ia mestinya ambil liburan 1 pekan dan kembali lagi. Ia merasa frustrasi dan pikirannya berada di luar laga. Ia terus berupaya untuk optimalkannya dan ia tidak akan menolong tim jika seperti itu.”

“”Saya tak membawa dirinya untuk derby. Saya merasa dia sekarang ini merupakan sebuah penghambat bagi Juve, lepas dari banyak angka yang sudah ia ciptakan, ia bukanlah Gonzalo yang kita ketahui. Ia ciptakan angka penting di derby tahun kemarin, namun sedari waktu tersebut penampilannya terlihat tidak oke,” kata dia.

Higuain pada musim kemarin ciptakan 24 angka lewat 38 performa di liga. Dengan menyeluruh, ia ciptakan 32 angka lewat 55 laga di tiap kompetisi.

Milan Harus Tampil Makin Baik

AC Milan ditundukkan Lazio dengan skor telak ketika melangsungkan laga di Olimpico. Pemain bek Milan Ricardo Rodriguez menganggap kalau timnya harus tampil lebih kompak dan baik lagi.

Milan tunduk dengan skor 1-4 ketika melangsungkan laga pada hari Minggu (10/9/2017) malam WIB di Olimpico. Rossoneri malah lekas tertinggal dengan skor 0-4 lewat hat-trick yang diciptakan Ciro Immobile dan 1 cetak angka Luis Alberto, sebelum akhirnya ciptakan angka penghibur lewat Riccardo Montolivo.

Hasil negatif ini seperti sebuah tamparan keras bagi Milan, yang tengah awali proyek anyar pada musim ini. Sang pelatih, Vincenzo Montella, masih harus temukan formula tepat untuk raih keseimbangan permainan.

Dilihat dari statistik, Milan bermain lebih unggul. Mereka kuasai bola sampai dengan 60 persen serta lebih banyak lesatkan upaya. Mereka ciptakan 18 percobaan dengan 6 di antaranya yang tepat ke sasaran, sedangkan Lazio lebih efisien di mana 12 percobaan dengan 7 di antarnaya yang mngearah ke gawang.

Salah satu bagian yang harus menjadi perhatian Milan ialah mereka sering kehilangan kendali bola. Tercatat ada 18 kali Leonardo Bonucci dan para rekannya. kehilangan bola, sedangkan Lazio hanya setengahnya. Momen kehilangan bola ini penting sebab dapat bikin mereka terancam dengan serangan-serangan balik.

Kebalikannya Lazio memang tampil lebih efektif dan efisien. Tuan rumah unggul lewat perebutan bola, tercatat 22 kali tekel berhasil dan menangkan 12 duel udara. Sebagai perbedaan, Milan hanya 14 tekel yang berhasil dan cuma 3 kali menangkan duel udara.

Pemain bek kiri Milan Ricardo Rodriguez menganggap kalau timnya amat terbuka sampai dengan mudah terbaca.

“Mereka tampil dengan oke. Kami harus tampil dengan lebih baik lagi. Mulai pada hari Kamis nanti di Vienna, kami harus lebih oke lagi,” ucap dia.

“Ini amat tidak mudah, kami berharap lebih oke lagi dan menangkan laga selanjutnya. Besok kami bakal bicarakan apa yang berlangsung bersama-sama. Kami harus berusaha dengan keras supaya bisa tingkatkan penampilan,” kata dia.

Milan selanjutnya bakal berhadapan dengan Austria Vienna pada hari Jumat (15/9/2017) dinihari WIB di ajang Liga Europa.