Category Archives: Liga Inggris

Liverpool Percaya Anfield Menjadi Kunci untuk Hadapi Chelsea

Dirk Kuyt yakin kalau keadaan di Anfield bakal jadi kunci untuk Liverpool ketika hadapi Chelsea. The Reds jadi favorit pada pertandingan tersebut.

Liverpool bakal menjadi tuan rumah berhadapan dengan Chelsea dalam lanjutan Premier League pada hari Minggu (26/11/2017) dinihari WIB di Anfield. Lewat 2 pertemuan terakhir di Anfield, The Blues dapat menahan Liverpool dengan skor imbang 1-1.

Menjelang pertandingan ini, Liverpool belum lama ini menelan pil pahit di Liga Champions. Mereka tidak berhasil menangkan laga usai imbang berhadapan dengan Sevilla 3-3 di penghujung pertandingan. Sedangkan tim yang di besut oleh Juergen Klopp pernah unggul dengan skor 3-0 pada babak pertama, yang dapat bikin mereka melangkah ke babak berkutnya kalau menang.

Sedangkan Chelsea ada di atas angin usai pastikan diri ke babak 16 Liga Champions setelah melumat Qarabag dengan skor 0-4. Tim yang di besut oleh Antonio Conte malah telah langsung siapkan strategi untuk berhadapan dengan Liverpool dalam perjalanan pulang dari Baku.

Walau masih baru raih hasil yang mengecewakan, Kuyt sebagai legenda Liverpool menganggap kalau bekas timnya tersebut perlu terus diunggulkan ketika berhadapan dengan Chelsea. Ada faktor Anfield yang jadi kuncinya.

“Liverpool tampil di Anfield perlu terus menjadi unggulan. Tak masalah tim mana yang bakal hadir ke Anfield,” imbuh Kuyt seperti dilansir pada situs resmi Liverpool

“Dengan dukungan para pendukung di belakang Liverpool, mereka perlu terus menjadi unggulan dan mereka perlu terus tampil untuk raih hasil oke dan saya percaya kalau mereka bakal tampilkan laga seperti itu,” lanjut dia.

“Liverpool dan Chelsea merupakan 2 tim yang amat oke. Namun saya pikir Liverpool tengah alami perkembangan,” ucap pria yang berasal dari Belanda tersebut.

12 Laga jadi Ujian Berat City

Manchester City bakal berhadapan dengan ujian besar mereka. 12 laga yang akan mereka lalui bakal menjad ujian besar untuk tim yang dibesut oleh Pep Guardiola itu.

City bakal langsungkan 12 laga hingga hari terakhir tahun 2017 ini, tepatnya dalam waktu 40 hari saja. Artinya City bakal melangsungkan laga sekitar 3 hari sekali.

Di waktu yang bersamaan, City tengah raih persoalan di garis belakang. The Citizens baru saja kehilangan pemain bek tengahnya, John Stones, hingga tahun baru nanti.

Maka sekarang ini Guardiola hanya miliki sisa 3 bek tengah yang dapat diandalkan, yaitu Vincent Kompany, Nicolas Otamendi, dan Eliaquim Mangala. Malah Kompany sendiri masih belum sembuh 100 persen keadaannya usai belum lama pulih dari cedera.

Oleh sebab itu, Guardiola mengatakan kalau 12 laga ke depan, dimulai dari menghadapi Feyenoord di ajang Liga Champions pada hari Rabu (22/11/2017) dinihari WIB, sebuah ujian besar. Tetapi pada waktu yang bersamaan ini pun menjadi peluang yang oke untuk timnya perlihatkan kemampuan.

“Kami tidak miliki skuat yang besar. amat disayangkan kami kehilangan 1 setengah bulan untuk Vincent Kompany dan saat ini giliran John Stones. Untuk menangkan beberapa titel, kami perlu semua anggota skuat khususnya para pemain penting seperti John dan Vinny,” imbuh Guardiola.

“Di lain sisi, kami miliki sebuah peluang. Kami perlu tampilkan 12 laga pada masa yang singkat dengan cumaa ada 3 pemain bek dan 1 dari mereka dalam musibah, yaitu Vincent, yang baru sembuh,” sambung dia.

Benitez Sebut Pogba Belum Setingkat dengan Gerrard

Sang manajer Newcastle United, Rafael Benitez, berikan komentar tentang Paul Pogba. Gelandang Manchester United tersebut dianggap masih belum setingkat dengan Steven Gerrard.

Pogba lekas bermain dengan oke saat comeback untuk MU. Ia menolong The Red Devils raih hasil oke atas Newcastle United dengan skor akhir 4-1.

Lewat laga yang berlangsung pada hari Minggu (19/11/2017) dinihari WIB di Old Trafford, Pogba tampil sampai dengan 70 menit. Ia catatkan 1 angka dan membidani angka yang diciptakan dari Anthony Martial.

Whoscored catatkan kalau pemain yang berasal dari Prancis tersebut dapat ciptakan 84 persen passing sampai pada target, 2 sepakan, dan 2 kali lesatkan umpan kunci.

Benitez katakan kalau Pogba masih belum ada di level Gerrard dengan penampilan yang diperlihatkan tersebut. Ia perlu bermain lebih konsisten lagi.

Gerrard dan Benitez sempat bekerja sama di Liverpool. Salah satu titel juara yang mereka menangkan ialah Liga Champions 2004/2005.

“Tidak, mereka tak sama. Stevie adalah pemain top sepanjang tahun ke tahun,” imbuh Benitez.

“Ia tampil dengan konsisten dan dapat menjadi pembeda di tiap laga, dengan atau tanpa bola. Ia adalah seorang pemain top. Pogba adalah pemain yang luar biasa, Namun ia perlu dapat konsisten sepanjang bertahun-tahun seperti Stevie sepanjang 10 atau 15 tahun.”

“Pogba bukanlah pemain milik saya, maka saya tidak harus berbicara banyak soal dirinya, seperti mayoritas pemain MU,” sambung dia.

Ada Ibrahimovic MU Bakal Susul City

Romelu Lukaku yakin kalau adanya sosok Zlatan Ibrahimovic nantinya bakal menolong Manchester United menyusul ketertinggalan dari rival 1 kota mereka, Manchester City.

MU sekarang ini berada di urutan kedua klasemen Liga Premier Inggris dengan catatkan 23 poin. Mereka tertinggal 8 poin dari Manchester City di urutan teratas klasemen.

Penampilan menurun dari MU pun tidak lepas dari tersendatnya kontribusi cetak angka dari Lukaku. Si pemain penyerang telah melangsungkan 4 pertandingan terakhir berhenti catatkan angka untuk Setan Merah di kompetisi Premier League. Dalam kurun waktu itu MU cuma bisa dapatkan 1 hasil oke, 1 hasi seri, dan 2 kali hasil negatif.

Walau masih belum catatkan angka lagi, Lukaku ternyata tidak merasa cemas. Pemain sepakbola Belgia yang telah lesatkan 7 angka di liga tersebut menunggu hadirnya sosok Ibrahimovic untuk tambahkan kebolehan tim.

“Hal tersebut amat memotivasi saya, sebab ia merupakan seorang pemain oke yang bakal tambahkan kebolehan  tim,” imbuh Lukaku.

“Saat Anda berhadapan dengan tim seperti kami, lawan sudah pasti bakal kerepotan. Kembalinya Ibrahimovic akan menolong kami menyusul Manchester City,” lanjut dia.

Ibra masih belum juga tampil bersama MU hingga saat ini sebab ia masih dalam proses penyembuhan cedera. Jose Mourinho telah targetkan pemain penyerang yang berasal dari Swedia tersebut untuk dapat kembali ketika MU berhadapan dengan City.

Tujuan Mane Terus Suport Salah

Sadio Mane berkata bakal terus menolong Mohamed Salah supaya dapat ciptakan banyak angka untuk Liverpool. Pertandingan berhadapan dengan West Ham United telah menjadi sebuah bukti.

Liverpool raih hasil oke dengan skor 4-1 ketika melangsungkan laga pada hari Minggu (5/11/2017) dinihari WIB di London Stadium. Salah catatkan 2 angka lewat pertandingan tersebut, yang menjadi hasil dari assist Mane.

Di angka pertama, kecepatan Mane-Salah jadi sebuah kuncinya. Serangan balik sempurna dari The Reds berbuah cetak angka yang cantik. Pada cetak angka keempat, umpan terukur Mane dapat dituntaskan oleh Salah dengan sangat oke.

Sampai saat ini, Salah telah catatkan sampai dengan 12 angka lewat 17 laga pada tiap kompetisi. Mane juga berjanji bakal manjakan Salah dengan umpan-umpan matang supaya dapat ciptakan angka lebih banyak lagi.

“Ia adalah pendatangan hebat bagi kami. Semua orang merasa senang dapat miliki dirinya di dalam tim,” imbuh Mane.

“Kami berusaha untuk menolongnya ciptakan angka lebih banyak lagi untuk tim dan ia bakal lakukan itu. Ia pemain yang hebat.”

“Sesungguhnya, saya terus nikmati bermain dengan pemain ini. Kami saling mengerti satu dengan yang lain dengan amat oke. Tidak hanya untuk 3 oranng pemain depan, namun kali semua.”

“Kami tidak sabar untuk dapat mainkan lebih banyak laga bersama dan mainkan pertandingan yang oke,” sambung dia.

Chelsea Kerepotan Musim Ini

Cesc Fabregas tolak kalau para pemain Chelsea mulai tak betah dengan cara latihan yang dianjurkan oleh Antonio Conte. Bagi dirinya, yang bikin Chelsea tidak konsisten ialah karena kewalahan dengan jadwal laga yang ada.

setelah sukses menangkan Liga Inggris, Conte kerepotan di musim keduanya. Sampai saat ini, langkah The Blues Inkonsisten.

Di ajang Premier League, Chelsea telah menerima 3 hasil negatif lewat 10 laga. Alhasil, mereka sekarang ini tertahan di urutan 4 dengan mengumpulkan 19 poin dan tertinggal 9 poin dari pemuncak klasemen Manchester City.

Sedangkan di ajang Liga Champions, Chelsea belum lama ini ditundukkan oleh AS Roma dengan skor akhir 0-3. Padahal mereka pernah berjaya dengan tundukkan Qarabag dengan skor 6-0 dan Atletico Madrid 2-1.

Penampilan Chelsea yang tak konsisten tersebut, bukan hanya karena faktor badai cedera serta disebut-sebut sebab sebagian pemain telah merasa gerah dengan cara melatih Conte. Sang manajer yang berasal dari Italia tersebut memang miliki cara melatih yang cukup keras yang menghabiskan tenaga.

Fabregas luruskan hal tersebut. Lewat wawancara pemain geladang Chelsea tersebut bilang faktor bermain di ajang Liga Champions bikin timnya kepayahan sebab jadwal laga yang lebih padat.

“Tidak, tidak sama sekali,” Jawab Fabregas.

“Satu-satunya hal yang bisa kami katakan adalah tahun lalu tidak ada Liga Champions dan itu faktanya. Kami, Anda, dan saya tahu bahwa hal akan berjalan sulit saat Anda bermain di Liga Champions.”

“Saat Anda punya waktu sepanjang pekan untuk berlatih, metode Conte dan pelatih kebugaran, itu sangat Italia, kami harus berlari dan bugar dan pulih dengan baik.”

“Tapi tahun ini, karena Liga Champions, kami tidak punya banyak waktu sebab setiap tiga hari… Anda tidak bisa bermain pada Rabu, bermain hari Sabtu, kemudian hari Kamisnya, lalu apa? Terus apakah anda bisa tetap berlari? Tidak mungkin.”

“Untuk pemulihan, Anda harus bugar pada akhir pekan, jadi semua hal tadi (keluhan soal metode latihan Conte) tidak benar,” Tegas Fabregas.

Neville Sebut Mourinho Sama dengan Mayweather

Sang manajer Manchester United yaitu Jose Mourinho punya kemiripan dengan petinju besar yaitu Floyd Mayweather Jr. itulah anggapan dari Gary Neville. Mengapa demikian?

Penilain itu dikatakan oleh Neville, bekas pemain MU yang sekarang ini melangsungkan masa depannya sebagai seorang analis sepakbola, pada acara Monday Night Football Sky Sports.

Mourinho pernah mendapat cemooh setelah MU tampil imbang tanpa cetak angka 0-0 berhadapan dengan Liverpool, yang disusul dengan hasil negatif ketika berhadapan dengan Huddersfield. Namun hasil oke dengan skor 1-0 saat berhadapan dengan Tottenham Hotspur pada akhir pekan kemarin bikin The Red Devils mengukuhkan posisi kedua di ajang Premier League

Di hadapan Neville, Mourinho terlihat sama dengan Mayweather, yang acapkali juga raih cemooh sebab cara tinjunya yang dianggap defensif sekalipun telah perlihatkan diri dengan catatan tanding 50-0.

“Mauricio Pochettino dan Juergen Klopp miliki nama yang oke sebagai pelatih dengan taktik ofensif. Namun Mourinho kadang sama dengan (Floyd) Mayweather. Kadang juga Mayweather dikatakan membosankan, saat dia mempersenjatai diri dengan pertahanan, biarkan lawan sedikit berusaha lesatkan pukulan,” ucap Neville.

“Beberapa waktu kemarin Juergen Klopp merasa ragu dapat meraih hasil oke sebab merasa, ‘Dia bakal kacaukan diri saya, saya tidak ingin terkecoh dengan strategi Mourinho’. Dan saya anggap kalau Tottenham juga tak punya rasa yakin untuk menang pada hari Sabtu kemarin. Saya anggap dia (Mourinho) dapat masuk ke benak (para pelatih lain), bikin lawan menjadi berpikir, ‘Saya tidak dapat lakukan serangan balik di tempat ini sebab kemudian dia akan lakukan hal yang sama untuk habisi saya’.”

“Dan hal tersebutlah pelatih oke, dia dapat membuat taktik pelatih lain kacau. Maka saya anggap dia pantas raih respek lebih besar, catatannya hebat,” kata dia.

Ederson Sebut Dirinya Tidak Miliki Rasa Takut

Penjaga gawang Manchester City, Ederson Moraes, tidak trauma setelah alami benturan keras dengan pemain Liverpool Sadio Mane. Ia katakan kalau tidak ada rasa takut.

Ederson lekas bermain cemerlang di Liga Inggris sedari didatangkan dari Benfica. Ia seperti perlihatkan dirinya pantas dihargai dengah harga yang terbilang mahal, sampai dengan nominal 35 juta pound sterling.

Telah ada 7 clean sheet yang dicatatkan Ederson dalam 9 laga di Liga Inggris. City juga masih belum menerima hasil negatif sampai 9 laga.

Ederson sempat alami kejadian tabrakan dengan Mane ketika pertandingan menghadapi Liverpool. Ia perlu langsungkan perawatan, namun sejumlah hari kemudian dapat kembali tampil.

Ederson akui tidak akan merubah cara bermainnya sehabis itu. Ia akui tidak miliki rasa rasa takut.

“Hal tersebut adalah cara saya tampil – jika saya perlu memakai tangan saya, kepala saya, kaki saya untuk menolong tim, maka hal tersebut yang bakal saya lakukan,” imbuh Ederson.

“Saya terus tampil dengan cara yang serupa. Saya tidak ada rasa takut,” sambung dia.